Ikrom Zain
Ikrom Zain Tutor Bimbel

Hanya seorang pribadi yang suka menulis. Tulisan lain bisa dibaca di www.ikromzain.com

Selanjutnya

Tutup

Finansial Artikel Utama

Perhatikan 7 Hal Ini Sebelum Antre Menukarkan Uang ke Pecahan Baru

5 Juni 2018   20:14 Diperbarui: 6 Juni 2018   09:59 2718 9 3
Perhatikan 7 Hal Ini Sebelum Antre Menukarkan Uang ke Pecahan Baru
Antrean penukaran uang di Stadion Gajayana layaknya laga Arema. - Dokuemen Pribadi

Lebaran sebentar lagi, jeng jeng jeng jeng

Uang baru sudah menanti, jeng jeng jeng

Nah, lebaran tinggal menunggu hari lagi. Bagi kita yang sudah mendapat status "dewasa" dan "sudah dewasa" plus dapat THR dari "Kompasiana" (eh belum sampe deh THR saya, huhu), maka memberi angpau alias galak gampil adalah sebuah "kewajiban". Mengapa kata kewajiban diberi tanda kutip? Karena sesungguhnya hal ini tidaklah wajib-wajib amat. Hanya, kalau kita bertemu keluarga, rekan, dan handai taulan, tidak memberi galak gampil kepada anak-anak kecil yang masih dekat hubungan kekeluargaan dengan kita, rasanya kok pelit sekali. Bukankah sedekah ini hanya setahun sekali.

Maka dari itu, demi terlaksananya kewajiban mulia ini, kita harus menyediakan pecahan uang kecil. Namanya saja anak kecil ya dapatnya uang kecil. Kalau dapatnya 100 ribu rupiah, ya bukan anak kecil lagi tapi anak besar. Oke, saya sedang terkena wabah recehkan Twitter. Harap maklum.

Bank Indonesia saudara-saudara sebangsa dan setanah air, telah berbaik hati memberi peluang kepada para dermawan yang ingin menyumbangkan uangnya dalam bentuk galak gampil. Bank sentral kebanggan Indonesia ini telah membuat jadwal khusus penukaran uang pecahan baru di tiap kota. Masyarakat pun dapat menukarkan uangnya dengan pecahan 2000, 5000, 10000, dan 20000 rupiah.

Alhamdulilah, saya sudah dapat pecahan uang baru meskipun THR dari Kompasiana tak juga turun (duh, nyentil admin lagi nih, hehe). Tapi, dari kegiatan berpeluh selama beberapa jam di Stadion Gajayana Malang, saya bisa memberikan sedikit tips untuk anda semua yang berkeinginan untuk menukarkan uang.

Pertama, catat dengan cermat waktu dan tempat penukaran uang di kota anda masing-masing. Biasanya, tempat penukaran uang dilakukan di ruang terbuka, seperti balai kota, alun-alun, dan stadion. Saat di Yogyakarta, saya sempat menemani rekan untuk menukarkan uang di Balai Kota Yogyakarta, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Berhubung saya belum punya uang, saya belum bisa ikut menukarkan uang di sana. Ketika sudah pulang ke Malang dan memiliki uang, saya akhirnya menemukan lokasi penukaran uang yakni di Stadion Gajayana, tepatnya di dekat pintu masuk. Sebelumnya, acara penukaran uang ini dilakukan di Balaikota Malang.

Penukaran uang dilayani oleh mobil kas bank-bank besar, seperti BNI, Bank Mandiri, BTN, dan sebagainya. Mobil-mobil itu akan mulai melayani nasabah tepat pukul 09.00. Namun, sebelum pukul 09.00 antrean para calon nasabah sudah mengular. Bahkan, ada yang sudah datang dari selepas subuh demi mendapatkan uang baru. Saya sendiri datang sekitar pukul 07.00 dan baru terlayani pukul 11.00. Durasi penukaran uang tidak bisa ditentukan karena menyesuaiakan dengan stok uang pecahan baru di kota masing-masing.

Dua jam sebelum saya dilayani. - Dokumen Pribadi.
Dua jam sebelum saya dilayani. - Dokumen Pribadi.
Kedua, perhatikan nominal maksimal yang diperbolehkan untuk menukarkan uang. Di kota saya, nominal maksimal tiap nasabah adalah 3,7 juta rupiah. Di Kota Serang, Banten, penukaran maksimal sebesar 5,5 juta rupiah. Nilai 3,7 juta ini terdiri dari 4 bendel yakni 100 lembar uang 2000 rupiah, 100 lembar 5000 rupiah, 100 lembar 10000 rupiah, dan 100 lembar 20000 rupiah.

Nasabah bisa menukarkan uang sesuai bendel tersebut, namun tidak bisa menukarkan dengan jenis yang sama. Misalkan, saya berniat menukarkan uang sejumlah 2 juta rupiah dengan 2 bendel pecahan 10.000 rupiah. Oleh petugas bank, saya hanya diperbolehkan menukarkan uang sejumlah 1,7 juta rupiah yang terdiri dari 1 bendel pecahan 2000, 5000, dan 10.000.

Ketiga, bagi Anda yang ternyata kekurangan uang tunai, Anda bisa mengambil uang tunai di ATM yang terdapat di mobil kas bak tersebut. Jadi, Anda tak perlu repot keluar dari antrean untuk sekedar mencari ATM terdekat. Banyak penukar uang yang harus gigit jari merelakan antreannya diterobos dan mengulang lagi antrean lantaran mencari ATM.

ATM di mobil kas. - Dokumen Pribadi
ATM di mobil kas. - Dokumen Pribadi
Keempat, selepas menukarkan uang, terdapat prosesi penyelupan tinta ke jari tangan. Sama seperti pemilu, kegiatan ini dimaksudkan untuk membatasi nasabah agar tidak melakukan penukaran uang secara berulang. Sayang, tinta yang digunakan mudah sekali untuk dihilangkan.

Petugas tinta. Dokumen Pribadi.
Petugas tinta. Dokumen Pribadi.
Kelima, jika memungkinkan, hindari membawa anak kecil dalam proses menukarkan uang. Butuh waktu sekitar 3 hingga 4 jam untuk bisa mendapatkan uang baru ini karena memang animo masyarakat yang sangat tinggi. Banyak tempat penukaran uang tidak menyediakan tempat duduk sehingga saat antrean berjalan calon nasabah harus berdiri. Waktu selama itu cukup menyiksa bagi anak-anak. Beberapa petugas kepolisian yang mengawal penukaran uang bahkan sering memindahkan jalur antrean lantaran tempat tersebut cukup terik dan banyak terdapat anak kecil.

Cuaca terik, bawa payung atau topi sangat disarankan. - Dokumen Pribadi,
Cuaca terik, bawa payung atau topi sangat disarankan. - Dokumen Pribadi,
Keenam, bawalah tas atau benda lain untuk menyimpan uang. Banyak nasabah, termasuk saya yang lupa membawa tempat untuk menyimpan uang. Tidak semua memberikan amplop untuk menyimpan uang pecahan baru. Membawa uang di keramaian di atas tangan terbuka adalah sebuah tindakan yang dapat mengundang kejahatan.

Terakhir, bersabarlah. Mengingat waktu antrean yang lama, maka bersabar adalah kunci dari keberhasilan. Banyak calon nasabah yang tak sabar berganti jalur antrean karena melihat mobil kas yang baru datang.

Padahal, mobil tersebut masih dalam tahap persiapan dan membutuhkan waktu lama untuk melayani nasabah. Jika sudah mengantre, setialah di antrean tersebut apapun yang terjadi. Maka, persiapkan gawai, buku, atau syukur-syukur Al-Quran untuk menunggu antrean yang lamanya ekuivalen dengan perjalanan Kereta Api Ambawara Ekspres relasi Surabaya-Semarang PP.

Bersabarlah, saya datang pukul 7 pagi dan baru terlayani pada waktu sesuai jam yang ada di dalam mobil itu, - Dokumen Pribadi,
Bersabarlah, saya datang pukul 7 pagi dan baru terlayani pada waktu sesuai jam yang ada di dalam mobil itu, - Dokumen Pribadi,
Baik, sekian tips menukarkan uang dari saya dan selamat menukarkan uang.