Keamanan

Saat di Mana Pengeboman Menguasai Dunia

7 Juli 2018   21:30 Diperbarui: 7 Juli 2018   21:38 181 0 0

Rentetan serangan terror yang sudah merajalela di Indonesia diakhir-akhir ini membuat masyarakat menjadi resah akan hal itu. Yang menyebabkan luka untuk masyarakat Indonesia, tidak hanya masyarakatnya saja yang menanggung duka tetapi keluarga korban pun juga ikut merasakan duka yang mendalam atas kejadian tersebut. Bukan situasi yang seperti ini yang mereka inginkan, dimana masyarakat yang selalu menjaga kerukunan yang ada di Negara ini. Tidak membedakan satu dengan yang lain.

Seperti halnya beberapa hari yang lalu terjadi pengebomman di sebuah gereja, banyak orang yang mengatakan bahwa pelaku aksi terror tersebut adalah orang islam, entah itu benar-benar agama islam yang seperti ajaran islam atau bukan. Bahkan banyak juga yang bilang bahwa apa yang mereka lakukan itu hanya untuk Jihad Fi Sabilillah, dimana itu pendapat mereka yang melakukan aksi teror. Katanya aksi teror yang mereka lakukan itu adalah sebuah tindakan yang paling benar. Mereka yakin bahwa ajaran mereka itu adalah ajaran yang paling benar dijalan Allah SWT.

Tapi perbuatan para pelaku tersebut jelas salah dan allah pun murka terhadap apa yang mereka lakukan. Dan islam yang sebenarnya itu bukanlah islam yang membuat umat islam lainnya celaka, tetapi islam yang saling menghargai perbedaan satu dengan yang lain dan tidak untuk saling menyakiti dan dengan adanya perlakuan teroris tersebut membuat orang resah bahwa orang islam itu tidak baik, mereka berfikir bahwa islam itu buruk.

Kejadian yang mereka alami membuat warga sekitar menjadi trauma akan kejadian yang sudah mereka alami, tetapi mereka di yakinkan agar mereka tidak takut atas kejadian tersebut. Mereka sudah mendapatkan pengamanan dari Nahdatul Ulama. Yang bertujuan agar mereka bisa beribadah dengan tenang.

Saat dimana pengeboman yang tidak terjadi di Surabaya saja bahkan di beberapa kota juga mengalami kejadian yang sama. Lantas apa yang mereka dapat dari aksi teror ini, pengobaman yang terjadi Riau, Samarinda. Dimana kesalahan dari diri mereka sehingga tega melakukan kejahatan tersebut.

Rofi'atin (Mahasiswa Ilmu Komunikasi/Universitas Muhammadiyah Sidoarjo)