Mohon tunggu...
Indah Puspito
Indah Puspito Mohon Tunggu... Lainnya - Ex-Sekretaris Gereja Katolik di Yogyakarta

Waktu adalah kesempatan

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Memetik Pelajaran Berharga dari Kasus Tewasnya Satu Keluarga di Kalideres

11 November 2022   23:00 Diperbarui: 12 November 2022   20:22 425
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Bak disambar petir di siang bolong, berita ditemukannya satu keluarga meninggal dalam kondisi membusuk karena sudah tiga minggu tidak makan minum. 

Ya Tuhan, di jaman modern seperti ini kok bisa-bisanya ada keluarga sampai mengalami situasi yang mengenaskan seperti itu. 

Kalau ini terjadi di jaman perang atau bencana kelaparan, masih bisa dimaklumi. Lah ini , mereka hidup bertetangga di sebuah perumahan. Dalam hati kita mungkin bisa menghujat atau mengatakan,"sungguh keterlaluan ini tetangganya.."

Tapi nanti dulu. Memang kasus ini masih dalam tahap pendalaman dari pihak kepolisian. Walaupun hasil otopsi mengatakan bahwa tidak ditemukan kekerasan. 

Namun sangat mengejutkan bahwa di lambung mereka tidak ditemukan asupan makanan. Artinya bahwa kemungkinan mereka mati karena tidak makan minum. 

Menyedihkan sekali. Sementara kita masih melihat banyak makanan terbuang sia-sia. Sungguh ironis.

Memang, tidak dipungkiri bahwa ada juga tabiat keluarga yang hidupnya di tengah-tengah kampung itu tertutup, tidak mau dibantu, jarang keluar rumah. 

Para tetangga yang sangat peduli terkadang putus asa juga menghadapi tabiat keluarga yang seperti ini. Lalu apa yang harus kita lakukan.

Peristiwa di Kalideres ini memberi pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua untuk peduli. Jangan buta terhadap situasi di keliling kita. 

Pasang mata telinga, tangan, kaki dan hati. Sapalah tetangga kita, minimal kanan kiri anda. Sekecil apapun bantuan kita, itu sudah menyelamatkan kehidupan mereka.

Di jaman yang semakin modern, apalagi hidup di perumahan di kota besar yang namanya peduli itu hampir tidak ada. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun