Mohon tunggu...
Abdullah al-jakarty
Abdullah al-jakarty Mohon Tunggu...

santri biasa

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Ada Berkah di Balik Musibah

25 Agustus 2013   18:25 Diperbarui: 24 Juni 2015   08:50 576 3 0 Mohon Tunggu...

Ada seseorang yang terkena musibah.

Tepatnya ia terkena bencana alam.

Gelombang lautan yang ganas dan dahsyat menerjang dan menghempaskan hartanya, ayahnya, ibunya, dan kerabatnya.

Ia pun merasa sedih, pedih dan sakit, hingga terucap dari lisannya: "Allah itu kejam, kenapa membiarkan saya seperti ini?! "

Saudaraku, perlu engkau ketahui, selama seorang hamba masih bernafas dan sepanjang jantungnya masih berdetak, pasti dan pasti ia mendapat cobaan dan ujian dari Allah.

{Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. } (QS. Al-Baqarah: 155)

Bencana alam, kematian orang yang disayangi, kemiskinan, penyakit dan berbagai musibah lainnya, merupakan ujian dari Allah.

Lantas, apa sikap seorang mukmin menghadapi semua ini? Apakah ia mengeluh, dongkol dan murka kepada Allah atau justru rida dan bersabar atas ujian dari-Nya?

Setelah menyebutkan berbagai cobaan di atas, Allah berfirman: {Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. }(QS. Al-Baqarah: 155)

Siapa orang-orang yang sabar itu?

Allah melanjutkan: {(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: 'Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun. (Sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nyalah kami akan kembali)}(QS. Al-Baqarah: 156)

Lantas apa berita gembira bagi orang-orang sabar itu?

Allah melanjutkan: {Mereka Itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. } (QS. Al-Baqarah: 157)

Saudaraku, perlu engkau ketahui, ujian yang Allah berikan kepada hamba-Nya merupakan tanda cinta-Nya kepadanya.

إِنَّ عِظَمَ الجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ البَلَاءِ، وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

"Sesungguhnya besarnya pahala tergantung besarnya cobaan. Dan sungguh, Allah jika mencintai suatu kaum, maka Allah memberikan mereka ujian. Siapa yang rida terhadap ujian tersebut, baginya keridaan Allah. Sebaliknya, siapa yang murka, baginya kemurkaan Allah. " (HR. Tirmidzi)

Dan perlu kita ketahui, musibah yang diberikan kepada seorang mukmin merupakan sarana penghapus dosanya.

Nabi صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَbersabda:

مَا يُصِيبُ المُسْلِمَ، مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ، وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا، إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

"Tidaklah seorang muslim merasakan letih, penyakit, sedih, pedih, sakit, gundah, hingga duri yang menusuknya, melainkan dengan sebab semua itu Allah mengampuni dosa-dosanya. " (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah dan Abu Said)

مَا يَزَالُ البَلَاءُ بِالمُؤْمِنِ وَالمُؤْمِنَةِ فِي نَفْسِهِ وَوَلَدِهِ وَمَالِهِ حَتَّى يَلْقَى اللَّهَ وَمَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ

"Senantiasa cobaan menimpa seorang mukmin, pria maupun wanita, baik pada dirinya, anaknya dan hartanya hingga bertemu Allah dalam keadaan tidak memiliki kesalahan sedikit pun. " (HR. Tirmidzi dari Abu Hurairah)

Jadi, ada kebaikan di balik cobaan dan ada berkah di balik musibah.

Karena itu, sikap seharusnya bagi muslim adalah bersabar tatkala menghadapi musibah dan bersyukur tatkala menghadapi kenikmatan.

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ، صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

"Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Sesungguhnya seluruh perkaranya baik. Dan itu tidak didapati kecuali dari seorang mukmin. Jika ia mendapatkan kenikmatan, ia bersyukur, maka itu baik baginya. " (HR. Muslim)

Semoga kita menjadi hamba-hamba-Nya yang senantiasa bersabar atas musibah dari-Nya dan bersyukur atas segala nikmat-Nya.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x