Ikrom Zain
Ikrom Zain Tutor Bimbel

Hanya seorang pribadi yang suka menulis. Tulisan lain bisa dibaca di www.ikromzain.com

Selanjutnya

Tutup

Transportasi Artikel Utama

Antara Kereta Api Ekonomi Premium dan Kereta Api Bisnis, Pilih Mana?

5 Oktober 2018   10:02 Diperbarui: 5 Oktober 2018   13:30 5513 8 3
Antara Kereta Api Ekonomi Premium dan Kereta Api Bisnis, Pilih Mana?
Kereta Api kelas ekonomi premium. - Dokumen Pribadi

Sejak tahun 2017, PT Kereta Api Indonesia secara bertahap mengganti rangkain kereta kelas bisnis menjadi rangkaian kelas ekonomi premium.

Pergantian ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada para penumpang dengan harga yang cukup kompetitif. Tak hanya itu, kereta kelas ekonomi premium ini secara kasat mata hampir sama dengan kereta kelas eksekutif. Terutama, bagian interior kereta yang masih baru membuat siapa saja yang masuk ke dalam kereta akan merasakan sensasi berbeda. Apalagi, jika dibandingkan dengan kereta api kelas ekonomi lainnya, kesan "wah" akan langsung muncul.

Rangkaian kereta kelas ekonomi premium memulai debutnya pada masa arus mudik lebaran 2017 silam. Beberapa rangkaian kereta kelas ekonomi premium dijalankan untuk menambah daya dukung kelancaran arus mudik dan balik kala itu. Sebut saja Mataram Premium (Lempuyangan-Pasarsenen pp), Mantab Premium (Madiun-Semarang Tawang-Pasarsenen pp.), dan Gaya Baru Malam Selatan/GBMS Premium (Surabaya Gubeng-Pasarsenen pp.).

Beberapa kereta tersebut masih beroperasi hingga sekarang. KA Mataram Premium masih melayani penglaju dari Jakarta ke Jogja maupun sebaliknya. Sedangkan, KA GBMS Premium berubah nama menjadi KA Jayakarta dengan rute yang masih sama. Dengan adanya beberapa rangkaian kereta kelas ekonomi premium ini, akan memberi penumpang banyak pilihan kelas untuk bisa digunakan.  Terlebih, bagi rute yang dirasa cukup ramai seperti Jakarta-Jogja ini.

Saya sendiri hanya pernah merasakan sensasi naik kereta api kelas ekonomi premium ini kala melakukan perjalanan dari Surabaya menuju Semarang. Menggunakan KA Ambarawa Ekspres, aura baru dengan desain kereta yang elegan langsung terasa kala memasuki kabin kereta. Bau wangi yang cukup semerbak langsung mendarat di hidung. Apalagi, kereta ini memiliki empat televisi yang membuat "rasa kelas ekonomi" seakan hilang.

Di dekat pintu kereta, terdapat pula rak khusus bagi penumpang yang membawa barang bawaan berlebih. Tentu, keberadaan rak ini diharapkan menambah kenyamanan maksimal dibandingkan kereta kelas ekonomi umumnya. Penumpang bisa tenang meletakkan bawang bawaan ekstra tersebut tanpa harus bersusah payah menjejalkannya di bawah bangku. 

Perilaku yang jamak ditemukan pada kereta kelas ekonomi PSO (bersubsidi). Ketika penumpang melakukan kegiatan tersebut, bisa dipastikan ia akan cukup sulit untuk tidur dan dapat mengganggu kenyamanan penumpang lain. Fenomena inilah yang tidak tampak pada kereta kelas ekonomim premium.

Mengingat rangkaian kereta ini menggunakan rangkaian kereta new image 2016, perbedaan lain yang cukup mencolok adalah mengenai penggunaan kaca di dalam kereta. Kaca panorama dupleks dengan tirai dan lapisan laminasi isolator panas yang dipasang membuat rangkaian kereta jenis ini cukup tahan panas. 

Sengatan matahari kala melewati jalur pantura hampir tak terasa. Bagi penikmat kereta yang senang mengabadikan momen perjalanannya di dalam kereta, maka momen perjalanan yang terekam akan menghasilkan gambar yang bagus.

Memotret dari KA kelas ekonomi premium - Dokumen Pribadi.
Memotret dari KA kelas ekonomi premium - Dokumen Pribadi.
Berbicara masalah fasilitas kamar mandi, kereta kelas ini juga jauh lebih layak dibandingkan kereta kelas ekonomi PSO. Bahkan, kereta ini sudah menggunakan toilet duduk. 

Tentu berbeda dengan kelas ekonomi PSO yang masih menggunakan toliet jongkok. Tisu di dalam toliet hampir selalu tersedia. Yang membuat nyaman tentunya kebersihan toilet benar-benar terjaga. Apalagi, pengharum ruangan yang senantiasa menyemprotkan cairannya secara berkala membuat bau apek khas toilet kelas ekonomi dijamin tak akan muncul. 

Kelebihan inilah yang rupanya coba ditawarkan pihak PT KAI dalam melayani penumpangnya dengan kepuasan maksimal.

Toiet kereta kelas ekonomi premium. - Dokumen Pribadi
Toiet kereta kelas ekonomi premium. - Dokumen Pribadi
Namun, keberadaan kereta kelas ekonomi premium ini tak serta merta diterima dengan baik oleh pengguna layanan kereta api. Pasalnya, meski fasilitas yang ditawarkan cukup baik dan serasa kereta api kelas eksekutif, namun para pengguna mengeluhkan jarak antar bangku yang dirasa cukup sempit.

Sempitnya ruang bagi kaki disebabkan oleh jumlah bangku di dalam satu kereta. Meski menyandang nama premium, jumlah bangku yang terpasang di dalam rangkaian kereta sama dengan rangkaian kelas ekonomi AC Plus, yakni  80 bangku penumpang. 

Beberapa rangkaian kereta kelas ekonomi AC plus seperti KA Majapahit (Malang-Pasar Senen pp.) juga memuat 80 bangku. Bedanya, jika bangku di dalam kereta seperti KA Majapahit ini dibuat saling berhadapan, namun pada KA Premium ini dibuat searah. 

Hanya saja pada bagian tengah kereta, terdapat empat bangku yang saling berhadapan. Maka, di dalam satu kereta, ada 40 bangku yang searah dengan laju lokomotif dan sisanya berlawanan arah. 

Beberapa pengguna kereta malah lebih suka menggunakan kereta kelas ekonomi AC Plus dibanding KA kelas ekonomi premium. Mereka bisa masih bergantian untuk menyelonjorkan kaki dengan penumpang lain daripada harus mati gaya berjam-jam dengan kaki yang menekuk.

Penampakan posisi kaki yang kurang nyaman di KA ekonomi premium. - Dokumen Pribadi.
Penampakan posisi kaki yang kurang nyaman di KA ekonomi premium. - Dokumen Pribadi.
Masalah kenyamanan kereta kelas ekonomi premium semakin pelik dengan adanya pergantian kelas bisnis menjadi kelas ekonomi premium. Rangkaian kelas bisnis yang sudah dianggap sebagai "legend" ini akan terus diganti mengingat upaya dari PT KAI untuk menghapuskan kelas bisnis. Tentu, keputusan ini banyak disayangkan oleh pecinta kereta, terutama para Railfans.

Salah satu rangkaian kelas bisnis yang menjadi "korban" pergantian itu adalah Kereta Sawunggalih. Kereta yang melayani perjalanan Kutoarjo-Pasar Senin PP ini tak lagi memuat rangkaian kereta kelas bisnis sejak 27 Agustus 2018 lalu.

Pergantian ini membuat banyak Railfans yang belum bisa move on hingga sekarang. Bayangan akan kenikmatan menggunakan kereta kelas bisnis masih terasa. Memang, meskipun kereta kelas bisnis bisa dibilang cukup usang, namun fasilitas jarak antar bangku yang lapang dianggap kenikmatan tiada tara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2