Mohon tunggu...
Ikrom Zain
Ikrom Zain Mohon Tunggu... Tutor - Content writer - Teacher

Hanya seorang pribadi yang suka menulis | Tulisan lain bisa dibaca di www.ikromzain.com

Selanjutnya

Tutup

Trip Artikel Utama

Kisah Lain di Balik Angkernya Museum Kesehatan Surabaya

1 Juli 2018   10:17 Diperbarui: 1 Juli 2018   15:59 4369
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Jelangkung dan Nini Thowok ternyata juga bisa digunakan media pengobatan terutama anak-anak. Caranya dengan menuliskan penyakit sang anak melalui kapur yang ditancapkan pada boneka. Dengan magis, kedua boneka ini akan memberi tahu cara pengobatan penyakit seorang pasien | Dokumen Pribadi

Aneka repro foto kegiatan pengobatan mulai dari Jazirah Arab, Tiongkok, Eropa, hingga Amerika. Sasana ini juga menyimpan koleksi peralatan rumah sakit, dokter, bidan, dan tenaga medis lain di Indonesia dari masa ke masa. 

Dokumen penting sertifikat dokter dan bidan pada pasca kemerdekaan. Sungguh, saya tak habis pikir dengan semangat perjuangan para calon dokter di masa sulit itu.

Saya jadi terkagum dengan kisah-kisah perjuangan para medis di tengah gempuran perang revolusi. Hingga sekarang pun, saya masih angkat topi dengan perjuangan para medis, terutama yang berjuang di tengah ganasnya kondisi alam pedalaman Indonesia.

Gambaran pengobatan sejak zaman dahulu kala. - Dokumen Pribadi.
Gambaran pengobatan sejak zaman dahulu kala. - Dokumen Pribadi.
Derap langkah saya berlanjut pada sasana alat nonmedis. Di tengah sepinya suasana, saya menemukan banyak terpampang berbagai alat untuk mendukung pengobatan seseorang.

Beberapa diantaranya adalah kursi roda dan tongkat untuk berjalan. Yang unik, tongkat-tongkat yang terpajang terdiri dari berbagai jenis dari beberapa wilayah di Indonesia.

Berbagai perlatan di sasana nonmedis. - Dokumen Pribadi
Berbagai perlatan di sasana nonmedis. - Dokumen Pribadi
Aneka tongkat untuk membantu berjalan. - Dokumen Pribadi.
Aneka tongkat untuk membantu berjalan. - Dokumen Pribadi.
Alat tes kesehatan mata. - Dokumen Pribadi.
Alat tes kesehatan mata. - Dokumen Pribadi.
Aha! Saya tetiba menemukan beberapa instrumen di rumah sakit yang digunakan untuk mendeteksi penyakit pasien. Beberapa diantaranya sering saya gunakan ketika kuliah S1 dulu. Ada spektofotometri yang digunakan untuk mengukur absorbasi suatu larutan. 

Kromatografi gas untuk mendeteksi zat-zat di dalam urin secara detail, dan ada juga sentrifugasi untuk pemeriksaan sampel darah. Melihat aneka instrumen tersebut, saya jadi teringat betapa sulitnya menyiapkan sampel untuk diidentifikasi. 

Presisi dan akurasi harus terus dijaga agar langkah para medis bisa dilakukan dengan tepat dari hasil analisis kesehatan yang dilakukan. Maka, peran laboran kesehatan juga tak kalah penting dalam usaha pelayanan kesehatan.

Kursi yang digunakan oleh dokter gigi. Kursi paling mengerikan menurut sebagian orang. - Dokumen pribadi.
Kursi yang digunakan oleh dokter gigi. Kursi paling mengerikan menurut sebagian orang. - Dokumen pribadi.
Berlanjut, kaki saya melangkah pada sasana medis. Seakan bersua dengan dokter BPJS, alat-alat yang familiar seperti stetoskop, tensimeter, dan jarum suntik tampak di hadapan.

Beranjak tak jauh, ada pula alat untuk kesehatan untuk ibu hamil dan bayi seperti kasur untuk persalinan hingga alat pengukur tinggi dan berat badan bayi.

Terpampang juga berbagai mikroskop dan media pengembangbiakan bakteri dan materi genetika lain serta beberapa contoh alat untuk melakukan aborsi.

Sejak dahulu kala, praktik aborsi adalah hal yang telah dilakukan. Kembali, saya menemukan kengerian sekaligus keprihatinan ketika entah dengan sengaja atau memang terpaksa seorang janin tak bisa berkembang dan harus terbuang. 

Saya teringat dengan El Salvador yang memberlakukan aturan pemenjaraan bagi perempuan pelaku aborsi dan setiap orang yang membantu aborsi sejak tahun 1997.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun