Mohon tunggu...
Ilyani Sudardjat
Ilyani Sudardjat Mohon Tunggu... Biasa saja

"You were born with wings, why prefer to crawl through life?"......- Rumi -

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

Prabowo soal Air Laut hingga HI, Penyebab hingga Solusinya?

22 November 2018   09:13 Diperbarui: 22 November 2018   18:41 0 2 1 Mohon Tunggu...

Ketika pidato di Indonesia Economic Forum, Prabowo menyebutkan kondisi Jakarta yang rentan. Tahun 2025 air laut Priok bisa sampai Bundaran HI.

Pernyataan Prabowo dibenarkan oleh Basuki, Menteri PUPR, terus katanya 'makanya pemerintah mau bangun National Capital Integrated Coastal  Development (NCICD), dengan giant sea wall. 

Begitupun Anies Baswedan, Gubernur Jakarta juga menyebutkan emang seperti itu, dan antisipasi yang dibuat pemprov DKI dengan menahan laju pemakaian air tanah (termasuk sidak ke gedung gedung megah, hotel mewah, yang ternyata sebagian.besar tidak memiliki resapan air dan nyedot air tanah), membuat drainase vertical besar untuk mengisi kembali tanah dengan air.

Jadi, penyebab Jakarta bisa dimasuki air laut Priok adalah penurunan air muka tanah akibat penyedotan air tanah besar besaran dan beban bangunan/infrastruktur, kemudian peningkatan air muka laut akibat perubahan iklim dan habisnya hutan bakau akibat pembangunan perumahan mewah, bandara, dan berbagai proyek lainnya.

Tetapi benarkah solusinya seperti disebut Basuki dengan tanggul raksasa yang bisa menyedot hingga Rp 600 Triliun? Kalau jadipun biaya operasionalnya sangat mahal?

Nah ini yang menjadi masalah. Kebetulan saya mendengar paparan ahli Teknik Kelautan ITB, Muslim Muin, yang menyebutkan bahwa tanggul raksasa bukan solusi bagi Jakarta. Karena apa? 

Jakarta dialiri oleh 13 aliran sungai yang membutuhkan jalan ke laut lepas. Adanya tanggul raksasa akan membuat jalan air tertahan, bisa membuat seperti kolam raksasa buangan sungai. Termasuk juga proses sedimentasi yang dibawa oleh aliran sungai ini. 

Selain itu ada ribuan nelayan yang terhalang dalam mencari nafkah ke laut. Ini juga yang membuat nelayan protes soal pembangunan tanggul raksasa.

Jika ingin menahan laju air laut masuk ke daratan adalah dengan memperbaiki sisi hulu, memperbaiki Daerah Aliran Sungai, mengurangi pemakaian air tanah, bikin resapan air sebanyaknya.

Sedangjan sisi muara/hilir ya dengan menanam kembali hutan bakau di sepanjang pantai Utara/Jakarta. Hutan bakau sepanjang 32 km sudah habis, kini tinggal 2 km saja. 

Hutan bakau dengan kepadatan tertentu ini juga akan sangat menolong jika saja suatu waktu gunung Krakatau erupsi tinggi. Pohonnya memecah gelombang, genangan airnya menahan laju kecepatan arus laut jika terjadi tsunami.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2