Mohon tunggu...
Ekonomi

Tren Bisnis dan Investasi dalam "Digital Money"

8 November 2017   23:43 Diperbarui: 8 November 2017   23:55 0 1 1 Mohon Tunggu...
Tren Bisnis dan Investasi dalam "Digital Money"
e-money-indonesia-growth-720x562-5a03333eade2e11c2466d912.png

1. Pengertian Digital Money dan e-Commerce

A. Pengertian Digital Money

Uang elektronik (atau uang digital) adalah uang yang digunakan dalam transaksi Internet dengan cara elektronik. Biasanya, transaksi ini melibatkan penggunaan jaringan komputer (seperti internet dan sistem penyimpanan harga digital). Electronic Funds Transfer (EFT) adalah sebuah contoh uang elektronik. Uang elektronik memiliki nilai tersimpan (stored-value) atau prabayar (prepaid) dimana sejumlah nilai uang disimpan dalam suatu media elektronis yang dimiliki seseorang. Nilai uang dalam e-money akan berkurang pada saat konsumen menggunakannya untuk pembayaran.

B. Kriteria Uang Elektronik

Sebagai instrumen pembayaran, uang elektronik memiliki kriteria sebagai berikut:

  • Diterbitkan atas dasar nilai uang yang disetor terlebih dahulu oleh pemegang kepada penerbit;
  • Nilai uang disimpan secara elektronik dalam suatu media seperti server atau chip;
  • Digunakan sebagai alat pembayaran kepada pedagang yang bukan merupakan penerbit uang elektronik tersebut; dan
  • Nilai uang elektronik yang disetor oleh pemegang dan dikelola oleh penerbit bukan merupakan simpanan sebagaimana dimaksud dalam                    undang-undang yang mengatur mengenai perbankan.

C. Pengertian e-Commerce

Perdagangan elektronik (bahasa Inggris: electronic commerce atau e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis. Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-commerce ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), pemasaran elektronik (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange/EDI), dan lain-lain. E-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekadar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-commerce juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.

2. Jenis-Jenis e-Commerce di Indonesia

  • Business-to-Business (B2B),B2B e-commerce meliputi semua transaksi elektronik barang atau jasa yang dilakukan antar perusahaan.
  • Business-to-Consumer (B2C),B2C adalah jenis e-commerce antara perusahaan dan konsumen akhir.
  • Consumer-to-Consumer (C2C),C2C merupakan jenis e-commerce yang meliputi semua transaksi elektronik barang atau jasa antar konsumen.
  • Consumer-to-Business (C2B),C2B adalah jenis e-commerce dengan pembalikan utuh dari transaksi pertukaran atau jual beli barang secara tradisional.
  • Business-to-Administration (B2A),B2A adalah jenis e-commerce yang mencakup semua transaksi yang dilakukan secara online antara perusahaan dan administrasi publik.
  • Consumer-to-Administration (C2A)
  • Online-to-Offline (O2O)

3. Istilah-Istilah Dalam e-Commerce

  • E-cash/electronic cash]
  • E-checks/electronic checks
  • E-wallet/electronic wallet
  • Merchant account
  • Credit Card dan Smart Card
  • Cash on Delivery (CoD)
  • Dropshipping
  • Payment Per Click (PPC)
  • Payment Getaway
  • Wholesaler dan Retailer

4. Perkembangan Digital Money dan e-Commerce di Indonesia

Bank Indonesia memperlihatkan beberapa statistik mengenai kondisi digital money (e-money) di Indonesia. Sejauh ini, digital money/e-money (uang non-tunai) yang digunakan dalam transaksi sudah digunakan sebagai alat pembayaran untuk transaksi yang bernilai kurang dari Rp 5 juta di Indonesia. Total nilai transaksi digital money (e-money) di tahun 2013 mencapai Rp 6,7 miliar per hari atau Rp 2 triliun per tahun. Sementara total nilai transaksi di Indonesia adalah Rp 260 triliun per tahun.

                                                                                                       Pertumbuhan e-money di Indonesia (TechInAsia)

Tapi, tren menunjukkan bahwa digital money (e-money) akan tumbuh jauh lebih cepat di tahun-tahun mendatang. Total nilai transaksi e-money di Indonesia di tahun 2009 adalah Rp 1,4 miliar per hari. Tahun berikutnya naik menjadi Rp 1,9 miliar per hari. Di tahun 2011, nilai tersebut naik menjadi Rp 2,7 per hari, dan tahun lalu nilainya mencapai Rp 3,9 per hari, seperti yang bisa di lihat pada grafik di atas.

Dalam industri e-commerce, Indonesia sudah punya modal dasar berupa volume pasar yang sangat besar. Dengan jumlah populasi 250 juta (terbesar di ASEAN), Indonesia dapat menjadi pasar e-commerce yang sangat menjanjikan. Guna mendorong transaksi online, pemerintah telah menerbitkan paket kebijakan ekonomi yang khusus untuk mempermudah dan melindungi bisnis perdagangan secara elektronik (e-commerce) di dalam negeri.

Konsumen E-Comerse Indonesia (sumber: katadata)
Konsumen E-Comerse Indonesia (sumber: katadata)
Pada 2016, riset data statistik dari eMarketer memperkirakan akan mencapai 8,6 juta orang yang berbelanja melalui internet. Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai 7,9 juta orang. Dengan bertambahnya jumlah penduduk yang mengenal internet seiring lahirnya generasi Z (Gen Z) yang lahir di era digital membuat kebiasaan belanja barang dan jasa yang sebelumnya secara konvensional akan beralih menjadi online.          E-consumer Indonesia adalah yang paling menjanjikan di dunia. Setengah dari total 250 juta populasinya adalah anak muda di bawah usia 30 tahun.

5.Bagaimana Jenis-jenis Trading Digital Money Sebagai Komoditas atau Instrumen Investasi?
Salah satu jenis trading digital money adalah BitCoin, BitCoin merupakan cryptocurrency, yatu mata uang yang berlaku secara Internasional, dimana BitCoin ini didapat melalui miningatau menambang di dunia virtual, dimana seseorang menggunakan komputer mereka sebagai penambang BitCoin dan menyimpan BitCoin itu hanya di komputer itu sendiri. BitCoin dinilai sangat bernilai tinggi, walaupun belum ada regulasi yang mengatur tentang landasan BitCoin, namun dengan besarnya komunitas BitCoin di dunia dan di Indonesia sendiri, BitCoin menjadi salah satu mata uang yang dipercaya, serta dianggap memiliki masa depan sebagai mata uang yang sah, bernilai, dan eksis atau survive.

BitCoin merupakan salah satu implementasi dari Binary Options. Binary Options (BO) bisa dikatakan sebagai Fixed Return Options (FRO) karena jumlah pembayarannya yang fixed dan sudah ditentukan sebelumnya. Apa yang perlu dilakukan trader hanya menentukan arah pergerakan harga dari jenis aset terpilih (komoditi, saham, forex atau lainnya) tanpa mempertimbangkan faktor-faktor seperti level stop loss, risk/reward ratio, dan sebagainya. Oleh karena itu, binary options dianggap sebagai jenis trading yang paling sederhana. Karena jumlah pembayaran yang sudah ditentukan, trader hanya fokus pada kemungkinan untuk profit atau loss dengan risiko yang telah disepakati. Hal inilah yang membuat BO cepat populer. Dalam bertransaksi, secara umum ada 4 jenis binary options yang bisa ditradingkan, yaitu High/Low, Touch/No Touch, In/Out of Boundary, dan Turbo.

Binary Options (BO) telah menjadi pilihan yang menarik diantara instrumen investasi trading options. BO menunjukkan perbedaan yang jelas jika dibandingkan degan beberapa jenis trading options lainnya, menyangkut cara tradingnya yang sederhana dan potensi untuk memperoleh return tinggi. Di samping itu, binary options dianggap sebagai jenis trading option yang lebih menguntungkan dibandingkan dengan cara konvensional. tanpa pelatihan yang detail dan memakan waktu lama, BO sudah bisa dianggap profitable. Nama binary options berasal dari struktur biner (binary) yaitu nol dan satu, dan ini memberikan pilihan (option) untuk trading dengan call atau put. Selain mudah dipelajari dan dipraktekkan, masih ada lima keuntungan trading binary yang patut diperhitungkan:

  • Cepat Mendatangkan Return

Tidak seperti program investasi lain yang harus menunggu berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan untuk berbuah profit, binary options dapat memberikan return hanya dalam hitungan jam, menit, atau bahkan detik. Trader tinggal memilih expiry time yang dikehendaki untuk menentukan kapan posisi option akan berakhir.

  • Sederhana

Trader bisa memperoleh hasil trading, baik profit maupun loss, tanpa harus memusingkan risiko requote ataupun slippage (loncatan harga). Prinsip utama dalam cara kerja binary options adalah menentukan apakah harga akan naik atau turun. Jika trader memperkirakan harga naik dan harga benar-benar meningkat dari posisi entry saat expiry time tiba, maka profit akan didapat.

                                                                                                                                      Gambar: Call and Put

Sumber: www.seputarforex.com
Sumber: www.seputarforex.com
  • Fleksibel

Keuntungan trading binary ini sangat bermanfaat bagi trader yang suka mencari alternatif atau melakukan diverisifikasi risiko. Dengan binary options, trader tidak terbatas pada satu jenis pasar saja. Dalam satu platform, trader bisa masuk ke forex, indeks harga saham, komoditi atau ke pasar saham. Dengan demikian, trading BO bisa dilakukan di beberapa jenis pasar sekaligus, tanpa perlu membuka akun baru ataupun menggunakan platform lain.

  • Transparan

Transparansi binary options berkaitan erat dengan sistem perhitungan profit dan loss. Tidak seperti trading konvensional yang keuntungan atau kerugiannya mengikuti besar perubahan harga, binary options menggunakan sistem fixed return (payout) yang kisarannya sudah diketahui trader, bahkan sebelum membuka posisi.

  • Minim Risiko Untuk Belajar Trading Di Berbagai Pasar

Binary options memang tidak sama dengan trading konvensional, tapi prinsip analisanya tidak jauh berbeda, karena sama-sama bertujuan untuk memperkirakan arah pergerakan harga berikutnya. Karena itu, binary options bisa dimanfaatkan sebagai solusi belajar trading di berbagai pasar. Di sini, trader bisa menempatkan posisi dengan sangat mudah, tanpa perlu memperhitungkan masalah volume trading.

6. Bagaimana Perkembangan Digital Money Dalam Bisnis Global Dewasa Ini?

               Perkembangan Digtal Money dalam Bisnis Global ini dinilai sangat berguna dan membuat pembayaran antara negara semakn efisien, dan memotong sejumlah besar ongkos pertukaran mata uang melalui bank. Dalam dunia perdagangan global saat ini, transaksi elektronis adalah suatu hal yang tidak mungkin terhindarkan. Electronic Commerce (E-Commerce) adalah suatu contoh produk dari kemajuan Teknologi Informasi, dimana transaksi bisnis tidak lagi dilakukan secara konvensional, yang mengharuskan pembeli berinteraksi langsung dengan penjual (secara fisik) atau adanya keharusan menggunakan uang tunai (cash). Tetapi penjual diwakili oleh suatu sistem yang melayani pembeli secara online dengan melalui media jaringan komputer. 

Dalam melakukan transaksi, pembeli “berhadapan” dan berkomunikasi dengan sistem yang “mewakili” penjual. Sudah barang tentu, E-Commerce ini membutuhkan sistem yang mampu menjamin keamanan transaksi tersebut. Era Perdagangan Global membutuhkan dukungan Digital Economy yang tercermin dengan lahirnya aktivitas perdagangan secara elektronis (Electronic trading), dalam berbagai bentuk kegiatan seperti: perdagangan retail, pelelangan barang, penawaran jasa, dan sebagainya. Sebagai konsekwensinya, toko tradisional digantikan oleh toko elektronis yang dikenal dengan nama: Cyberstore, Virtual Store, Digital Market, Electronic Mall, dan sebagainya. Pertumbuhan Digital economy ini tentunya memberikan dampak positif maupun negatip terhadap kehidupan ekonomi global yang tidak lagi mengenal batas territorial suatu negara.

                Perkembangan E-Commerce tidak terlepas dari kemajuan Teknologi Informasi. Tanpa adanya media komunikasi digital, perdagangan elektronis mustahil untuk diwujudkan. Perkembangan teknologi Komunikasi data dan Jaringan Komputer, yang didukung oleh kemajuan teknologi Telekomunikasi (antara lain Komunikasi Satelit), memungkinkan pertukaran data elektronis dan pemrosesan informasi/data secara cepat dan handal. Pemicu pertumbuhan pengguna Internet adalah perluasan jangkauan jaringan, pertambahan jenis layanan dan peningkatan jumlah situs WEB (WEB site) yang menyediakan berbagai jenis layanan tersebut. Salah satu contoh jenis layanan adalah perdagangan buku melalui Internet yang dirintis oleh Amazon.com. 

Dalam kurun waktu lima tahun, Amazon.com telah tumbuh pesat dan memperluas bidang bisnis-nya dengan mengakuisisi beberapa E-company saingannya, antara lain: Drugstore.com, HomeGrocer.com, Gear.com. Jumlah pelanggan Amazon.com diperkirakan telah mencapai 12 juta E-shopper, dengan jumlah barang yang dijual sekitar 19 juta item barang. Proyeksi omset penjualan Amazon.com pada tahun ini adalah US$ 1,4 milyar. Perusahaan elektronis lainnya yang bergerak di bidang perdagangan sejenis adalah AOL (America Online), yang juga belum lama ini melakukan merger dengan perusahaan Time Warner. Perkembangan Digital Money dalam bisnis global juga perkembangannya didukung dengan jumlah perkembangan pengguna internet diseluruh dunia. Berikut terdapat beberapa gambar data statistik pengguna internet diseluruh dunia.

Gambar: Pertumbuhan Tahunan Pengguna Internet, Smartphone dan Social Media Secara Global
Gambar: Pertumbuhan Tahunan Pengguna Internet, Smartphone dan Social Media Secara Global
Sumber: https://wearesocial.com
Sumber: https://wearesocial.com
Gambar: Perkembangan Internet Berdasarkan Wilayah di Dunia
Gambar: Perkembangan Internet Berdasarkan Wilayah di Dunia
Jadi, dapat disimpulkan bahwa dengan semakin berkembangnya pengguna internet di seluruh dunia, maka perkembangan digital money juga semakin berkembang dan juga sejalan dengan hal tersebut perdagangan melalui digital atau yang biasa disebut dengan E-Commerce juga semakin bertambah banyak dan berkembang pesat. Ketiga komponen tersebut tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan perekonomian dalam hal ini perdagangan global melalui digital (E-Commerce).

7. Bagaimana Trend Penggunaan Digital Money Dalam Bisnis dan Investasi di Indonesia Pada Masa Mendatang?

Trend penggunaan digital money semakin hari semakin berkembang, karena perusahaan startup berbasis e-Commerce bermunculan di Indonesia, karena tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi semakin berkembang, dan informasi semakin berkembang, dan masyarakat khususnya di Indonesia juga tidak ingin tertinggal oleh trend global. Semenjak masuknya Internet di Indonesia pada tahun 1988. Setelah itu, Internet di Indonesa semakin menjamur dan berkembang pesat keseluruh Indonesia, walaupun belum semuanya memiliki jaringan yang optimal, namun pengenalan Internet di Indonesia sudah sangat terbilang pesat dar tahun ke tahun. Internet-pun dikenal sebagai jembatan akses global untuk masyarakat dapat melihat dunia tanpa beranjak dari tempatnya, dengan hanya mengakses komputer yang terkoneksi pada jaringan kabel telepon atau Internet. 

Internet-pun telah membuka jalan untuk setiap orang dapat belajar dan menemukan ide-ide, yang pada hari ini telah membuka jalan bagi setiap orang untuk membangun bisnis e-Commerce mereka. Tidak lepas dari tujuan bisnis adalah untuk menciptakan kerjasama yang menghasilkan profit atau keuntungan tentunya, maka diperlukan suatu sistem pembayaran, tentunya dengan uang. Pada awalnya pembayaran dilakukan melalui Bank ke Bank, dan semakin beranjak hanya melalui ATM, dan kemudian saat ini perusahaan sudah menciptakan sendiri tempat menghimpun dana mereka dalam bentuk saldo pada akun daripada platform e-Commerce mereka sendiri.

Hal ini berupa digtal money, dimana perusahaan tersebut menghimpun dana yang berbentuk elektronik. Penggunaan metode ini dinilai awalnya diragukan oleh masyarakat, namun seiring waktu perusahaan telah menjadi perusahaan yang bonafit, kini banyak masyarakat yang mempercayai untuk meninggalkan dana mereka dalam akun mereka di perusahaan tersebut. Ditambah lagi dengan promo-promo yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan e-Commerce tersebut, yang apabila seseorang melakukan top-up atau menaikan dana mereka pada akun mereka, maka mereka akan diberkan promo-promo, sepert diskon, gratis ongkos kirim, dan sebagainya. Hal ini-pun mulai menjadi trend di kalangan e-Commerce di Indonesia, contohnya Tokopedia, Bukalapak, Gojek, Grab, dan Uber dimana pengguna dapat menyimpan saldo atau dana pada akunnya agar berbelanja atau melakukan pembayaran semakin mudah, cepat, efisien, dan nyaman, bahkan mendapatkan promo-promo menarik lainnya.

Mengenai Investasi pada digital money, contohnya seperti Bukalapak-pun juga menyediakan fitur BukaReksa dan BukaEmas, dimana pengguna dapat melakukan investasi Reksadana dan jual beli emas langsung di Bukalapak, tanpa harus dengan repot mengatur dan menyiapkan segala dokumen-dokumen lainnya selain data diri. Pengguna dapat langsung ikut serta berinvestasi menggunakan saldo dana mereka yang mereka miliki pada akun mereka. Dari penjelasan diatas, Digital Money dapat diperkirakan memiliki perkembangan yang baik, karena memiliki berbagai manfaat, serta akan terus berkembang untuk kebutuhan-kebutuhan dan keperluan-keperluan lainnya. Namun walaupun Trend Penggunaan Digital Money Dalam Bisnis dan Investasi di Indonesia semakin berkembang, tetap perkembangan tersebut belum merata. Hal tersebut yang harus dperhatikan oleh pemerintah pada saat ini, dimana agar dimasa yang akan datang, masyarakat Indonesia sudah dapat mengenal dan menerapkan digital money dalam bertransaksi, baik dalam bertransaksi melalui E-Commerce, Investasi, dan sebagainya.

Direktur Perundingan APEC dan Organisasi Internasional Kementerian Perdagangan Deny Kurnia‎ menyatakan Indonesia dipandang sebagai salah satu kawasan yang sangat penting dalam peta ekonomi digital dunia. Indonesia dijuluki Ibukota Twitter karena memiliki pengguna Twitter paling aktif di dunia. Indonesia menjadi salah satu pasar besar industri internet yang diakui dunia. "Penggunaan aplikasi seperti Gojek, Doku, dan Blanja menjadi populer di Indonesia. Ini membuka peluang-peluang baru yang tidak terpikirkan sebelumnya dan menjembatani kepentingan berbagai pihak yang mencakup produsen, konsumen dan pasar. Jelas itu menunjukkan pentingnya pasar Indonesia di era perdagangan digital," ungkap dia.

Data dan Fakta Perkembangan FinTech di Indonesia

Dengan potensi pasar dan tren penetrasi internet di Indonesia yang cukup besar, maka perkembangan FinTech (tekfin: teknologi finansial), ikut berkembang. Kecenderungan penggunaan layanan digital yang awalnya dari aktivitas media sosial, akan berkembang dan bergeser ke penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, contohnya dalam aktivitas keuangan. Dari data yang dilansir Bank Indonesia via Tech in Asia, hingga akhir tahun 2016, telah ada 142 perusahaan yang bergerak dalam usaha tekfin tersebut, dan menunjukkan perkembangan yang signifikan. Perkembangan tekfin di Indonesia dapat dilihat dari infografis berikut yang dilansir dari Tirto.id bahwa dar tahun 2015 hingga estimasi di 2017 akan terjadi lonjakan penggunaan tekfin dalam ranah pribadi (non bisnis), misalnya dalam penggunaan pembayaran elektronik (digital money) atau terkait dengan pengelolaan keuangan pribadi.

Kepopuleran FinTech

  • Generasi muda yang lahir dengan Internet dan mulai dewasa menginginkan solusi cepat bagi permasalahan mereka. Proses online biasanya lebih sederhana dan lebih cepat, serta mereka pun lebih aktif menyelesaikan masalah mereka sendiri. Bila tidak ada solusi, mereka akan tidak segan untuk meminta bantuan pihak lain melalui internet.
  • Meluasnya penggunaan Internet dan smartphoneditengah kesibukan yang semakin tinggi, sehingga ada kebutuhan untuk melakukan transaksi keuangan secara online.
  • Pelaku FintechIndonesia melihat cerita sukses bisnis berbasis teknologi digital seperti Gojek dan Uber.
  • Usaha Fintechdianggap lebih fleksibel dibandingkan bisnis konvensional yang memiliki wajah lebih kaku.
  • Penggunaan teknologi, software, dan olah data Fintech. Usaha Fintechjuga menggunakan data secara lebih akurat dan tepat guna, misalnya data dari social media, atau proses seleksi kredit yang bisa dilakukan secara remote mobiledan dilakukan hampir real time sehingga prosesnya menjadi lebih cepat dan lebih akurat, maka misalnya dalam pengajuan profil risiko kredit dalam proses konvensional menjadi perlahan usang.

8. Relasi Regulator dan Pelaku Industri FinTech

Pada akhir tahun 2016 yang lalu, dengan diresmikannya Bank Indonesia Fintech Office merupakan salah satu tonggak di industri finansial sudah mulai fokus atas berkembangnya di ranah digital. Dengan hadirnya Bank Indonesia Fintech Office akan menjadi wadah evaluasi, penelusuran, dan mitigasi risiko dalam pengembangan perusahaan-perusahaan di bidang teknologi keuangan, khususnya terkait sistem pembayaran. Hal ini pun juga sudah diinisiasi oleh OJK melalui rangkaian acara seperti Indonesia Fintech Festival & Conference 2016 yang menjadi showcase dan wadah diskusi resmi bagi pelaku industri tekfin tersebut. Dengan hadirnya beberapa inisiatif tersebut, maka progres perkembangan industri tekfin Indonesia sudah di jalur yang tepat, sehingga momentum yang ada dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk perkembangan ekonmi Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing di kancah Internasional secara keseluruhan.

Kesimpulannya, trend penggunaan digital money dalam bisnis dan investasi di Indonesia pada masa datang akan terus berkembang, hal ini didasarkan dari berbagai data dan statistik yang menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam pengguna internet di Indonesia dari tahun ke tahun, ditambah dengan berkembang pesatnya startup E-Commerce dan startup sistem pembayaran di Indonesia dan juga masyarakat Indonesia terutama generasi muda sudah mulai sangat populer dengan yang namanya Fintech. 

Masyarakat Indonesia pada saat ini semakin banyak yang menggunakan media E-Commerce untuk berbelanja kebutuhan mereka dan menggunakan sistem pembayaran digital money. Maka dengan demikian, penggunaan digital money dalam bisnis dan investasi di Indonesia mempunyai masa depan yang cerah dengan regulasi yang telah dibuat dan ditambah dengan program pemerintah pada saat ini yang sedang menggerakan dan menggencarkan aksi pembayaran non-tunai (cashless payment) dalam berbagai bidang.

9. KESIMPULAN

Instrumen atau komoditi investasi kini telah beranjak ke dunia digital, dan bahkan sudah benar benar di dalam digital sepenuhnya, tanpa memiliki bentuk fisik suatu barang atau hal yang diinvestasikan, melainkan suatu investasi pada suatu data, contohnya adalah mata uang BitCoin, dimana hanyalah data itu sendiri yang diinvestasikan. Dengan berkembangnya digital money, perkembangan perdagangan digital pun terus berkembang, ditandai dengan semakin bermunculannya startup-startup berbasis E-Commerce di berbagai negara terutama di Indonesia. Hal demikian membuat semakin berkembang dan semakin memiliki masa depan yang cerah dalah hal digital money dalam bisnis dan investasi. 

Kemudian Digital Money, atau uang elektronik, dengan adanya BitCoin, perkembangan dalam uang digital semakin cepat dan pesat pertumbuhannya, tidak hanya uang dalam negeri yang berlaku, namun cryptocurrency juga mulai telah menggantikan mata uang negara-negara. Segala sistem pembayaran mulai bergeser dan mengarah ke jalan baru dalam sistem pembayaran antar manusia. Hal ini pun yang semula diragukan, dengan banyaknya manusia yang percaya akan uang digital dan juga cryptocurrency, trend akan ini semakin meluas dan berkembang dengan sangat pesat, karena alasannya uang adalah kepercayaan, dimana apabila uang dipercaya memiliki nilai yang sesuai untuk dibarterkan dengan barang seseorang, maka fungsi uang akan berjalan. Yang semula dari hasil cipta seseorang, telah merambah menjadi komunitas, dan sekarang telah menjadi sebuah peradaban manusia dalam sistem transaksi.

10. SARAN

Diharapkan digital money dapat terus berkembang dan meluas tanpa terpengaruh yang namanya inflasi, dan diharapkan digital money dapat stabil, karena digital money tidak memiliki latar belakang bentuk fisik yang jelas untuk menjadi jaminan, maka digital money harus memiliki pondasi yang kuat agar dapat terus eksis dan bertahan untuk tetap menjadi suatu mata uang yang sah dan dipercaya masyarakat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5