Mohon tunggu...
M. Ikmal Amri Ikhsan
M. Ikmal Amri Ikhsan Mohon Tunggu... Mahasiswa - Ingin menulis artikel opini

Penggunaan untuk mengupload artikel opini

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pisang Bolen Gilda Sari

26 Juni 2022   21:33 Diperbarui: 26 Juni 2022   22:29 72 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Indonesia negara kepulauan yang kaya akan hasil alamnya, dengan beriklim tropis serta kondisi tanah subur yang tersebar diseluruh wilayah membuat banyak sekali ditemukan beraneka ragam flora  tumbuh di negara kepulauan tersebut, salah satunya pisang yang dimana indonesia dijadikan sebagai penghasil pisang terbesar ketiga di Dunia dengan jumlah total 7.280.659 ton. 

Pisang merupakan buah dengan berbagai macam khasiat seperti mengandung potasium, mineral dimana sangat baik untuk menjaga fungsi jantung dan sirkulasi darah,serta dapat juga diolah menjadi berbagai masakan dan dessert  sehingga pisang memiliki banyak sekali penggemarnya dari berbagai kalangan.

Dimana dengan tersedianya pisang di indonesia yang melimpah, masyarakat dapat mengolah pisang untuk diperjual-belikan, dan membuat banyak sekali UMKM berdiri dan menjadi sebuah peran penting sebagai pilar perekonomian indonesia seperti halnya  UMKM yang didirikan oleh anak Presiden Indonesia sendiri Kaesang pangarep  berupa gerai Sang pisang dimana bahan Utamanya sendiri adalah pisang yang berhasil mendirikan cabang 73 gerai di seluruh indonesia, 

maka dari itu UMKM disini memberikan kesempatan bekerja dan penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat di indonesia .

Salah satunya ada di Kota malang dengan  jumlah 9.870 UMKM yang berdiri berdasarkan data dari Dinas koperasi, perindustrian  dan perdagangan kota Malang, jawa timur,  usaha tersebut juga tidak sedikit yang mampu bertahan dan tumbuh di tengah-tengah pandemi yang sedang merebak hingga  era New normal sekarang.

Yakni salah satu UMKM yg berada tepat di desa Candirenggo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang yang bernama Gilda Sari merupakan UMKM yg bergerak dalam memproduksi pisang Bolen, Pisang Bolen merupakan jajan khas Bandung hasil olahan buah pisang yang dibungkus oleh adonan semacam pastry yang diolesi kuning telur dan taburan toping meses sebelum dipanggang. 

Isian dari Pisang Bolen itu bukan hanya pisang tetapi terdapat berbagai macam isian pendamping seperti keju, coklat, kacang hijau dan masih banyak lagi. Sensasi renyah pada kulit luar dan lembut di dalam membuat pisang bolen ini lebih nikmat bila dimakan saat masih hangat.

Dimana usaha ini di kembangkan oleh sepasang Suami istri yang keduanya sudah menginjak umur 60 tahunan, beliau sendiri adalah ibu Yamtini dan bapak Muslim, mereka berhasil mengembangkan usaha mereka dan membangun 3 cabang pisang Bolen gilda sari di Sukun, Bandung dan Singosari.

Saat melakukan wawancara dengan Ibu Yamtini selaku pemilik usaha Pisang  bolen Gilda sari, beliau menyebutkan sudah membangun usaha Gilda Sari sejak tahun 2008 bersama sang suami dimana awalnya hanya usaha kecil, seiring berjalannya waktu pisang bolen yang dibuat oleh beliau memiliki peminat yang semakin banyak setiap tahunnya bahkan sudah memiliki banyak sekali pelanggan tetap untuk melakukan pemesanan pisang Bolen di Gilda sari, 

sehingga ibu yamtini mengatakan ingin berinisiatif untuk merekrut beberapa pegawai guna membantu membuat pisang bolen ujar ibu yamtini. sudah Sebanyak 5 orang dipekerjakan dalam proses produksi dan 6 orang lainnya untuk proses pemasaran dengan cara berkeliling menggunakan sepeda motor.

Dalam sehari Ibu Yamtini bisa mengolah kurang lebih 10 kg sampai dengan 4 karung tepung dan juga 15-20 tundung pisang untuk sekali produksi. Pembuatan pisang bolen ini dibantu oleh mesin mixer berukuran besar sehingga mempermudah dan mempercepat pekerjaan, pemasaran atau penjualan yang dilakukan oleh para pegawai Ibu  Yamtimi hanya berkeliling di sekitar pedesaan dan perumahan Singosari. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan