Mohon tunggu...
Ilyani Sudardjat
Ilyani Sudardjat Mohon Tunggu... Relawan - Biasa saja

"You were born with wings, why prefer to crawl through life?"......- Rumi -

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Praktik Bisnis Herbalife di-Investigasi di AS, Bagaimana di Indonesia?

14 April 2014   23:09 Diperbarui: 23 Juni 2015   23:41 7739
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Siapa yang tidak kenal di Herbalife di Indonesia? Di fb ada teman yang nawarin, dijalan-jalan aja banyak yang ngider, dan yang paling terkesan, pas saya silaturrahmi ke bukdenya suami. Eh didesa yang aman, damai, tentram, sawah masih terhampar, terlihat beberapa produk ini nankring di rumah warga. Bukan apa-apa, saya jadi mikir soal daya beli masyarakat desa, secara setahu saya harga produk Herbalife ini bukan seharga jamu gendong. Tapi hampir Rp 500-an ribu atau kalau paket-paketannya bisa jutaan rupiah.

Mengapa bisa demikian gencar dan agresif promosinya? Bahkan banyak loh yang rela ngider dengan pin bertuliskan 'Turun 16 kg'. Jadi mesti bilang wow gitu, hehe. Padahal walau kelihatan sudah turun banyak, kelihatan wajahnya gak seger. Gak tau ya, apa hanya perasaan saya saja. Memang sepertinya produk andalan Herbalife adalah produk penurun berat badan itu.

Nah ternyata rahasia mengapa produk ini demikin gencar dipasarkan adalah karena sistem pemasarannya yang disebut skema piramida. Skema ini sebenarnya tidak begitu mengandalkan kualitas produknya, tetapi insentif yang sangat besar kepada distributor. Semakin banyak yang bisa ditarik sebagai DL (downline), semakin besar insentifnya.

Di tempat asal produk Herbalife ini sendiri, pemerintah AS mulai menginvestigasi sistemnya. US Senator Edward Markey mengirim surat ke US Securities and Exchange Comission (semacam Bapepam di Indonesia) dan Federal Trade Commission, mendesak agar komisi ini menyelidiki praktik bisnis Herbalife. Di Kanada, kasus ini juga sudah masuk  Badan Persaingan Usaha Kanada (semacam KPPU di Indonesia).

Apa alasan Senator mengirim surat tersebut? Alasannya diungkap disini:

“There is nothing nutritional about possible pyramid schemes that promise financial benefit but result in economic ruin for vulnerable families,” Markey said in a statement today.

“Herbalife may be a purveyor of health and wellness products, but some of its distributors are suffering serious economic ill-health as a result of their involvement in the company. I have serious questions about the business practices of Herbalife and their impact on my constituents.”

Selain praktik bisnis yang bisa membahayakan kelompok keluarga tidak mampu, kandungan Herbalife ternyata juga tidak sehebat klaimnya. Bahkan ditengarai mengandung bahan berbahaya sebagai berikut:

1. Mengandung Genetic Modified Organism (GMO) di bahan soy lechitin, corn (jagung), minyak canola.

2. mengandung carageenan, yang merupakan emulsifier beracun. Walaupun dengan dosis yang kecil, bisa beracun bagi sel manusia

3. memakai pemanis buatan, artifisial flavor, pewarna buatan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun