Mohon tunggu...
imas masitoh
imas masitoh Mohon Tunggu... Full time mom

Bandung

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Mengatasi "Baby Blues" dengan Komunikasi

9 Agustus 2018   23:47 Diperbarui: 10 Agustus 2018   08:51 961 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mengatasi "Baby Blues" dengan Komunikasi
ilustrasi: Photo by Aditya Romansa on Unsplash.com

"Setelah melahirkan si ibu malah sering menangis, kenapa yah?"

Ada yang pernah mengalami hal itu? Atau pernah liat sahabat, saudara atau istri seperti itu? Yap, kemungkinan si ibu sedang mengalami sindrom baby blues.

"Apa sih baby blues itu?"

Sindrom baby blues merupakan gangguan emosi yang terjadi setelah melahirkan. Biasanya sindrom ini terjadi hingga 3-4 hari dan bisa terjadi dalam kurun waktu 2 minggu. Beberapa ahli mengatakan, jika sindrom ini terjadi karena perubahan hormone dan juga kelelahan. 

Ibu yang mengalami sindrom baby blues biasanya akan mudah menangis karena dia merasa bingung dan khawatir akan kemampuannya menjadi seorang ibu yang bertanggung jawab. 

Ibu akan merasa cepat lelah akan perubahan yang terjadi setelah dia melahirkan. Kekhawatiran inilah yang membuat perubahan suasana hati yang naik turun, mudah marah dan sering menangis tanpa sebab dan pastinya akan terasa mengganggu.

"Apakah sindrom ini berbahaya?"

Sebenarnya, sindrom baby blues ini bisa teratasi dengan dukungan dari suami, keluarga dan orang terdekat dengan menceritakan kondisi dan perasaan yang sedang dialami. Namun, jika gangguan emosi ini terjadi lebih dari dua minggu, maka harus diwaspadai karena kemungkinan ibu mengalami Postpartum Depression.

Postpartum Depression ini akan membuat ibu merasa putus asa dan mengalami kekhawatiran yang cukup berat. Depresi ini beresiko si ibu akan mengalami depresi yang sangat berat, hal ini bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, maka harus segera ke psikolog atau psikiater.

"Bagaimana jika si ibu mengalami baby blues?"

Jika ibu yang baru melahirkan mengalami baby blues, komunikasi adalah hal yang utama. Memberitahu keadaan dan perasaan kepada suami dan keluarga bisa menghilangkan sindrom tersebut secara perlahan. kenapa? karena dukungan dari orang terdekat membuat ibu lebih percaya diri dan selalu berusaha memberikan dan juga melakukan hal-hal sebaik mungkin.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x