Mohon tunggu...
Ike dwicahyani
Ike dwicahyani Mohon Tunggu... Mahasiswa

Mahasiswa fakultas ekonomi akuntansi S1 UNISSULA Semarang

Selanjutnya

Tutup

Finansial

Pengaruh Kemajuan Teknologi Informasi terhadap Sistem Informasi Akuntansi

15 Juli 2019   22:04 Diperbarui: 15 Juli 2019   22:10 0 0 0 Mohon Tunggu...

PENGARUH KEMAJUAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP
PERKEMBANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

 Perkembangan TI yang pesat juga mengakibatkan perubahan signifikan terhadap akuntansi. Perkembangan akuntansi berdasar kemajuan teknologi terjadidalam tiga babak, yaitu era bercocok tanam, era industri, dan era informasi.Peranan TI terhadap perkembangan akuntansi pada setiap babak berbeda-beda.Semakin maju TI, semakin banyak pengaruhnya pada bidang akuntansi. 

Kemajuan TI mempengaruhi perkembangan sistem informasi akuntansi (SIA) dalam halpemrosesan data, pengendalian intern, dan peningkatan jumlah dan kualitasinformasi dalam pelaporan keuangan. Perkembangan SIA berbasis komputer dalammenghasilkan laporan keuangan juga mempengaruhi proses audit. Akhirnya,kemajuan TI memberikan peluang baru bagi profesi akuntan. Peluang baru yang mungkin diraih di antaranya adalah konsultan sistem informasi berbasiskomputer, CISA, dan web trust audit.
Kemajuan TI juga berpengaruh signifikan pada perkembangan akuntansi.Perkembangan akuntansi akibat kemajuan teknologi terjadi dalam tiga babak, yaitu era bercocok tanam, era industri, dan era informasi. Peranan TI terhadap perkembangan akuntansi pada tiap-tiap babak berbeda-beda
Akuntansi, SIA, dan Auditing
       Akuntansi adalah seperangkat pengetahuan yang mempelajari perekayasaan
penyediaan jasa berupa informasi keuangan kuantitatif unit-unit organisasi dalam
suatu lingkungan negara tertentu dan cara penyampaian (pelaporan) informasi
tersebut kepada pihak yang berkepentingan untuk dijadikan dasar dalam
pengambilan keputusan ekonomik (Suwardjono, 2005).
Menurut Bodnar dan Hopwood (2004: 1), sistem informasi akuntansi adalah
kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan, yang dirancang untuk
mengubah data keuangan dan data lainnya menjadi informasi yang dikomunikasikan
kepada berbagai pihak pengambil keputusan. Menurut Wilkinson (2000: 27), sistem
informasi akuntansi dalam melaksanakan aktivitas memerlukan elemen yang spesifik
yang bervariasi tergantung pada tingkat otomatisasi sistem informasi akuntansi
tersebut. Menurut Hall (2001: 10), elemen model umum sistem informasi akuntansi
meliputi pengguna akhir, sumber data, pengumpulan data, pemrosesan data,
manajemen database, penghasil informasi, dan umpan balik.
Auditing adalah sebuah proses sistematis yang dilakukan oleh seseorang
yang memiliki kompetensi dan bersikap independen mengenai perolehan dan
penilaian atas bukti secara objektif. Kegiatan ini dilakukan dengan
pengumpulan dan penilaian atas bukti-bukti informasi yang dapat
dikuantifikasikan dan terkait pada suatu entitas ekonomi tertentu berkenaan
dengan pernyataan mengenai tindakan-tindakan dan kejadian-kejadian ekonomi.
Tujuan kegiatan auditing ini adalah menentukan tingkat kesesuaian antara
pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan serta untuk
mengkomunikasikan hasil-hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Pelaksanaan audit yang dilakukan pada perusahaan yang belum
menggunakan sistem komputer sebagai alat bantu utama pengolahan data disebut
dengan istilah auditing konvensional. Sebaliknya, untuk perusahaan yang unsur
utama pengolahan datanya telah menggunakan komputer disebut dengan audit PDE
atau EDP audit.
Teknologi Informasi dan Perkembangan Akuntasi
Perkembangan teknologi informasi yang pesat mengakibatkan perubahan
yang sangat signifikan terhadap akuntansi. Perkembangan akuntansi berdasar
kemajuan teknologi terjadi dalam tiga babak, yaitu era bercocok tanam, era industri,
dan era informasi. Hal ini dinyatakan oleh Alvin Toffler dalam bukunya yang
berjudul The Third Wave (Robert, 1992).
Tonggak sejarah akuntansi dimulai sejak tahun 1494, yaitu ketika Luca
Pacioli memperkenalkan sistem doble entry book keeping. Akan tetapi, praktik
akuntansi sebenarnya sudah ada sejak zaman sebelum itu. Alvin Toffler dalam
bukunya The Third Wave menyatakan bahwa pada tahun 8000 SM yang dinyatakan
sebagai masa bercocok tanam orang sudah mengenal teknologi, informasi, dan
akuntansi. Tahun 1650 sampai dengan 1955 dinyatakan oleh Alvin Toffler sebagai era
industri. Era ini dimulai dengan terjadinya revolusi industri, yaitu sejak
ditemukannya mesin-mesin industri. Tenaga kerja manusia di dalam pabrik mulai
diganti dengan mesin. Kantong-kantong industri mulai bermunculan dan pertukaran
dengan uang semakin berkembang. Pada masa ini teknologi akuntansi dengan single entry book keeping sudah tidak memadai dalam penyediaan informasi akuntansi. Orang mulai memerlukan
informasi mengenai berapa pendapatan yang diperolehnya selama suatu periode
tertentu dan berapa perubahan kekayaan yang dimiliki. Pada era ini sistem doble
entry book keeping mulai diperkenalkan oleh Luca Pacioli meskipun bukan dia
penemu sistem ini. Karena kebutuhan manusia akan informasi semakin kompleks,
maka sistem doble entry book keeping mengalami perkembangan. Mulai dari teknik
pembukuan sampai dengan metode akuntansi yang kompleks seperti akuntansi untuk
inflasi, dana pensiun, leasing, dan lain-lain (Belkaoui, 2000). Pada masa ini sistem
informasi akuntansi di dalam upaya untuk menyediakan informasi, baik kepada pihak
ekstern maupun intern masih dilakukan secara manual hanya dengan bantuan mesin
hitung ataupun kalkultor.
Era informasi dimulai dengan ditemukannya komputer pada tahun 1955. Pada
era ini teknologi informasi sudah menggunakan komputer dan pemrosesan informasi menjadi lebih cepat, pemrosesan dan penyimpanan informasi menjadi lebih murah,
dan tidak banyak memakan tempat dan waktu.
Salah satu bidang akuntansi yang banyak dipengaruhi oleh perkembangan TI
adalah SIA. Pada dasarnya siklus akuntansi pada SIA berbasis komputer sama
dengan SIA berbasis manual, artinya aktivitas yang harus dilakukan untuk
menghasilkan suatu laporan keuangan tidak bertambah ataupun tidak ada yang
dihapus. SIA berbasis komputer hanya mengubah karakter dari suatu aktivitas.
 Model akuntasi berbasis biaya historis tidak cukup untuk memberikan
informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan pada era teknologi informasi (Elliot dan
Jacobson, Gani, 1999). Model akuntansi pada era teknologi informasi menghendaki
bahwa model akuntansi dapat mengukur tingkat perubahan sumber daya, mengukur
tingkat perubahan proses, mengukur aktiva tetap tak berwujud, memfokuskan ke luar
pada nilai pelanggan, mengukur proses pada realtime, dan memungkinkan network.
Perubahan proses akuntansi akan mempengaruhi proses audit karena audit
merupakan suatu bidang praktik yang menggunakan laporan keuangan (produk
akuntansi) sebagai objeknya. Praktik auditing bertujuan untuk memberikan opini
terhadap kewajaran penyajian laporan keuangan yang dihasilkan oleh SIA. Dengan
adanya kemajuan yang telah dicapai dalam bidang akuntansi yang menyangkut SIA
berbasis komputer dalam menghasilkan laporan keuangan, maka praktik auditing
akan terkena imbasnya. Perkembangan TI juga mempengaruhi perkembangan proses
audit. Ketika organisasi memperluas penggunaan TI mereka pengendalian internal
sering ditanamkan di dalam aplikasi yang hanya terlihat dalam format elektronik.
Ketika dokumen sumber yang tradisional, seperti faktur, pesanan pembelian, arsip
penagihan, dan arsip akuntansi, seperti jurnal penjualan, daftar persediaan, dan lain-
lain hanya dalam format elektronik auditor harus mengubah pendekatan audit.
Pendekatan ini sering disebut dengan auditing through the computer. Ada tiga
kategori pengujian dari pengujian strategi ketika mengaudit melalui komputer, yaitu
pendekatan data ujian, simulasi pararel, dan pendekatan modul audit tertanam.
Pada auditing with computer untuk membantu pelaksanaan keseluruhan
program pengauditan digunakan mikro komputer. Auditing with computer
dimaksudkan untuk melakukan otomatisasi terhadap proses pengauditan. Mikro
komputer akan mentransformasi beberapa fungsi audit. Auditing with computer
menggunakan software untuk melaksanakan pengujian terhadap pengendalian intern
organisasi klien (termasuk compliance test) dan pengujian substantif terhadap catatan
dan file klien.
Berdasarkan uraian di atas, terlihat bahwa auditing with computer mengarah pada penerapan expert system di dunia pengauditan. Expert system adalah program komputer yang berciri intensif-pengetahuan yang menangkap keahlian manusia dalam wilayah pengetahuan yang terbatas. Pada expert system pengetahuan manusia dimodelkan atau direpresentasikan dalam satu cara yang bisa diproses oleh komputer. Kondisi-kondisi dalam penyusunan laporan keuangan dieksekusi dalam konstruksi IF-THEN. Jika kondisi adalah benar (true), maka suatu tindakan dilakukan. Standar profesional akuntan publik menyatakan bahwa pekerjaan audit harus dilakukan oleh seorang auditor atau lebih, yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai seorang auditor. Namun, untuk keperluan EDP audit, maka auditor yang bersangkutan selain memiliki keahlian audit dan akuntansi juga harus memiliki keahlian komputer. Lebih-lebih jika auditor akan melakukan audit yang through dan within the computer.
Peluang bagi Akuntan
Secara teoretis seorang auditor tidak boleh mendelegasikan tanggung jawab
dalam merumuskan simpulan dan pernyataan opininya kepada pihak lain. Dalam
praktiknya di tengah perkembangan teknologi komputer yang sangat cepat,
maka sulit bagi seorang auditor selain menekuni profesi utamanya di bidang
audit dan akuntansi juga sigap untuk mengikuti perkembangan teknologi dan
ilmu komputer.
Kemajuan TI sempat menimbulkan rasa pesimis pada profesi akuntansi
dan calon profesi akuntansi, terutama yang tidak siap menghadapi tantangan
baru sebagai akibat kemajuan teknologi informasi. Namun, pada akhirnya
terjadi hubungan yang harmonis antara profesi akuntansi dengan teknologi informasi. Kemajuan teknologi informasi mamberikan peluang baru bagi
profesi akuntan. Peluang baru yang mungkin diraih di antaranya adalah
sebagai berikut.
1. Konsultan Sistem Informasi Berbasis Komputer
Kantor akuntan publik (KAP) yang mempunyai klien yang sudah
merupakan digital firm dituntut mempunyai pengetahuan tentang hardware,
sofware, dan teknologi komunikasi. Akuntan yang terlibat dengan laporan
keuangan seperti itu harus memahami bagaimana transaksi tersebut diproses dan
diamankan melalui elektronik web based system, baik dalam kaitannya dengan
penyusunan maupun audit laporan keuangan untuk memahami struktur
pengendalian intern. Akuntan perlu pengetahuan tambahan untuk memperluas
kompetensi yang dimiliki.
2.Computer Information System Auditor (CISA)
Karena sedemikian kompleksnya pemrosesan berbasis komputer, maka
auditor khusus seperti Computer Information System Auditor (CISA) menjadi
suatu kebutuhan yang mendesak. CISA harus memiliki kemampuan khusus,
seperti pemahaman mengenai hardware, software, database, teknologi
pengkomunikasian data, serta pengendalian yang berorientasi pada komputer
(Computer Oriented Controll) dan teknik pengauditan
3.Segel Web trust
Web trust adalah sebuah program yang memberikan jaminan menyeluruh
terhadap bisnis melalui internet dengan membangun kepercayaan dan keandalan
dari sebuah website. Sistem ini pertama kali diperkenalkan oleh American
Institute of Certified Public Accountans (AICPA) yang bekerja sama dengan
Canadian Institute of Chartered Accountants (CICA). Web trust berusaha
membangun kepercayaan publik atas transaksi lewat internet.


KESIMPULAN
Kemajuan Teknologi Informasi mempengaruhi perkembangan
sistem informasi akuntansi (SIA). Kemajuan Teknologi Informasi
mempengaruhi perkembangan Sistem Informasi Akuntansi dalam hal
pemrosesan data, pengendalian internal perusahaan, dan peningkatan jumlah
dan kualitas informasi dalam pelaporan keuangan dan sebagainya. Dengan
adanya kemajuan yang telah dicapai dalam bidang akuntansi yang
menyangkut Sistem Informasi Akuntansi berbasis komputer dalam
menghasilkan laporan keuangan, maka berdampak pula dengan praktik
pengauditan dan proses penggelolaan data akuntansi.
PENGARUH KEMAJUAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP
PERKEMBANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

 Perkembangan TI yang pesat juga mengakibatkan perubahan signifikan terhadap akuntansi. Perkembangan akuntansi berdasar kemajuan teknologi terjadidalam tiga babak, yaitu era bercocok tanam, era industri, dan era informasi.Peranan TI terhadap perkembangan akuntansi pada setiap babak berbeda-beda.Semakin maju TI, semakin banyak pengaruhnya pada bidang akuntansi. Kemajuan TI mempengaruhi perkembangan sistem informasi akuntansi (SIA) dalam halpemrosesan data, pengendalian intern, dan peningkatan jumlah dan kualitasinformasi dalam pelaporan keuangan. Perkembangan SIA berbasis komputer dalammenghasilkan laporan keuangan juga mempengaruhi proses audit. Akhirnya,kemajuan TI memberikan peluang baru bagi profesi akuntan. Peluang baru yang mungkin diraih di antaranya adalah konsultan sistem informasi berbasiskomputer, CISA, dan web trust audit.
Kemajuan TI juga berpengaruh signifikan pada perkembangan akuntansi.Perkembangan akuntansi akibat kemajuan teknologi terjadi dalam tiga babak, yaitu era bercocok tanam, era industri, dan era informasi. Peranan TI terhadap perkembangan akuntansi pada tiap-tiap babak berbeda-beda
Akuntansi, SIA, dan Auditing
       Akuntansi adalah seperangkat pengetahuan yang mempelajari perekayasaan
penyediaan jasa berupa informasi keuangan kuantitatif unit-unit organisasi dalam
suatu lingkungan negara tertentu dan cara penyampaian (pelaporan) informasi
tersebut kepada pihak yang berkepentingan untuk dijadikan dasar dalam
pengambilan keputusan ekonomik (Suwardjono, 2005).
Menurut Bodnar dan Hopwood (2004: 1), sistem informasi akuntansi adalah
kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan, yang dirancang untuk
mengubah data keuangan dan data lainnya menjadi informasi yang dikomunikasikan
kepada berbagai pihak pengambil keputusan. Menurut Wilkinson (2000: 27), sistem
informasi akuntansi dalam melaksanakan aktivitas memerlukan elemen yang spesifik
yang bervariasi tergantung pada tingkat otomatisasi sistem informasi akuntansi
tersebut. Menurut Hall (2001: 10), elemen model umum sistem informasi akuntansi
meliputi pengguna akhir, sumber data, pengumpulan data, pemrosesan data,
manajemen database, penghasil informasi, dan umpan balik.
Auditing adalah sebuah proses sistematis yang dilakukan oleh seseorang
yang memiliki kompetensi dan bersikap independen mengenai perolehan dan
penilaian atas bukti secara objektif. Kegiatan ini dilakukan dengan
pengumpulan dan penilaian atas bukti-bukti informasi yang dapat
dikuantifikasikan dan terkait pada suatu entitas ekonomi tertentu berkenaan
dengan pernyataan mengenai tindakan-tindakan dan kejadian-kejadian ekonomi.
Tujuan kegiatan auditing ini adalah menentukan tingkat kesesuaian antara
pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan serta untuk
mengkomunikasikan hasil-hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Pelaksanaan audit yang dilakukan pada perusahaan yang belum
menggunakan sistem komputer sebagai alat bantu utama pengolahan data disebut
dengan istilah auditing konvensional. Sebaliknya, untuk perusahaan yang unsur
utama pengolahan datanya telah menggunakan komputer disebut dengan audit PDE
atau EDP audit.
Teknologi Informasi dan Perkembangan Akuntasi
Perkembangan teknologi informasi yang pesat mengakibatkan perubahan
yang sangat signifikan terhadap akuntansi. Perkembangan akuntansi berdasar
kemajuan teknologi terjadi dalam tiga babak, yaitu era bercocok tanam, era industri,
dan era informasi. Hal ini dinyatakan oleh Alvin Toffler dalam bukunya yang
berjudul The Third Wave (Robert, 1992).
Tonggak sejarah akuntansi dimulai sejak tahun 1494, yaitu ketika Luca
Pacioli memperkenalkan sistem doble entry book keeping. Akan tetapi, praktik
akuntansi sebenarnya sudah ada sejak zaman sebelum itu. Alvin Toffler dalam
bukunya The Third Wave menyatakan bahwa pada tahun 8000 SM yang dinyatakan
sebagai masa bercocok tanam orang sudah mengenal teknologi, informasi, dan
akuntansi. Tahun 1650 sampai dengan 1955 dinyatakan oleh Alvin Toffler sebagai era
industri. Era ini dimulai dengan terjadinya revolusi industri, yaitu sejak
ditemukannya mesin-mesin industri. Tenaga kerja manusia di dalam pabrik mulai
diganti dengan mesin. Kantong-kantong industri mulai bermunculan dan pertukaran
dengan uang semakin berkembang. Pada masa ini teknologi akuntansi dengan single entry book keeping sudah tidak memadai dalam penyediaan informasi akuntansi. Orang mulai memerlukan
informasi mengenai berapa pendapatan yang diperolehnya selama suatu periode
tertentu dan berapa perubahan kekayaan yang dimiliki. Pada era ini sistem doble
entry book keeping mulai diperkenalkan oleh Luca Pacioli meskipun bukan dia
penemu sistem ini. Karena kebutuhan manusia akan informasi semakin kompleks,
maka sistem doble entry book keeping mengalami perkembangan. Mulai dari teknik
pembukuan sampai dengan metode akuntansi yang kompleks seperti akuntansi untuk
inflasi, dana pensiun, leasing, dan lain-lain (Belkaoui, 2000). Pada masa ini sistem
informasi akuntansi di dalam upaya untuk menyediakan informasi, baik kepada pihak
ekstern maupun intern masih dilakukan secara manual hanya dengan bantuan mesin
hitung ataupun kalkultor.
Era informasi dimulai dengan ditemukannya komputer pada tahun 1955. Pada
era ini teknologi informasi sudah menggunakan komputer dan pemrosesan informasi menjadi lebih cepat, pemrosesan dan penyimpanan informasi menjadi lebih murah,
dan tidak banyak memakan tempat dan waktu.
Salah satu bidang akuntansi yang banyak dipengaruhi oleh perkembangan TI
adalah SIA. Pada dasarnya siklus akuntansi pada SIA berbasis komputer sama
dengan SIA berbasis manual, artinya aktivitas yang harus dilakukan untuk
menghasilkan suatu laporan keuangan tidak bertambah ataupun tidak ada yang
dihapus. SIA berbasis komputer hanya mengubah karakter dari suatu aktivitas.
 Model akuntasi berbasis biaya historis tidak cukup untuk memberikan
informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan pada era teknologi informasi (Elliot dan
Jacobson, Gani, 1999). Model akuntansi pada era teknologi informasi menghendaki
bahwa model akuntansi dapat mengukur tingkat perubahan sumber daya, mengukur
tingkat perubahan proses, mengukur aktiva tetap tak berwujud, memfokuskan ke luar
pada nilai pelanggan, mengukur proses pada realtime, dan memungkinkan network.
Perubahan proses akuntansi akan mempengaruhi proses audit karena audit
merupakan suatu bidang praktik yang menggunakan laporan keuangan (produk
akuntansi) sebagai objeknya. Praktik auditing bertujuan untuk memberikan opini
terhadap kewajaran penyajian laporan keuangan yang dihasilkan oleh SIA. Dengan
adanya kemajuan yang telah dicapai dalam bidang akuntansi yang menyangkut SIA
berbasis komputer dalam menghasilkan laporan keuangan, maka praktik auditing
akan terkena imbasnya. Perkembangan TI juga mempengaruhi perkembangan proses
audit. Ketika organisasi memperluas penggunaan TI mereka pengendalian internal
sering ditanamkan di dalam aplikasi yang hanya terlihat dalam format elektronik.
Ketika dokumen sumber yang tradisional, seperti faktur, pesanan pembelian, arsip
penagihan, dan arsip akuntansi, seperti jurnal penjualan, daftar persediaan, dan lain-
lain hanya dalam format elektronik auditor harus mengubah pendekatan audit.
Pendekatan ini sering disebut dengan auditing through the computer. Ada tiga
kategori pengujian dari pengujian strategi ketika mengaudit melalui komputer, yaitu
pendekatan data ujian, simulasi pararel, dan pendekatan modul audit tertanam.
Pada auditing with computer untuk membantu pelaksanaan keseluruhan
program pengauditan digunakan mikro komputer. Auditing with computer
dimaksudkan untuk melakukan otomatisasi terhadap proses pengauditan. Mikro
komputer akan mentransformasi beberapa fungsi audit. Auditing with computer
menggunakan software untuk melaksanakan pengujian terhadap pengendalian intern
organisasi klien (termasuk compliance test) dan pengujian substantif terhadap catatan
dan file klien.
Berdasarkan uraian di atas, terlihat bahwa auditing with computer mengarah pada penerapan expert system di dunia pengauditan. Expert system adalah program komputer yang berciri intensif-pengetahuan yang menangkap keahlian manusia dalam wilayah pengetahuan yang terbatas. Pada expert system pengetahuan manusia dimodelkan atau direpresentasikan dalam satu cara yang bisa diproses oleh komputer. Kondisi-kondisi dalam penyusunan laporan keuangan dieksekusi dalam konstruksi IF-THEN. Jika kondisi adalah benar (true), maka suatu tindakan dilakukan. Standar profesional akuntan publik menyatakan bahwa pekerjaan audit harus dilakukan oleh seorang auditor atau lebih, yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai seorang auditor. Namun, untuk keperluan EDP audit, maka auditor yang bersangkutan selain memiliki keahlian audit dan akuntansi juga harus memiliki keahlian komputer. Lebih-lebih jika auditor akan melakukan audit yang through dan within the computer.
Peluang bagi Akuntan
Secara teoretis seorang auditor tidak boleh mendelegasikan tanggung jawab
dalam merumuskan simpulan dan pernyataan opininya kepada pihak lain. Dalam
praktiknya di tengah perkembangan teknologi komputer yang sangat cepat,
maka sulit bagi seorang auditor selain menekuni profesi utamanya di bidang
audit dan akuntansi juga sigap untuk mengikuti perkembangan teknologi dan
ilmu komputer.
Kemajuan TI sempat menimbulkan rasa pesimis pada profesi akuntansi
dan calon profesi akuntansi, terutama yang tidak siap menghadapi tantangan
baru sebagai akibat kemajuan teknologi informasi. Namun, pada akhirnya
terjadi hubungan yang harmonis antara profesi akuntansi dengan teknologi informasi. Kemajuan teknologi informasi mamberikan peluang baru bagi
profesi akuntan. Peluang baru yang mungkin diraih di antaranya adalah
sebagai berikut.
1. Konsultan Sistem Informasi Berbasis Komputer
Kantor akuntan publik (KAP) yang mempunyai klien yang sudah
merupakan digital firm dituntut mempunyai pengetahuan tentang hardware,
sofware, dan teknologi komunikasi. Akuntan yang terlibat dengan laporan
keuangan seperti itu harus memahami bagaimana transaksi tersebut diproses dan
diamankan melalui elektronik web based system, baik dalam kaitannya dengan
penyusunan maupun audit laporan keuangan untuk memahami struktur
pengendalian intern. Akuntan perlu pengetahuan tambahan untuk memperluas
kompetensi yang dimiliki.
2.Computer Information System Auditor (CISA)
Karena sedemikian kompleksnya pemrosesan berbasis komputer, maka
auditor khusus seperti Computer Information System Auditor (CISA) menjadi
suatu kebutuhan yang mendesak. CISA harus memiliki kemampuan khusus,
seperti pemahaman mengenai hardware, software, database, teknologi
pengkomunikasian data, serta pengendalian yang berorientasi pada komputer
(Computer Oriented Controll) dan teknik pengauditan
3.Segel Web trust
Web trust adalah sebuah program yang memberikan jaminan menyeluruh
terhadap bisnis melalui internet dengan membangun kepercayaan dan keandalan
dari sebuah website. Sistem ini pertama kali diperkenalkan oleh American
Institute of Certified Public Accountans (AICPA) yang bekerja sama dengan
Canadian Institute of Chartered Accountants (CICA). Web trust berusaha
membangun kepercayaan publik atas transaksi lewat internet.


KESIMPULAN
Kemajuan Teknologi Informasi mempengaruhi perkembangan
sistem informasi akuntansi (SIA). Kemajuan Teknologi Informasi
mempengaruhi perkembangan Sistem Informasi Akuntansi dalam hal
pemrosesan data, pengendalian internal perusahaan, dan peningkatan jumlah
dan kualitas informasi dalam pelaporan keuangan dan sebagainya. Dengan
adanya kemajuan yang telah dicapai dalam bidang akuntansi yang
menyangkut Sistem Informasi Akuntansi berbasis komputer dalam
menghasilkan laporan keuangan, maka berdampak pula dengan praktik
pengauditan dan proses penggelolaan data akuntansi.