Mohon tunggu...
Ikhlas El Qasr
Ikhlas El Qasr Mohon Tunggu... Peminat Sejarah dan Fiksi

Julak Anum - Menulis adalah katarsis dari segenap sunyi. IG: https://www.instagram.com/ikhlas017 | FB: https://web.facebook.com/ikhlas.elqasr | Youtube: https://www.youtube.com/channel/UCdQsOmVRc3Ra1mNXxbGuGRw

Selanjutnya

Tutup

Puisi Artikel Utama

Puisi | Mengaji Gigil

2 Juni 2020   08:28 Diperbarui: 9 Juni 2020   02:16 229 58 18 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi | Mengaji Gigil
Ilustrasi: Photo by Malte Wingen on Unsplash | unsplash.com/Malte Wingen


Aku terbangun pada jam yang dingin
di antara pergantian hari
yang berkali-kali membincangkan
cara terbaik mendekor ulang tatanan bumi
dan pesawat televisi yang membatu
semenjak pewarta berusaha membaca ketakutan
sebagai ketimpangan yang wajar
dari sebuah pertaruhan dan seleksi alam.

Terlalu lama aku mengaji gigil
tentang paman di seberang sana
yang bersengketa di atas pasar kepala naga
sedang waktu-waktu kembali berjalan
anak-anak mulai berlarian di tengah duri
para ibu sibuk menyicil kepulan asap dapur
juga para pekerja yang pulang-pergi
meniti cemas yang membusung
di antara hak anak-istri
dan kepungan udara yang telah begitu akrab
dengan kata sesak, tumbang, dan mati.

Namun aku cukup mengerti
setiap zaman akan meranggas pada masanya
tunas baru pun akan tumbuh dengan semestinya
memulai peradaban yang berbeda
dan kembali berbiasa.

Hingga bila nanti semua sisa waktu
telah habis terhenti dan mendingin di gigir sunyi
semoga keampunan-Nya tak pernah habis
untuk menerima taubat segenap hambanya
yang tak pernah luput dari kubangan dosa.

Angsana, 02 Juni 2020

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x