Mohon tunggu...
Ilham Sinatrio
Ilham Sinatrio Mohon Tunggu... Penulis Pemula

Seorang pelajar yang mencintai olahraga dan suka membaca segala sesuatu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan serta mulai tertarik pada dunia tulis menulis

Selanjutnya

Tutup

Balap Pilihan

DNA Yamaha Telah (Kembali)

2 Juli 2019   10:18 Diperbarui: 2 Juli 2019   10:20 0 0 0 Mohon Tunggu...

MotoGP musim 2019 sudah berlangsung hampir separuh musim, hingga seri ke-8 di sirkuit assen (01/07/2019), Marc Marquez masih memimpin klasemen dengan 160 poin unggul 44 poin dari pembalap tim Mission Winnow Ducati, Andrea Dovisiozo.

Hasil finish di posisi runner-up pada race di Belanda sudah cukup untuk membuat The Baby Alien kokoh di pucuk pimpinan. Namun, bukan itu yang menjadi sorotan pada GP Assen hari minggu lalu, melainkan kemenangan perdana Maverick Vinales di musim ini sekaligus kemenangan pertama tim Yamaha sejak MotoGP Australia 2018 yang kala itu juga dimenangkan oleh Top Gun. 

Keberhasilan ini seolah menguatkan sinyal kebangkitan Yamaha sejak seri Catalunya, pada GP Spanyol dua pekan lalu, sebenarnya dua pembalap tim Yamaha Monster mampu bersaing di barisan depan sebelum gagal finish akibat diseruduk Jorge Lorenzo. Selain itu, pada tes pasca race di sirkuit catalunya, Vinales juga sukses menempati posisi teratas.

Kemenangan di Assen seolah mengembalikan kepercayaan diri yamaha yang dirundung masalah pada motor sejak awal musim. Ya...motor Yamaha yang ditunggangi Rossi dan Vinales memiliki performa yang angin-anginan sejak awal musim. 

Sebenarnya masalah tersebut sudah muncul sejak musim 2018, namun pihak Yamaha masih belum mampu mengatasi seluruhnya. 

Masalah utama pada motor tersebut antara lain: elektronik dan kruang lincahnya motor ketika berada di tikungan, tak lupa masalah top speed juga menghantui pihak garputala. Tetapi, balapan di Assen lalu seolah menghilangkan masalah yang selama ini meneror Yamaha. 

Vinales terlihat sangat perkasa dalam memacu kuda besinya, bahkan ia sanggup berduel dengan Marquez dengan motor RC213V nya yang selama ini dikenal sebagai motor segala sirkuit. 

Selain itu, motornya juga tidak mengalami kendala berarti ketika bersaing di barisan depan. Bahkan tidak hanya tim utamanya, tim satelit Yamaha, Yamaha Petronas juga sanggup tampil baik. 

Bahkan, di musim ini pembalap mereka, Fabio Quartararo, sudah mengemas 3 pole position dan 2 podium. Tenu hal ini sangat mengejukan, melihat bagaimana Yamaha tertatih-tatih dalam pengembangan motornya disbanding dua rival utamanya, Ducati dan Honda.

Atas hasil yang diraih di Assen, patut ditunggu bagaimana kiprah Yamaha di sisa musim ini, pasalnya kemenangan di Assen juga tertolong layout sirkuit yang sangat cocok dengan motor Yamaha. 

Selain itu, 4 pembalap tim Yamaha, baik utama atau satelit juga terus memberikan usulan pada tim mekanik agar motornya semakin kompettif di sisa musim 2019. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2