Mohon tunggu...
Imam Abdul
Imam Abdul Mohon Tunggu... Pembelajar

Bersama tulisan untuk mencerdaskan Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Program Pengabdian LPPM UNS: Teknologi Penampung dan Penjernih Air Sungai di Dukuh Basan Kulon, Kabupaten Sragen

25 Oktober 2020   14:00 Diperbarui: 25 Oktober 2020   14:03 22 0 0 Mohon Tunggu...

Dusun Basan Kulon, Desa Sambi Kecamatan Sambirejo merupakan daerah yang terletak di bagian selatan kabupaten Sragen yang dekat dengan perbatasan Jawa Timur dan Kabupaten Karanganyar. Wilayah ini berada dikaki Gunung Lawu sehingga secara geografis terletak di dataran tinggi dan perbukitan yang meliputi 3 RT (30, 31, 32). Jumlah penduduk dusun Basan Kulon yaitu 325 jiwa yang terdiri dari 110 KK. Mata pencaharian penduduk di dusun ini adalah 70% sebagai petani padi sisanya 30% sebagai peternak, buruh bangunan, pedagang, dan tukang kayu. Dusun Basan Kulon adalah salah satu wilayah yang tidak dilalui oleh saluran PUAM pemerintah padahal untuk mendapatkan air bersih merupakan hak setiap warga negara yang telah diatur dalam undang-undang. Keadaan ini memaksa warga Basan Kulon untuk berupaya mencukupi kebutuhan air bersih dengan mengandalkan air sungai yang berjarak 5 km kemudian disalurkan dengan menggunakan pipa hasil biaya swadaya masyarakat setempat.

Keterbatasan biaya dan belum meratanya pasokan air menjadikan warga memanfaatkan air singai yang mengalir dan masih keruh. Warga tidak mempunyai pilihan lain untuk mendapatkan air bersih selain dari sungai. Pada musim penghujan yang seharusnya air melimpah namun malah kesulitan dalam mencari air bersih, hal ini disebabkan karena air sungai yang terkontaminasi air hujan menjadi keruh sedangkan pada musim kemarau kesulitan mencari air karena sungainya kering. Kemarau tahun 2019 menjadi kemarau terparah diwilayah ini, terbukti oleh warga yang harus mencari air dari daerah lain yang diangkut dengan truk air seadanya. Air yang mengalir si saluran irigasi/ sungai memiliki kekurangan adanya pencemaran yang terjadi. Pencemaran air ini dapat berasal dari beberapa sumber seperti, 1. Sumber domestik (rumah tangga), perkampungan, kota, pasar, jalan, dan sebagainya 2. Sumber non-domestik (pabrik, industri, pertanian, peternakan, perikanan, serta sumber-sumber lainnya (Asmadi & Kasjono, 2011).

Cara pengolahan air ada beberapa macam, salah satunya yaitu koagulasi menggunakan koagulan, seperti besi (III) klorida (FeCl3), alum (AlCl3), tawas (KAl [SO4]2.12H2O) dan polialuminium klorida (PAC) (Putra et al., 2009). Penggunaan koagulan ini memiliki dampak yang tidak baik bagi kesehatan manusia karena adanya penurunan pH dan juga menghasilkan limbah sluge (Yin, 2010). Penggunaan arang sebagai media penyaringan juga bagus sehingga memudahkan masyarakat untuk mendapatkannya (Priambada et al., 2019). Pertimbangan lapangan yang memungkinkan dengan menambahkan bak penampung/penyaring, maka digunakanlah system penyaringan secara upflow Gambar 1. Penyaringan secara upflow merupakn penyaringan yang sangat efektif untuk mengurangi kadar besi dan mangan yang menggangu kesehatan manusia (Organization, 2016; Sanchez Torres, 2016). Konstruksi sistem penyaringan dibuat sesederhana mungkin sehingga dapat dipelihara, dioperasikan, bahkan diduplikasi oleh warga sekitar.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI No. 416/MENKES/PER/IX/1990 tentang Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air diketahui bahwa air bersih memiliki ciri-ciri awal, yakni tidak berbau, tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak keruh. Penggunaan air yang kotor berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Penyakit yang timbul akibat krisis air, antara lain, kolera, hepatitis, polymearitis, typoid, disentri, trachoma, scabies, malaria, yellow fever, dan penyakit cacingan (Collin, 2009). Akibat keterbatasan air yang tersedia terutama air bersih dan sehat bagi manusia, maka diperlukan teknologi untuk mengolah air dari sumber air.

Berdasarkan permasalahan yang ada di Basan Kulon perlu dibangun sebuah tampungan air sementara berkapasitas 18.000 Liter yang ada ruang pengendapannya. Pembangunan ini bertujuan agar kotoran air sungai dapat mengendap di bak penampungan saat musim penghujan dan dapat menjadi alat penampungan air berkapasitas besar saat musim kemarau. Sehingga nantinya warga Basan Kulon sudah tidak kesulitan untk mendapatkan air bersih yang layak serta dapat mengalirkan air setiap waktu. Tandon akan di bangun diatas bukit sesuai dengan kondisi georgafis wilayah Basan Kulon, sehingga air hanya memanfaatkan gaya gravitasi supaya mengalir kerumah-rumah warga.

Metode penyaringan yang digunakan pada pengabdian ini yaitu dengan menggunakan penyaringan dua segmen. Segmen pertama merupakan penyaringan untuk mengendapkan kotoran/partikel dengan ukuran besar, sedangkan pada segmen kedua dilakukan penyaringan dengan menggunakan penyaring berbahan stainless ukuran 50 mesh dan diatasnya diberi batu kerikil dan pasir untuk menyaring partikel berukuran kecil. Dapat dilihat pada gambar berikut :

b-5f95181d8ede487ce01fde22.png
b-5f95181d8ede487ce01fde22.png
Metode yang digunakan dalam pengabdian ini dilakukan melalui beberapa tahap sebagai yang dimulai dengan tahap sosialisasi atau penyuluhan penggunaan dana yang berisi pengarahan tentang tata cara penggunaan dan pelaporan dana kegiatan oleh mitra. Kemudian dilanjutkan dengan pengarahan pembuatan bak penampungan dengan menjelaskan tentang  pembuatan bak air kepada pelaksana pembangunan. Selanjutnya dilakukan pendampingan secara intensif yang selalu terkontrol sesuai target yang diharapkan. Proses pengerjaan akan dilakukan oleh masyarakat secara gotong royong.

Bak penampung dibuat secara swadaya masyarakat dengan gotong royong. Dana pembangunan didapatkan dari pengabdi. Bak penampung dibuat dua segmen dengan ukuran 400 x 225 cm pada penampung utama dan 100 x 120 cm pada bak penyaring/sedimen dengan kedalaman 200 cm. pada setiap segmen diberi lubang orang untuk mempermudah pada proses perawatan.

c-5f95183a8ede486eeb268882.jpg
c-5f95183a8ede486eeb268882.jpg
Sistem penyaringan air dibuat seperti pada Gambar 5. Terdapat dua sisitem penyaringan, pada segmen pertama dibuat lebih besar dibandingkan segmen dua. Segmen pertama dibuat dengan tujuan untuk menampung sedimen kotoran dengan ukuran partikel besar. Aliran air masuk dari dibagian atas, selanjutnya air akan mengalir menuju segmen kedua (penyaringan) melalui saluran bagian bawah dengan tujuan kotoran dengan partikel besar tertinggal di bak segmen pertama dan partikel kecil tertahan pada bak segmen kedua. Pada tahap berikutnya air akan dialirkan menuju bak penampung utama dan diteruskan untuk didistribusikan menuju rumah-rumah warga untuk dimanfaatkan.

Sistem penyaringan pada segmen kedua menggunakan batu kecil, pasir dan juga saringan stainless steel dengan mesh 50. Saringan mesh diletakkan pada bagian paling bawah dan diatasnya ditambahkan batu serta pasir secara acak. Pasir disini bertujuan sebagai alat filter partikel kecil yang terdapat pada air.

d-5f95186cd541df2e73489b42.jpg
d-5f95186cd541df2e73489b42.jpg
Sosialisasi penerapan teknologi yang digunakan pada bak penampungan dengan system penyaringan ini kemudian disosialisasikan kepada warga masyarakat di Dukuh Basan Kulon, Kelurahan Sambi, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen melalui paparan langsung dengan perangkat dukuh. Hal ini dilakukan dengan tujuan memberi pemahaman kepada warga masyarakat tentang bagaimana mekanisme kerja, bahan penyusun penyaringan, serta cara perawatannya. Penjelasan tentang system penyaringan yang harus dibersihkan secara berkala dengan tujuan mengurangi dampak tersumbatnya aliran air serta menjadi keruh kembali air yang mengalir. Pembersihan system penyaringan dilakukan setiap tiga bulan sekali. Sedangkan pada bak segmen pertama dilakukan pembersihan dengan menguras sedimen yang ada, dan melakukan backwash selama satu jam. Selain itu, sebelum pembersihan dapat dilakukan pengecekan air yang keluar setelah penyaringan. Apabila air keluaran telah terjadi kontaminasi (keruh sebelum waktu 3 bulan) dapat dilakukan pembersihan. Panyebab kekeruhan terjadi lebih awal biasanya diakibatkan karena adanya hujan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN