Sosial

Lunturnya Interaksi Sosial di Lingkungan Masyarakat Indonesia

16 Mei 2018   23:30 Diperbarui: 16 Mei 2018   23:30 435 0 0

Oleh: Ibron Imam Hunaifi

Kita tentu mengetahui bahwa masyarakat Indonesia terkenal dengan keramahan dan gotong royongnya. Tidak dapat di pungkiri pernyataan tersebut diatas memang benar. Bahkan masyarakat mancanegara yang pernah singgah di Indonesiapun mengatakan hal yang sedemikian.

Seperti yang telah digambarkan dalam sebuah peribahasa "berat sama di pikul, ringan sama dijinjing" yang memiliki arti bahwa masyarakat Indonesia memiliki anggapan bahwa jika pekerjaan di kerjakan bersama maka tidak akan menimbulkan rasa lelah, begitu juga jika berbagi kesedihan dan kesenangan bersama maka tidak akan menimbulkan rasa iri dan dengki.

Pengaplikasian dari peribahasa di atas tentu dapat menghasilkan kehidupan masyarakat yang aman dan tentram, berkumpul bersama, berbagi masalah, berbagi makanan sampai berbagi pekerjaan. Stiap hari ada suara anak-anak yang sedang bercengkrama dengan teman-teman sebayanya, ibu-ibu sedang memasak bersama dengan berbagi resep, para kepala rumah tangga sedang gotong-royong membantu pembongkaran rumah salah satu warga.

Tentu saja sangat indah dan membuat siapapun iri melihat kebersamaan masyarakat yang demikian, namun semua itu mungkin hanya sebuah wacana dan angan belaka, karena seiring berjalannya waktu, mengikuti perkembangan zaman yang ada semua aplikasi dari peribahasa tersebut semakin hari semakin memudar. Faktanya dengan adanya alat-alat yang canggih membuat sekat pembatas diantara masyarakat.

Dengan adanya sekat tersebut membuat Interaksi dikalangan masyarakat bernilai 20. Karena kontak sosial dan komunikasi anatar masyarakat semakin jarang dilakukan. Hanya karena terdesak dan sangat membutuhkan pertolongan saja masyarakat mau menghubungi tetangganya.

Apalagi dengan adanya internet dan handphone yang canggih membuat masyarakat lupa bahwa dia memiliki tetangga, bahkan terkadang dengan tetangganya sendiripun dia tidak kenal. Karena kemudahan teknologi membuat masyarakat menjadi malas. Apapun yang mereka lakukan dan mereka inginkan tingkal klik satu tombol langsung beres semua.

Contohnya saja, jika kita menginginkan suatu barang tinggal klik beli maka transaksi pembelian pun terjadi tidak seperti dulu yang mana kita harus pergi kepasar dan bertemu langsung dengan penjualnya kemudian terjadilah transaksi jual-beli. Contoh yang lain dulu jika ingin mengetahui kabar saudara yang letaknya jauh, kita harus menulis surat dan mengirimnya lewat pos yang harus menunggu waktu hingga berhari-hari bahkan berminggu-minggu untuk dsampai kepada orang yang dikirimi surat, belum lagi balasan surat tersebut. Namun sekarang dengan adanya handphone kita hanya mengirim pesan singkat atau yang biasa disebut sms atau mungkin kita bisa melakukan telfon bahkan kita juga bisa melakukan video call untuk mengetahui keadaan saudara yang jauh, dan itupun kita langsung mendapat respons.