Mohon tunggu...
Edukasi

Evaluasi BK

21 April 2019   17:39 Diperbarui: 23 April 2019   08:25 0 1 0 Mohon Tunggu...

Penilaian adalah langkah penting dalam manajemen program pendidikan. Tanpa penilaian tidak mungkin kita dapat mengetahui dan mengindentifikasi suatu keberhasilan pelaksanaan program bimbingan dan konseling yang telah direncakan matang-matang. Guru bimbingan dan konseling di setiap sekolah selalu merancang program layanan bimbingan dan konseling dalam berbagai bidang. Dimana program layanan ini disusun sebagai pedoman bagi guru pembimbing dalam memberikan suatu layanan bimbingan dan konseling.

Dalam mengembangkan suatu program layanan bimbingan dan konseling guru pembimbing memfokuskan program layanan ke dalam program bimbingan dan konseling komprehensif yang meliputi layanan dasar dan dukungan system ke dalam empat bidang dimana bidang tersebut meliputi bidang sosial, pribadi, belajar dan karier. Jadi, dengan demikian dapat dikatakan evaluasi program bimbingan dan konseling merupakan satu kegiatan yang begitu penting, karena berdasarkan hasil itulah dapat diambil kesimpulan bahwasanya kegiatan apa yang telah dilakukan itu dapat mencapai sasaran yang diharapkan secara efektif dan efisien, dimana kegiatan itu dapat dilanjutkan atau tidak.

Fokus pada suatu masalah ini adalah dimana implementasi progam bimbingan dan konseling di SMA Negeri 2 yang meliputi perencanaan, proses dan evaluasi program bimbingan dan konseling. Tujuan merupakan pedoman/arah yang harus dipatuhi oleh semua petugas bimbingan dan konseling di sekolah agar program bimbingan dan konseling yang telah direncanakan dapat tercapai. Tujuan yang dimaksud dalam bentuk sejumlah kompotensi yang harus dikuasi peserta didik, maka segala aktivitas bimbingan dan konseling harus selalu diarahkan untuk membantu peserta didik dalam pencapaian standar kompetensi.

Tujuan dalam program bimbingan dan konseling terdiri dari tujuan utama dan tujuan yang sudah diturunkan dalam berbagai layanan. Berdasarkan dengan pada masalah diatas , tujuan utama program bimbingan dan konseling SMA Negeri 2 yaitu "Membantu siswa dalam menyelesaikan masalah dan mengembangkan diri baik bidang belajar, sosial, pribadi, dan karir". Dimana tujuan program tersebut juga dapat bersifat sasaran apabila tujuan yang diharapkan dapat diukur secara konkrit dengan ciri pragmatis, konkrit dan kuantitatif misalnya seperti siswa dapat mengentaskan masalah yang dihadapi, atau klien dapat menunjukkan rasa bahagia dan merasa puas setelah memperoleh layanan konseling.

Berdasarkan kasus diatas dapat dikatakan identifikasi kebutuhan siswa masih kurang karena telah melakukan asesmen dari berbagai sumber. Selain itu identifikasi juga digunakan untuk melihat latar belakang munculnya kebutuhan siswa tersebut. Terdapat beberapa bagian yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan kembali pada kegiatan identifikasi kebutuhan. Mengidentifikasi kebutuhan apa yang seharusnya dilakukan kepada seluruh siswa agar diperoleh data kebutuhan yang sesuai dengan kondisi seluruh siswa.

Agar kegiatan identifikasi tidak memakan waktu yang lama diperlukannya siasat yang tepat untuk meminimalisir penggunaan waktu oleh guru bimbingan dan konseling. Penggunaan berbagai instrumen dalam identifikasi akan membantu dalam memperoleh data identifikasi yang lebih sesuai dengan kondisi di lapangan. Berdasarkan hal tersebut maka sub komponen identifikasi kebutuhan dalam program bimbingan dan konseling perlu mendapat perhatian khusus.Oleh karena itu layanan bimbingan dan konseling juga harus memuaskan pelanggannya yaitu siswa.

Berdasarkan kasus diatas dapat kita diketahui bahwa pelayanan bimbingan dan konseling SMA Negeri 2 dinilai baik oleh siswa. Melihat hasil peneltian, dapat dikatakan jika layanan bimbingan dan konseling sudah memenuhi tujuan program bimbingan dan konseling. Evaluasi Hasil dengan Membandingkan Tujuan, Kebutuhan, dan Komponen Program Lainnya.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x