Mohon tunggu...
Muhammad Ikbal
Muhammad Ikbal Mohon Tunggu... pelajar/mahasiswa -

Temui saya di http://ikbaldelima.blogspot.com/

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup

Merasakan Ibu Melalui “Lampu Ajaib” Kayu Putih Aromatherapy Cap lang

6 November 2016   17:02 Diperbarui: 6 November 2016   23:03 38
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Guru Muda SM3T dalam perjalanan menuju Sambas, Kalbar dari Banda Aceh (Dok. Pribadi)

Ada hal-hal di dunia ini yang kepopulerannya mengubur keberadaan hal-hal lain. Hal-hal yang menjadi tak terdengar karena kalah nyaring dengan saingannya. Hal-hal yang menjadi tak terlihat karena kalah bersinar dibandingkan kompetitornya. Bahkan, banyak produk atau barang yang karena kepopulerannya menyebabkan merek dagangnya melekat pada merek barang lain yang sejenis.

Pembeli : “Ada Cap lang Bang?”

Penjual : “Yang merek apa Dek?”

Pembeli : “Yang merek ***** Bang”

Pertanyaan di atas secara bahasa mungkin tidak tepat, tapi bukan suatu hal yang aneh dalam kehidupan sehari-hari. Karena sangat dekat dan populernya, kata “Cap Lang” telah menggeser penggunaan kata “minyak kayu putih”. Padahal seperti percakapan di atas, bisa saja yang ingin dibeli bukan minyak kayu putih Cap Lang, melainkan merek lain.

Barang-barang itu, karena sangat dekatnya dengan keseharian kita, terkadang mewakili momentum-momentum tertentu dalam keluarga. Harum merek bumbu masak tertentu terkadang mengingatkan seorang adik di perantauan akan nikmatnya makanan kakak di kampung. Merek sepeda tertentu seringkali membuat kangen akan Almarhum Ayah yang dulu mengajari kita bersepeda awktu kecil. Dan Aroma minyak kayu putih Cap Lang tak jarang mengingatkan kita akan kehangatan cinta Ibunda yang berjarak ribuan kilometer jauhnya.

Itulah yang saya alami selaku guru Muda SM3T (Sarjana Mengajar di Daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal) yang ditugaskan di kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Bukan sekali dua kali aroma minyak kayu putih Cap Lang yang menguar sepanjang perjalanan dari Aceh ke Sambas, Kalbar memberatkan langkah untuk meninggalkan Ibu satu tahun ke depan untuk mengemban tugas dari Kemendikbud ini. Pagi subuh buta, sambil menunggu antrean chek In,kehangatanMinyak Kayu Putih Cap Lang digilir 47 orang untuk melawan dinginnya pagi di Bandara. Siang hari, sambil menunggu penerbangan berikutnya dari Jakarta ke Pontianak, harum khas minyak kayu putih Cap Lang menjadi pengusir bosan bagi sebagian besar Guru Muda. Dan sore hari sampai tengah malam, Aroma Cap Lang menjadi penantang bau bus yang memabukkan dalam perjalanan melelahkan dari kota Pontianak ke Kab. Sambas. Minyak kayu putih Cap Lang mengiringi perjalanan kami dari ujung sumatera ke ujung kalimantan.

Guru Muda SM3T dalam perjalanan menuju Sambas, Kalbar dari Banda Aceh (Dok. Pribadi)
Guru Muda SM3T dalam perjalanan menuju Sambas, Kalbar dari Banda Aceh (Dok. Pribadi)
Guru Muda SM3T dalam perjalanan menuju Sambas, Kalbar dari Banda Aceh (Dok. Pribadi)
Guru Muda SM3T dalam perjalanan menuju Sambas, Kalbar dari Banda Aceh (Dok. Pribadi)
“Disuruh bawa sama Emmak, ” jawab beberapa guru Muda ketika ditanya alasannya membawa Cap Lang. Dan kenyataannya, minyak Kayu putih Cap Lang memang telah lama menjadi simbol kedekatan antara ibu dan anak. Semenjak kecil, saya dan sebagian besar pembaca mungkin ingat ketika Ibu mengusap perut kita yang kembung dengan Minyak Kayu Putih Cap Lang. Saat ketika sentuhan jari ibu bersatu dengan Minyak Kayu Putih Caplang untuk menghilangkan pusing di kening. Atau ketika pijatan tangan Ibu yang berbalur Cap Lang mengusir sakit yang membuat lemas kita, anak kesayangannya.

Maka, siapa yang tak langsung teringat Ibu tercinta ketika menghirup aroma Cap Lang jika dulu dan bahkan sekarang, Minyak Kayu Putih Cap Lang bersatu dengan sentuh kasih sang ibu? Layaknya Lampu Ajaib Aladin yang ketika digosok mengeluarkan jin yang mampu mengabulkan beragam permintaan, “Lampu Ajaib Cap Lang” mampu menghadirkan kehangatan seorang ibu dalam setiap olesan dan gosokan. Justru, untuk mengisi kekosongan yang timbul akibat jarak, Minyak Kayu Putih Cap Lang menjadi tambahan pilihan lain selain berkomunikasi langsung via telpon. Cap Lang memang tak mungkin menggantikan peran ibu, tapi aroma dan kehangatannya setidaknya bisa memberikan efek yang sama ketika Ibu berada di sisi pada moment-moment tertentu. Tinggal gosok, “Lampu Ajaib Cap Lang” bisa menghadirkan kehangatan wanita yang selalu ada sejak kita kecil itu.

Jika dari dulu kita terbiasa dengan Minyak Kayu Putih Cajuput Oil, kini PT. Eagle Indo Pharma menghadirkan inovasi terbaru yakni Kayu Putih Aromatherapy Cap Lang. Varian baru “Lampu Ajaib Cap Lang” ini tak hanya membuat kita rindu akan ibu saat aroma Cap Lang menyebar dengan kehangatan yang menghilangkan masuk angin dan pusing saja, melainkan juga di momen-momen dan kebutuhan-kebutuhan tertentu. 4 jenis Aromaterapi Cap Lang mampu mengisi sedikit kekosongan dari wanita yang selalu ada dalam berbagai moment itu.

Meninggalkan Ibu di provinsi ujung barat Indonesia dan bertugas mengajar selama setahun di ujung Borneo bagian Indonesia tentu menyisakan ruang kosong besar yang biasanya selalu diisi Sang Super Girl itu. Apalagi bagi saya yang mood-mood-an, ketidakhadiran ibu yang menenangkan pikiran sering membuat saya tak menjalani hari dengan antusias. Maka, ketika tahu kalau “Lampu Ajaib” Cap Lang menelurkan Minyak Kayu Putih Aromaterapi yang bisa memperbaiki mood, saya langsung beli Kayu Putih Aromatherapy aroma Green, Rose, Lavender dan Ekaliptus sekaligus. Harus dicoba! Dan tak menunggu waktu lama setelah mencoba ragam aromaterapinya, diri ini langsung mendaratkan hatinya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gaya Hidup Selengkapnya
Lihat Gaya Hidup Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun