Mohon tunggu...
kholil rokhman
kholil rokhman Mohon Tunggu... IG di kholil.kutipan

Melupakan akun lama yang bermasalah

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Mas Menteri, Perlu Diteliti Tingkat Stres Orangtua Murid SD saat Pandemi

12 Agustus 2020   06:37 Diperbarui: 12 Agustus 2020   06:36 134 10 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mas Menteri, Perlu Diteliti Tingkat Stres Orangtua Murid SD saat Pandemi
Mendikbud Nadiem Makarim. Kompas.com/kristianto purnomo

Ini untuk Mas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Saya pikir di masa seperti ini perlu mendorong penelitian terkait pendidikan.

Penelitian menjadi penting untuk mengetahui cara bersekolah yang tepat dilakukan di masa pandemi. Salah satunya bisa berawal untuk mencari tahu tingkat stres orangtua murid di masa pembelajaran jarak jauh. Para orangtua murid diteliti tentang mekanisme pembelajaran jarak jauh.

Bisa ditanya misalnya bagaimana tingkat stres yang dialami orangtua murid SD. Sebab, mereka harus menjadi guru bagi anaknya di pembelajaran jarak jauh. Jika orangtua murid memang guru, mungkin tak masalah. Namun, jika orangtua murid bukan guru, bagaimana stresnya.

Bayangkan saja, orangtua harus mengajari anak tentang sesuatu yang dia sudah lupa. Setelah mengajari anak, harus memikirkan pekerjaan pula. Belum lagi ibu-ibu yang harus berurusan dengan kesibukan di dapur.

Dari penelitian itu, akan tergambar bagaimana stresnya orangtua murid SD di masa pandemi, khususnya orangtua SD kelas 1 dan 2. Nah, setelah mendapatkan jawaban tentang stresnya, juga bisa ditanya bagaimana baiknya pembelajaran di masa pandemi.

Saya membayangkan, sebagian orangtua murid SD punya pandangan jeli. Misalnya mengusulkan penyederhanaan mata pelajaran atau mengurangi mata pelajaran. Misalnya juga, lebih penting menggenjot anak kelas 1 dan 2 tentang pelajaran etika dan nasionalisme. Atau bisa jadi yang lainnya.

Dari penelitian itu, diharapkan akan jadi formulasi penting bagi Kemendikbud. Kita tentu berharap bahwa pandemi usai dan semuanya segera seperti semula.

Namun, hasil penelitian itu akan sangat penting di masa dunia yang serba tak pasti ini. Bisa saja kan, di lain waktu ada kejadian yang memaksa sekolah tak efektif?

Mahasiswa tingkat akhir dari jurusan yang relevan saya pikir bisa digenjot untuk meneliti pendidikan di masa pandemi. Saya yakin, mahasiswa yang banyak dengan area penelitian yang beragam, akan muncul banyak varian atau opsi pembelajaran di masa pandemi.

Mekanisme pembuatan kebijakan bottom up atau dari bawah ke atas, bukan hal yang tabu. Pemerintah tinggal mendengar suara masyarakat, lalu dianalisis dan dijadikan kebijakan yang cocok.

Tak Terkendali

Salah satu fenomena yang saya amati soal anak SD adalah tak terkendalinya pendidikan mereka di masa pandemi. Saya melihat banyak anak SD yang sekarang sangat sering bermain. Keluar rumah dari pagi sampai sore.

Mungkin orangtuanya sudah bingung mengendalikannya. Sebab, bisa jadi orangtua juga sibuk bekerja. Karena sibuk bekerja dan mungkin pusing dengan cara mengajar, akhirnya sang anak dilepaskan tanpa kendali.  

Dalam konteks pelajaran, anak yang sering main akan  banyak tertinggal pelajaran. Namun, di sisi lain juga akan membuat anak-anak kecil ini menjadi tidak asosial. Sebab, setiap hari bersosialisasi dan bermain dengan dunianya. (*)

VIDEO PILIHAN