Mohon tunggu...
Ikhlas El Qasr
Ikhlas El Qasr Mohon Tunggu... Peminat Sejarah dan Fiksi

Julak Anum - Menulis adalah katarsis dari segenap sunyi. IG: https://www.instagram.com/ikhlas017 | FB: https://web.facebook.com/ikhlas.elqasr | Youtube: https://www.youtube.com/channel/UCdQsOmVRc3Ra1mNXxbGuGRw

Selanjutnya

Tutup

Puisi Artikel Utama

Puisi | Jalan Pintas

6 Juli 2020   13:29 Diperbarui: 10 Juli 2020   22:39 281 70 12 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi | Jalan Pintas
Ilustrasi: unsplash.com - Daniel Gregoire


Kini siang begitu lengang untuk kususuri
Batulicin, Lasung, Angsana
rute yang belum pernah kuambil
dan jalan pintas yang tak sesepintas
saat kau memutuskan untuk pergi

Kubuntuti saja ular navigasi yang melingkar
di layar gawaiku yang
semakin hari semakin ketinggalan
terlebih tanpa adanya kabarmu
sama seperti kepalaku yang
memilih diam dan tinggal di masa lalu

"Ke arah timur laut, ke jalan Batu Benawa!"

"Dalam 400 meter belok kiri!"

"Lanjutkan sejauh 6 kilometer!"

Meski sebenarnya
aku tak pernah sedikit pun bisa
mendikte perihal jarak dan arah
kapan motorku akan sampai
dan kapan akan singgah
apalagi meniti sisa tempuh perjalanan
dengan mengulang-ulang pertanyaan;
sudah berapa kali menyalip angkot?
dan berapa kali lagi jalanan akan berbelok?

Sebab seberapa pun berapa dan kapan itu diulang
motorku tetap akan sampai ke tujuan
walau tak pernah bisa menujumu
dan mencari kehilanganmu yang
tenggelam lalu mendingin di ujung waktu

Bila nanti aku telah puas menikmati singgah
hingga sampai kepada pulang yang kusebut rumah
aku akan merebahkan seluruh lelahku yang
kerap singgah semenjak kisah kita kau akhiri
hanya dengan menyisakan sekata entah

tapi barangkali malam ini akan begitu dingin
dan aku akan kembali tersesat
dalam ingat yang melabirin, nampaknya

Batulicin-Angsana, 06 Juli 2020

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x