Esti Setyowati
Esti Setyowati Mahasiswa

Librocubicularist. Ingin terus belajar.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Aku Masih

10 Agustus 2018   11:45 Diperbarui: 10 Agustus 2018   11:57 356 1 0

Pukul 03.15, jarum di dinding itu berteriak berisik seiring dengan langkahnya menurut waktu. Asap nikotin memenuhi ruangan. Bersumber dari lelaki di depanku. Pandangannya seolah masih kosong, tak ada apa apanya. Masing masing dari kami masih terdiam, menyelami pikiran masing masing.

Lingkaran berdiameter sejari manisku ini masih kugenggam. Menunggu detik selanjutnya, mana tahu akan datang keajaiban. Mana tau ada beberapa memori yang tersangkut ke kepala manusia di depanku ini. Mana tau ada tarikan yang membuatnya tidak jadi menghilang, lepas, dan pergi dari sisiku. Mana tau kami berdua akan..

"Sudah hampir pagi"

Aku mengangguk.

Dia mendesah pelan, lalu kembali membisu. Menghisap rokoknya dalam dalam kemudian membiarkan asapnya meninggi.

Kugigit bibirku pelan, getir rasanya.

Kusambar kopi di depanku, menandaskannya dalam satu kali teguk. Dingin, memang sudah sedari tiga jam yang lalu. Dan manisnya yang menggelitik tenggorokan membuatku terbatuk. Membuat lelaki itu perlahan mematikan rokoknya.

"Kita harus bagaimana?" tanyaku kemudian.

Dia menggeleng seolah mengatakan 'tidak ada'.

Aku pasrah.

Setidaknya jika memang kita harus berakhir, bukankah harus ada perayaan?.

" Tapi, aku masih menyukaimu untuk saat ini"

Iya, aku paham.

"Tapi, aku juga tidak bisa menepikan --persamaan- antara kita" lanjutnya.

"Tetapi, sungguh aku ingin lebih lama bersama denganmu" lagi, dia meyakinkanku.

Aku juga, Raka. Aku juga sangat ingin menjalani semuanya bersamamu. Enam semester semenjak kita bertemu bukankah waktu yang singkat untuk menegaskan bahwa kita saling membutuhkan lebih dari sekedar --teman-. Aku bahkan tak lagi ingin menghitung berapa banyak ruang dan waktu yang harus kukorbankan hanya untuk kita sampai di titik ini. Dan akhirnya, aku tak bisa lagi menafikkan bahwa..

Aku butuh kau,

Pundakmu,

Matamu,

Tatapanmu yang hangat serta dingin,

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2