Mohon tunggu...
Ilyani Sudardjat
Ilyani Sudardjat Mohon Tunggu... Biasa saja

"You were born with wings, why prefer to crawl through life?"......- Rumi -

Selanjutnya

Tutup

Hukum

Ada Indikasi Korupsi KJA Sabang Program KKP?

12 Juli 2019   16:25 Diperbarui: 12 Juli 2019   16:31 0 1 1 Mohon Tunggu...

Keramba Jaring Apung (KJA) offshore atau lepas Pantai merupakan program Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), yang dlaksanakan di 3 wilayah percontohan (pilot project)  yaitu Sabang, Pangandaran dan Karimun Jawa. 

Nilai total proyeknya mencapai Rp 131 Milyar. Satu keramba memiliki 8 kolam Jaring Apung dengan diameter sekitar 25 m. 

Tahun lalu, April 2018 Jokowi meresmikan KJA di Pangandaran. Ribuan bibit ikan jenis barrumundi (kakap putih) disebar.  Tetapi sebulan kemudian (Mei 2018) KJA Pangandaran rusak. 

Hingga setahun ini, kedelapan kolam Jaring Apung sudah tidak berfungsi, ada yang hancur parah, terseret gelombang laut hingga tersangkut di batuan Pantai Madasi, 4 tenggelam. 

Nasib KJA Sabang lebih kurang sama. Belum dioperasikan sudah rusak parah. Hingga kedelapannya ditarik ke dermaga. 

Tetapi untuk kasus di Sabang jnj. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh bertindak cepat. Kejatimenyelidiki indikasi Korupsi dalam pengadaan KJA ini. 

Sekarang sudah tahap penyidikan, dengan memanggil/memeriksa mantan Dirut Perinus (Perikanan Nusantara) Dan Direktur di KKP, Coco Soetrisna. Diperiksa juga ketua Tim pengadaan, Dan pihak perusahaan Norwegian Aquaoptima AS. 

Jadi KJA yang dibuat memang impor dari Norwegia, memakai standar Norwegia, dan entah kapan studi kelayakannya? 

Yang jelas, harusnya KPK juga menyelidiki proses pengadaannya? Dana yang dipakai Rp 131 Milyar dari APBN tentu harus dipertanggungjawabkan. 

Kajati Aceh tentu lingkupnya hanya KJA Sabang. Bagaimana dengan KJA Pangandaran yang juga rusak parah hanya sebulan setelah diresmikan Jokowi? KJA Karimun? Aneh sekali proses pengadaannya, bukan sekedar soal spesifikasi yang gak nyambung?