Mohon tunggu...
Ikrom Zain
Ikrom Zain Mohon Tunggu... Tutor - Content writer - Teacher

Hanya seorang pribadi yang suka menulis | Tulisan lain bisa dibaca di www.ikromzain.com

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Beratnya Jadi Kompasianer Terverifikasi Biru

8 Juni 2021   07:39 Diperbarui: 8 Juni 2021   08:01 256
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar hanya sebagai pemanis. - hwtgold.com

Sudah tiga tahun ini akun Kompasiana saya resmi tercentang biru.

Kalau diibaratkan, ada mahkota Borobudur biru yang menempel di dekat profil saya. Persis dengan apa yang dikenakan oleh para pemenang Puteri Indonesia Pariwisata. Sebenarnya, perjalanan saya mendapatkan verifikasi biru tidaklah saya duga.

Saat itu, sekitar tahun 2018, saya ingin mengikuti sebuah acara Kompasiana yang mewajibkan pesertanya terverifikasi hijau. Nah sebenarnya, akun saya sudah terverifikasi hijau sejak 2014. Namun, entah kenapa saat saya sempat vakum setahun menulis dan mengecek profil kembali, tanda centang hijau tersebut hilang.

Saya pun mengontak admin dan ternyata saya diminta untuk mengirim scan foto KTP kembali. Meski berkali-kali gagal, akhirnya tanda centang hijau pun saya dapatkan. Bagi saya ini sudah cukup karena saya bisa ikut acara Kompasiana dan paling tidak akun saya asli tidak abal-abal.

Namun, alangkah kagetnya ketika seminggu setelah mendapat  verifikasi hijau (validasi), tiba-tiba akun saya mendapatkan verifikasi biru. Lah, saya kaget dong. Mengapa bisa mendapatkan tanda ini dengan cepat? Apa adminnya tidak salah?

Saya pun kemudian mencari informasi lebih mengenai tanda ini dan ternyata ada sebuah informasi yang cukup mengagetkan saya. Barangkali informasi ini sudah dimengerti oleh Kompasianer lain. Salah satunya adalah tanda ini diberikan pada Kompasianer yang artikelnya tidak diragukan lagi isinya.

Tunggu, saya membaca sekali lagi.

Hmmmm... Tidak diragukan lagi isinya ini apakah sudah benar-benar teruji dan terbukti serta bisa dipertanggungjawabkan? Kalau saya melihat artikel saya pada saat itu -- dan masa sekarang -- rasanya kok kurang tepat ya.

Saya masih menganggap diri saya warga biasa yang suka menulis dan Kompasiana menjadi wadah saya. Informasi yang saya tulis bisa saja kurang akurat. Entah persepsi pribadi atau dari pengamatan saya. 

Berbeda halnya jika seorang Kompasianer yang sudah terbukti ahli di suatu bidang. Rasanya, ia pantas mendapatkan verifikasi biru ini. Beberapa dokter, pekerja media,  dan para ahli misalnya. Makanya, ketika saya mendapatkan status verifikasi biru yang derajatnya sama dengan mereka, rasanya kok kurang pantas ya.

Pada poin selanjutnya, ada poin mengenai Kompasianer yang memiliki semangat menyuguhkan artikel berkualitas kepada para pembaca. Kualitas ini bisa diukur dari mereka yang konsisten menerbitkan tulisan pada hal-hal menarik, positif, dan bermanfaat bagi para pembaca. Salah satu parameternya, bisa jadi adalah mereka yang kerap mendapatkan label Artikel Utama (HL).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun