Mohon tunggu...
kholil rokhman
kholil rokhman Mohon Tunggu... IG di kholil.kutipan

Melupakan akun lama yang bermasalah

Selanjutnya

Tutup

Hiburan Artikel Utama

Andre Taulany dan Komedi yang Hati-hati

19 Mei 2020   05:29 Diperbarui: 19 Mei 2020   19:11 551 20 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Andre Taulany dan Komedi yang Hati-hati
Presenter dan artis komedi Andre Taulany.(Instagram/Andre Taulany) dipublikasikan Kompas.com

Komedian Andre Taulany dan Rina Nose disorot karena candaannya. Mereka dituding mencederai nama marga. Namun, ada pula yang menilai bahwa keduanya hanya bercanda.

Saya tak akan membahas lebih rinci lawakan Andre dan Rina Nose yang menuai protes itu. Saya pikir semua saya anggap tahu apa materi lawakan yang dilakukan Andre dan Rina Nose. Apalagi, informasi masa kini mudah diakses.

***
Di masa lalu, saya termasuk yang suka acara komedi. Saya sangat jarang melewatkan acara televisi Srimulat, Ngelaba, Bagito Show, Project P, Ketoprak Humor, dan acara komedi sejenisnya.

Saat itu, saya hanya senang tertawa saja. Yang bisa membuat tertawa, saya suka. Maka, saya tak banyak ingat apakah lawakan kala itu bersinggungan dengan fisik, ras, dan lainnya atau tidak.

Namun yang pasti, gelombang informasi dan teknologi di masa itu belum terlalu menggila. Maka, protes atau ketidakpuasan pada bahan lawakan tak terlalu terdengar. Sebab, kanal warga untuk menyampaikan pendapat cukup terbatas.

Kala itu, paling hanya surat pembaca di media massa yang bisa menampung protes warga. Protes di media massa itu bisa viral kalau banyak orang yang membaca. Pertanyaannya, saat itu berapa orang yang langganan media massa?

Ketika gelombang kritik pada komedian di masa lalu tak masif, maka ada banyak kemungkinan. Kemungkinan pertama seperti yang saya bahas di atas, yakni minimnya kanal bagi warga untuk menyuarakan aspirasi. Bisa jadi sebenarnya ada yang tak puas dengan acara komedi di masa lalu. Namun, tak ada ruang untuk menyuarakannya.

Kemungkinan kedua, bisa jadi masyarakat dahulu memandang komedi hanya sebagai komedi. Artinya, jika sudah di panggung komedi, maka hanya dalil komedi yang berlaku. Sehingga jika ada "penyimpangan" bisa dimaafkan karena konteksnya tetap saja lawakan.

Oiya saya ingat, salah satu yang agak viral dahulu adalah komedi Srimulat yang dikritisi. Sebab, di panggung sosok yang tua seperti Pak Bendot sering "dibully". Tapi, kala itu beberapa anggota Srimulat menilai bahwa itu adalah dunia panggung yang tentu berbeda dengan dunia nyata. Di dunia nyata, Pak Bendot yang sudah senior, jelas dihormati.

Nah, zaman sekarang sudah makin maju. Teknologi dan informasi sudah ada di genggaman tangan warga. Warga bisa langsung menyuarakan kritiknya melalui dunia maya yang bisa diakses di telepon genggam.

Maka, ketika ada warga tak sepakat dengan lawakan seseorang, warga itu bisa langsung mencuit di dunia maya. Jika cuitan banyak yang melihat, bisa jadi viral. Ketika itu, komedian yang dikritik atau diprotes pun merasa perlu memberi klarifikasi.

Dengan teknologi yang makin canggih, respons pemirsa bisa cepat menjalar. Di momen seperti saat inilah saya berpikir bahwa komedian memang perlu lebih berhati-hati. Konten yang ditampilkan pun harus dipikir masak-masak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x