Mohon tunggu...
Immanuel Lubis
Immanuel Lubis Mohon Tunggu...

| Author of "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh" | Writer |

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Ngapura Kula

1 Juli 2015   13:40 Diperbarui: 1 Juli 2015   13:40 54 0 0 Mohon Tunggu...

Aji mendelik ke sana-ke mari. Ia bingung. Super bingung. Sebetulnya dia tengah berada di mana. Bola matanya hampir saja meloncat keluar. Perasaan pemandangan dusunnya itu tak seperti ini. Sejak kapan rusa-rusa jadi memiliki kecepatan luar biasa? Biasanya dirinya bisa menangkap satu rusa. Kini ia yang malah diseruduk.

 

"Brengsek!!!" hardik salah seorang yang menaiki rusa itu. Ah mungkin itu kuda, bukannya rusa. Dari bentuknya, lebih mirip kuda. "Jangan di jalan kenapa sih!? Dasar udik! Baru pertama ke kota yah?"

 

Ini kota? pikir Aji berkernyit dahi. Selama ini ia kira tempat ini dusun. Sudah lama sekali ia ingin bisa ke kota. Di kota segalanya serba ada. Berhubung jarak dusun ke kota cukup memakan waktu, ia hanya bisa sekali seminggu ke kota untuk menjual buruannya. 

 

Masih dalam kebingungan, Aji menepi. Berkali-kali lelaki yang mengikat ikat kepala itu mengentak-entakkan kaki. Mengapa tanah ini lebih tinggi daripada yang itu? Apa ini? Ilmu sihir apa yang mereka gunakan? Mereka pasti sungguh memiliki kesaktian mandraguna yang tiada tara. 

 

Aji terus mengentak-entakkan kaki. Tak peduli ia harus diperhatikan beberapa lusin mata. Pemandangan di hadapannya sungguh bikin pusing tujuh kepalang. Gila, daerah apa ini? Ia sama sekali tak paham. Yang ia ingat, ia keluar dari rumah kecilnya yang begitu nyaman sekali untuk pergi berburu. Di sabana, mendadak cuacanya berubah total. Dari cerah menjadi berawan. Angin berembus kencang. Awan kumulo-nimbus yang pekat, datang mengepung langit. Sejenis topan datang. Namun topan yang ini cukup aneh. Lebih tampak sebuah lubang besar yang perlahan beringsut padanya. Entah mengapa ia jadi bergidik. Pikirnya, lubang itu berisi sekumpulan dedemit yang siap menyantapnya. Mau kabur, tapi sudah telat. Lubang itu menelannya hidup-hidup beserta beberapa makhluk hidup yang juga telat melangkah. Hingga, hasil akhirnya, selain bokongnya yang sakit, yah pemandangan absurd depan matanya. 

 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x