Mohon tunggu...
Ilyani Sudardjat
Ilyani Sudardjat Mohon Tunggu... Biasa saja

"You were born with wings, why prefer to crawl through life?"......- Rumi -

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Perbandingan Massa Prabowo Vs Jokowi di Solo, Pertanda?

10 April 2019   21:39 Diperbarui: 14 April 2019   06:15 0 11 6 Mohon Tunggu...
Perbandingan Massa Prabowo Vs Jokowi di Solo, Pertanda?
Sumber: twitter BP

Hari ini, Rabu 10 April 2019 Prabowo kampanye akbar di Solo, di lapangan Sriwedari. Kampanye disini Prabowo ditemani oleh AHY yang secara tegas menyebutkan pilihan ke Prabowo Sandi. Demokrat solid dukung 02.

Sehari sebelumnya, Jokowi juga melakukan kampanye yang sama di tempat yang sama, Selasa 9 April 2019.

Solo memang menjadi kota yang strategis bagi Jokowi, karena di kota inilah Jokowi berasal dan mengawali kariernya di dunia politik, sebagai walikota yang diusung oleh PDIP. 

Ketika menjabat yang kedua Jokowi menang telak disini, nyaris mendekati 90%. Jabatan periode ke-2 belum berakhir, Jokowi maju ke pilgub DKI bersama Ahok, diusung oleh PDIP dan Gerindra, melawan petahana, Foke-Nara. 

Hasil survei Jokowi Ahok ketika itu hanya kisaran belasan persen (LSI 14,4% menjelang pencoblosan). Tetapi kita tahu Jokowi Ahok menang putaran pertama dapet 43% (nyaris 30% lebih tinggi dari hasil survei) kemudian lanjut putaran kedua tetap menang. 

Tahun 2014 ketika Jokowi JK maju pilpres 2014, di Jateng, kandang banteng juga penyumbang kemenangan telak Jokowi dengan selisih diatas 30% dengan Prabowo Hatta. Khusus Solo, tahun 2014 Jokowi JK mencapai 85%, sementara Prabowo Hatta hanya 15%. Selisih 70%.

Kini di pilpres 2019, apakah kemenangan Jokowi secara telak akan terjadi? Jokowi menargetkan kemenangan di Solo sebesar 90%, sedangkan di Jateng sebesar 70%.

Tetapi melihat kampanye yang sama sama dilakukan di Solo, basisnya Jokowi, terlihat bahwa pesona Jokowi sudah luntur? Massa yang datang (juga dari luar Solo) masih kalah oleh massa yang datang di kampanye Prabowo. Walaupun ada kendala massa Prabowo yang dari luar Solo di razia oleh aparat?

Militansi pendukung Jokowi sudah meredup. Jika Sudirman Said adalah test the water dukungan itu ketika menantang petahana Ganjar, maka bulan Juni 2018 modalnya sudah 43%.  Ohiya angka survei pilgub Jateng yang dirilis beberapa minggu sebelum pencoblosan, Sudirman Said juga hanya 13% loh, selisihnya naik 30% pas hasil sebenarnya.

Ditambah dengan intensifnya kampanye di Jateng selama 8 bulan ini, diharapkan suaranya sudah bisa mencapai 50%?

Mengapa warga Jateng beralih ke mendukung Prabowo? Saya menulisnya disini Menakar Jateng bagi Kemenangan Prabowo.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x