Mohon tunggu...
Ilyani Sudardjat
Ilyani Sudardjat Mohon Tunggu... Biasa saja

"You were born with wings, why prefer to crawl through life?"......- Rumi -

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Pilihan

Setelah Akuisisi Holchim Rp 25 T, Semen Indonesia Malah Dihajar Semen China?

14 Juli 2019   10:53 Diperbarui: 14 Juli 2019   11:00 0 3 0 Mohon Tunggu...

Tampaknya satu persatu manufaktur Indonesia dipreteli produk China yang dijual sangat murah. Bukan hanya industri biasa, bahkan BUMN, usaha milik negara yang harusnya didukung negara dan bisa lebih kompetitif, kini pontang panting menghadapi ganasnya kompetisi dengan produk China.

Salah satunya adalah Baja Krakatau Steel yang memPHK 1300 karyawannya. PHK ditolak oleh ribuan Karyawan yang menggelar demo. 

Kini gejala itu tampaknya mulai menghampiri semen Indonesia. Padahal baru beberapa bulan lalu, November 2018, PT.Semen Indonesia  mengakuisisi Holchim senilai Rp 25 Triliun. 

Dengan Akuisisi ini, PT.Semen Indonesia mengukuhkan dirinya sebagai pemain terbesar di industri semen secara nasional maupun Asia Tenggara. Anak perusahaan PT Semen Indonesia diantaranya PT.Semen Gresik, Semen Padang, Tonasa.

Tetapi kini perusahaan ini juga ketar ketir, lesu menghadapi persaingan harga semen dari China yang harganya bisa tak masuk akal. Dumping?

Produk semen China merek Garuda (PT.Ju shin), Conch, Hippo kisaran harganya bisa selisih Rp 5000- Rp 10 ribu per sak 40-50 kg dengan semen nasional seperti semen Gresik. 

Dan semen semen China ini sangat agresif memasarkannya, baik secara offline maupun online. Beberapa kali saya lihat juga iklan billboard semen ini di pinggir jalan.

Mengapa harga semen China sangat murah? Di negerinya sendiri semen China merupakan pencemar udara utama.  Bisa jadi harga murahnya itu dumping karena peralihan pasar akibat perang dagang? Atau insentif ekspor pemerintah China yang sangat tinggi? 

VIDEO PILIHAN