Ilyani Sudardjat
Ilyani Sudardjat profesional

"You were born with wings, why prefer to crawl through life?"......- Rumi -

Selanjutnya

Tutup

Kandidat

Langit di Atas Sandiaga

12 Februari 2019   17:00 Diperbarui: 12 Februari 2019   20:22 127 0 1

Ada yang unik saat Sandiaga di Tegal bertemu pendukungnya. Mereka berteriak agar Sandi melihat langit yang bercahaya. Matahari redup dengan cahaya cincin melingkarinya. Fenomena optis halo matahari yang indah.

Fenomena ini terjadi ketika awan cirus yang amat tinggi membeku menjadi kristal es yang membiaskan cahaya. Cukup unik dan kata kepala desa itu pertanda. Bahwa Sandiaga akan jadi penguasa?

Entahlah. Yang jelas janji yang terucap pada warga akan naik ke langit sebagai gelombang suara. Tersimpan di awan tertahan di udara. Jadi embun menetes di pagi hari menyentuh kelopak bunga. Janji yang terucap bukan hanya nempel di kepala manusia. Tetapi juga berjejak di alam semesta? 

Betapa berat beban seorang pemimpin yang amanah. Kehidupan rakyat menjadi beban tanggung jawabnya. Bukan dengan diberi aneka sedekah. 

Tetapi kebijakan yang nyata keberpihakannya. Membuka akses seluas dan seadilnya. Mengangkat rakyatnya yang terlemah. Sehingga gampang mencari nafkah. 

Menjamin akses pendidikan, kesehatan, perlakuan didepan hukum yang setara. Bukan membela yang kaya dan yang kuasa. Bukan menindas yang lemah. 

Bahkan ketika pemimpin mengingkari janjinya. Disaat berkuasa semena mena. Bertindak semaunya demi kepentingan kelompok atau golongannya. Hukum tumpul ke atas tajam ke bawah. Mengekang kebebasan bersuara. Padahal itu hak asasi manusia.

Pemimpin yang tak tahu apa apa ketika rakyatnya menderita. Petani nelayan terkendala mencari nafkah. Hingga rakyatnyapun tak mampu lagi bertindak apa apa. Karena satu per satu masuk penjara. Maka hanya langit yang bisa. Memberi peringatan untuk menghentikannya.