Mohon tunggu...
KKM SELOKAJANG 2021
KKM SELOKAJANG 2021 Mohon Tunggu... Lainnya - MAHASISWA UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

KKM - DR UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2021-2022

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Hal Mengesankan Belajar bersama Dosen Pancasila dan Kewarganegaraan

7 Mei 2020   14:02 Diperbarui: 7 Mei 2020   14:45 285 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Foto Pak Edi Purwanto,M.Si

            Mahasiswa memiliki penilaian tersendiri terhadap kompetensi mengajar dosen. Dari sikap, cara mengajar dan kebiasaan yang ditampilkan dosen dihadapan mahasiswa akan memunculkan persepsi yang berbeda-beda mengenai dosen tersebut. Dalam artikel ini saya akan memberikan pendapat saya terhadap salah satu dosen di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

             Sudah dua semester saya menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Di dua semester ini saya mempelajari mata kuliah yang telah diadakan di Perguruan Tinggi. Di semester pertama saya mempelajari mata kuliah Pancasila dan di semester kedua saya mempelajari mata kuliah Kewarganegaraan. Di dua mata kuliah ini saya belajar dengan dosen yang sama. Banyak pengalaman yang telah saya dapat. Awalnya, di semester pertama saya berfikiran bahwa kuliah pancasila ini akan sangat membosankan. Tetapi, fikiran mengenai kuliah Pancasila yang membosankan lama-kelamaan memudar. Karena awalnya saya beranggapan bahwa perkuliahan ini akan diisi dengan ceramah dan presentasi yang membosankan dan akan membuat saya merasa ngantuk. Pada kenyataannya justru kuliah Pancasila ini membuat saya lebih semangat dan menyenangkan.

            Kenapa bisa begitu? karena di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim ini saya bertemu dengan dosen yang lucu, seru, dan berbeda dengan dosen yang lain. Beliau bernama Edi Purwanto,M.Si salah satu dosen yang berasal dari Blitar dan terkenal sebagai aktivis. Menurut saya Pak Edi memberikan metode pembelajaran dengan sangat baik, cara mengajarnya yang santai dapat diterima dengan baik, dan beliau dapat menyatu seakan-akan beliau juga sebagai mahasiswa sehingga dapat dengan mudah menerima pelajaran beliau.

            Di semester satu banyak kisah yang dibuat bersama Pak Edi.  Jika ada mahasiswa yang terlambat beliau  tetap memperbolehkan mahasiswanya masuk tetapi selalu memberikan hukuman seperti menyanyi di depan kelas. Hukuman tersebut kadang membuat mahasiswa malu jika dihukum di depan kelas sehingga bisa membuat mahasiswa datang sebelum jam mata kuliah dimulai. Tidak hanya terfokuskan dengan pembahasan, di kelas juga pernah mengadakan konser nyanyi-nyanyian, joget bareng, dan yang paling mengesankan makan bareng satu kelas di tempat makan dekat kampus. Kegiatan tersebut bisa membuat hubungan antara dosen dan mahasiswa lebih akrab, pertemanan dengan teman sekelas lebih erat dan membangun solidaritas antar teman.

            

Foto makan bersama
Foto makan bersama
Mengenai masalah tugas saya sangat suka dengan tugas yang diberikan oleh Pak Edi, di tugas pertama beliau memberikan tugas soal-soal dan dijawab dengan tulis tangan. Dan saya ingat apa yang dikatakan oleh Pak Edi, daripada beliau pusing melihat tulisan mahasiswanya yang berbeda-beda dan ruwet beliau akhirnya memberikan tugas berupa video yang dikaitkan dengan nilai-nilai pancasila. Dari tugas video tersebut saya lebih mudah memahami tentang nilai-nilai pancasila dan juga dapat menambah kekreatifan mahasiswa.

            Saat mulai memasuki semester dua di mata kuliah Kewarganegaraan saya memilih Pak Edi sebagai dosen pengampu mata kuliah tersebut, karena di semester pertama saya sudah merasakan bagaimana keseruan belajar bersama beliau. Di semester dua ini metode pembelajarannya berbeda dengan semester satu yang pada awalnya materi pembelajaran yang diberikan Pak Edi sesuai dengan silabus. Di semester dua ini mahasiswa di dorong untuk mencari bahan perkuliahan sendiri dan didiskusikan bersama. Jika dari mahasiswa kurang faham mengenai masalah yang dibahas beliau akan menjelaskan dengan baik, santai, serta sensi humor yang dapat membangkitkan daya pikir mahasiswa sehingga tidak terlalu tegang dan membosankan.  Sehingga mahasiswa dapat mengembangkan dan menerapkan ilmu yang didapat, serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Menurut saya metode tersebut cukup baik karena membuat mahasiswa lebih mandiri dan berfikir kritis.

            Tidak hanya itu, di semester dua ini beliau memberikan pilihan kepada mahasiswanya  untuk memilih tugas selama satu semester antara membuat film, menulis, dan presentasi untuk temanya pun mahasiswa menentukan sendiri. Tetapi rata-rata dari anak kelas memilih untuk membuat film.

            Di balik keasikkan beliau mungkin karena beliau terlalu sibuk sehingga jarang untuk memasuki kelas dan ikut berdiskusi bersama. Sampai-sampai di semester dua perkuliahan di kelas Kewarganegaraan yang aslinya terjadwal di Hari Senin terpaksa harus diganti menjadi Hari Jum’at. Dengan pergantian jam tersebut kadang membuat mahasiswa kurang bersemangat tetapi kelas tetap berjalan dengan lancar walaupun masih banyak mahasiswa yang terlambat dan perkuliahan mulai jadi agak molor. Semoga Pak Edi untuk ke depannya bisa lebih ngga jarang masuk lagi ya pak. :)

Terima kasih atas ilmu yang diberikan selama dua semester pak. Semoga selalu diberikan kesehatan dan selalu menjadi dosen yang terbaik bagi mahasiswanya... Sukses terus Bapak :)

             

Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan