Mohon tunggu...
Ikhsan Fathanudin
Ikhsan Fathanudin Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa UPI Bandung

" Kamu tidak bisa pergi dari tanggung jawab esok hari dengan menghindarinya hari ini” - Abraham Lincoln

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

KKN Tematik UPI 2021: Meningkatkan Budaya Literasi Bagi Anak di Masa Pandemi Covid-19

26 September 2021   01:41 Diperbarui: 26 September 2021   01:44 41 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
KKN Tematik UPI 2021: Meningkatkan Budaya Literasi Bagi Anak di Masa Pandemi Covid-19
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Perkembangan teknologi yang kian canggih dan pesat, bisa kita lihat bahwa pentingnya budaya literasi bagi anak ataupun orang dewasa makin hari makin menurun. Beberapa lembaga survei menyatakan fakta tentang rendahnya budaya literasi di Indonesia. Programme for International Student Assessment (PISA) menyebutkan, pada tahun 2012 budaya literasi di Indonesia menempati urutan ke-64 dari 65 negara yang disurvei. 

Pada penelitian yang sama ditunjukkan, Indonesia menempati urutan ke-57 dari 65 negara dalam kategori minat baca. Data Unesco menyebutkan posisi membaca Indonesia 0.001%---artinya dari 1.000 orang, hanya ada 1 orang yang memiliki minat baca. Hasil survei tersebut cukup memprihatinkan dan berdampak buruk bagi system syaraf otak seseorang dikarenakan mengalami demensia atau menurunnya daya ingat manusia yang lama-kelamaan ingatan seseorang yang pernah dimiliki perlahan terkubur.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya budaya literasi tersebut diantaranya adalah aktivitas membaca masih belum dibiasakan dalam ranah keluarga. Orang tua hanya mengajarkan membaca dan menulis pada level bisa, belum terbiasa. Padahal, budaya literasi harus dibiasakan sejak kecil. Misalnya, membiasakan membaca cerita untuk anak atau mengajarkan menulis buku harian.

Kemudian teknologi yang makin canggih ternyata turut meninggalkan budaya literasi di sekolah. Anak-anak lebih suka bermain dengan smartphone daripada membaca. Membaca dirasa jenuh dibandingkan dengan bermain smartphone. Teknologi yang makin canggih juga diimbangi dengan media sosial yang makin banyak. Media sosial seperti Facebook, Twitter, Youtube, Instagram, dan lainnya memungkinkan anak lebih betah berlama-lama bermain smartphone.

Selain itu, kurang minat baca adalah penyebab rendahnya budaya literasi di sekolah. Terkadang, beberapa anak merasa tidak mengerti manfaat membaca sehingga tidak tertarik untuk melakukannya. Guru yang lebih banyak memberikan ceramah kepada anak juga ikut melemahkan budaya literasi. Segala informasi sudah didapatkan dari guru sehingga anak kurang terbiasa membaca. Bahkan, anak merasa tidak perlu membaca karena menganggap informasi yang datang dari guru selalu benar.

Hal inilah yang mendorong Ikhsan Fathanudin mahasiawa Universitas Pendidikan Indonesia untuk melaksanakan kegiatan KKN di SDN 1 Panyindangan, yang beralamatkan Jl. Raya Panyindangan No 80, Desa Panyindangan, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut 44174. Diharapkan agar kegiatan ini dapat membantu meningkatkan budaya literasi bagi anak dimasa pandemi covid-19.

Kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan budaya literasi diantaranya adalah pembiasaan literasi dan minat baca disekolah dengan kegiatan bimbingan belajar melalui platform google meet dan whatsapp grup. Kemudian memberikan tugas yang tidak membuat anak jenuh, melainkan tugas yang kreatif seperti membuat PPT dengan template yang unik dan video tutorial simulasi ujian yang disertai pedoman guna memudahkan anak-anak dalam mengerjakan soal. Memfasilitasi orangtua untuk bertanya langsung apabila ada tugas yang dirasa sulit dipecahkan oleh anak. Pada anak yang belajar mandiri dirumah, orangtua diedukasi agar anak dapat mengontrol penggunaan smartphone untuk mengakses laman yang berkaitan dengan literasi, bukan untuk dimanfatkan bermain game online atau media sosial.

Meningkatkan budaya literasi sangat penting untuk saat ini, yang mana dimasa sekarang murid lebih akrab dengan media sosial yang menarik, namun tidak signifikan dalam meningkatkan kemampuan literasi.

Mohon tunggu...
Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan