Mohon tunggu...
Ilmina Jihan Zafira
Ilmina Jihan Zafira Mohon Tunggu... let's be happier

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga (NIM: 20107030037)

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Masih Ditemani Pandemi, Tetap Sambut Idulfitri dengan Rasa Syukur dan Lapang Hati

11 Mei 2021   15:18 Diperbarui: 11 Mei 2021   15:40 387 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Masih Ditemani Pandemi, Tetap Sambut Idulfitri dengan Rasa Syukur dan Lapang Hati
Sumber gambar: freepik.com/odua

Hari kemenangan tahun ini sepertinya tidak akan jauh berbeda dengan tahun lalu, bertegur sapa dan menanyakan kabar sanak saudara via vidcall dan terpaksa memaklumi keadaan yang lambat laun rupanya tak kunjung membaik. 

Mungkin masih hangat di benak kita, memori-memori masa lalu yang berputar layaknya pita film yang menayangkan rangkaian sebuah kisah. Idulfitri yang membawa suasana tersendiri dan terpatri dalam hati setiap orang, menyuguhkan kesan berbeda dengan hari-hari biasa ketika kita disibukkan dengan persiapan mudik, kue-kue lebaran, parsel-parsel yang dihias sedemikian rupa, baju baru, dan tentu saja, perasaan menggebu-gebu ketika akhirnya bisa bersitatap dengan saudara yang dalam satu tahun mungkin hanya satu-dua kali dapat kita jumpai atau bertemu langsung dan melepas kerinduan. Atau mungkin jauh sebelum itu, dalam artian sudah bersiap untuk pulang kampung satu-dua minggu sebelum hari raya Idulfitri. 

Jika begitu, tentu bulan Ramadan akan terasa lebih berwarna dengan kehadiran sanak saudara atau keluarga besar di sisi kita. Buka bersama, berangkat shalat tarawih bersama, dan bertukar cerita selepasnya. 

Moment-moment seperti itu tampaknya begitu dirindukan pada Ramadan tahun ini dan tahun sebelumnya, mengingat adanya wabah pandemi yang bahkan tidak satu pun dari kita menduga apalagi menginginkannya---dan memaksa kita untuk menerima keadaan apa adanya, tetap ikhlas dan mengambil hikmah serta menyambut Ramadan hingga Idulfitri dengan penuh sukacita serta hati yang bahagia meskipun tidak bisa mudik dan berjumpa langsung dengan keluarga besar.

Membahas larangan mudik yang membuat kita tidak dapat merealisasikan perayaan Idulfitri bersama keluarga besar, tentu hal tersebut sebenarnya bertujuan untuk kebaikan bersama. Aktivitas mudik akan meningkatkan potensi terjadinya kerumunan atau kontak fisik dengan banyak orang sehingga keputusan pemerintah ini dirasa memang perlu dilakukan dengan tujuan  untuk memutus rantai penyebaran virus COVID-19. 

Adanya pandemi yang hingga kini masih saja menjadi masalah yang belum tuntas terselesaikan juga berdampak pada aktivitas ketika bulan Ramadan sebagaimana yang kita lalui saat ini, contohnya seperti pembatasan kegiatan di pasar sore yang menjajakan kudapan buka puasa, pemberlakuan protokol kesehatan di area masjid (bahkan ada masjid yang terpaksa ditutup), dan sebagainya.

Walaupun demikian, adanya wabah yang "menghantui" ini tidak lantas menyurutkan semangat dan rasa bahagia kita dalam menyambut bulan suci Ramadan serta hari raya Idulfitri. Rutinitas di hari raya Idulfitri tentulah tetap berjalan sebagaimana mestinya, dimulai dari salat Idulfitri, bertegur sapa dengan saudara meskipun harus melalui jarak jauh via vidcall maupun pesan whatsapp, dan bercengkerama bersama keluarga di rumah. 

Bila sudah membicarakan hal tersebut, agaknya sedikit membawa kita pada kenangan saat-saat kita berkunjung ke rumah keluarga dan kerabat, atau saat-saat sibuk menyetok aneka jajanan khas lebaran dan menata ruang depan untuk bersiap menyambut tamu. 

Ketupat, opor ayam, kue nastar, tape ketan, dan hidangan-hidangan yang biasa kita nikmati bersama keluarga besar---kini mungkin saja suasana akan sedikit berbeda pada tahun ini, dimana kita terpaksa tidak bisa berkumpul seraya menikmati santapan di hari raya bersama, yang mana terbatas hanya dengan keluarga di rumah atau keluarga yang berkunjung.

Sumber gambar: freepik.com/odua
Sumber gambar: freepik.com/odua

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN