Mohon tunggu...
Immanuel Lubis
Immanuel Lubis Mohon Tunggu...

| Author of "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh" | Writer |

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Jodoh Bermulut Harimau

5 Juli 2015   13:18 Diperbarui: 5 Juli 2015   13:18 167 1 1 Mohon Tunggu...

Mungkin memang seperti itulah manusia. Punya hobi membicarakan orang lain. Entah laki-laki, entah perempuan. Tua-muda, tak jadi soal. Siapa pun suka sekali membicarakan orang lain. Mau yang dibicarakan itu yang baik-baik, yah tetap saja. Sekali bergosip tetap bergosip. Namun itulah juga yang bikin hubungan antar manusia jadi semakin menarik, alih-alih mempererat tali silahturahmi.

 

Hal yang sama berlaku untuk Nia. Saking kesalnya, jus alpukat itu tergesa-gesa ia sesap. Matanya masih melotot. Dengusannya masih terasa. Rahangnya masih kaku. Teman-temannya berusaha menenangkan seorang Nia.

 

Kantin kampus yang sudah semakin panas--akibat suhu siang ini yang gila-gilaan--jadi semakin panas saja. Kombinasi sengatan matahari dan uap mendidih yang keluar dari kepala Nia sungguh luar biasa. Teman-temannya sibuk mengipas-ipasi diri mereka masing-masing.

 

"Itu yah--" tukas Nia. "--si Toro tuh... kebangetan banget pelitnya. Perhitungan banget. Ada yah orang kayak Paman Gober gitu?!"

 

"Yang sabar, Nia," sela Laura tersenyum.

 

"Ini untuk kepentingan amal aja, dia masih hitung-hitungan. Tadi lu denger sendiri kan, Na?"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x