Mohon tunggu...
Ika Sunarmi
Ika Sunarmi Mohon Tunggu... Guru dan Penulis

Ketika sebuah karya selesai ditulis, maka pengarang tak mati. Ia baru saja memperpanjang umurnya lagi. (Helvy Tiana Rosa)

Selanjutnya

Tutup

Karir Pilihan

Mimpi Kecil yang Menjadi Nyata

20 November 2020   11:34 Diperbarui: 20 November 2020   11:38 64 12 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mimpi Kecil yang Menjadi Nyata
Dokumentasi Pustaka One


"Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk  mimpi-mimpi kita." Itulah sebuah kutipan dari Novel Edensor karya Andrea Hirata membawa keyakinanku
pada impian-impian yang kumiliki.

Aku percaya bahwa apa yang kita inginkan dan tanam dalam hati suatu saat akan menjadi nyata. Aku adalah anak pertama dari dua bersaudara. Aku lahir di Desa Setren, sebuah desa kecil di ujung utara Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Begitu juga kedua orang tuaku, bekerja sebagai petani dengan pendapatan yang pas-pasan.

Sejak masih duduk di bangku sd, aku selalu menjadi ketua kelompok belajar. Aku mengajari teman- temanku yang tidak paham terhadap pelajaran. Aku senang berbagi ilmu. Namun, keinginanku menjadi guru timbul ketika adikku mulai belajar menulis. Aku dengan telaten mengajari adikku belajar mengenal huruf. Mengajari dari cara memegang pensil hingga menulis huruf.

Saat adikku mulai bisa menulis, aku sangat bangga. Ibu pun bangga melihatku berhasil mengajari adikku. Namun, aku tahu tidak mudah untuk mewujudkan mimpiku itu. Aku selalu menyimpannya dengan rapat di hatiku. Menjelang masa akhir sekolahku, pembina vihara di daerahku menginformasikan bahwa akan dibangun kembali sebuah asrama di Wonogiri. Saat itu aku langsung memutuskan untuk mendaftar sebagai siswamasrama. Setelah melewati beberapa tahap seleksi, aku dinyatakan lulus dan berhak menjadi siswa asrama. Di sinilah mimpiku yang pertama terwujud.

Aku bersekolah di SMA Negeri 3 Wonogiri, yang terletak tepat di kaki Gunung gandul. Di masa sma inilah aku menyadari keinginanku yang lain. Saat itu aku tidak lagi ingin menjadi guru, aku ingin menjadi penulis. Hal itu berawal dari cerpen pertama yang aku tulis sebagai tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia terpilih untuk mewakili sekolah dalam lomba cerpen nasional. Aku mulai rajin menulis. Aku menjadi kontributor tetap majalah dinding sekolah. Sering mengikuti berbagai lomba menulis cerpen. Namun untuk melanjutkan kuliah aku harus pindah ke Pontianak, sedangkan di Pontianak tidak ada jurusan sastra maupun komunikasi. Satu-satunya yang berkaitan dengan sastra hanyalah jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Aku tidak punya pilihan lain.

Seiring berjalannya waktu, aku sangat menikmati proses kuliah. Hingga aku menjadi guru, ternyata memang hal yang aku cita-cita sedari kecil terwujud. Karena kecintaanku pada dunia pendidikan, aku memutuskan untuk melajutkan kuliah S2 pada tahun 2015 dan lulus pada tahun 2018. Inilah mimpi lainnya yang terwujud. Masih banyak mimpi-mimpi kecil lain yang secara perlahan mulai terwujud.

Di akhir tahun 2018 untuk pertama kalinya aku mencoba mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil. Meskipun aku tahu persaingannya tidak mudah, tapi aku menanamkan keyakinan dalam hati. Dan itulah yang terjadi. Tepat tanggal 1 Januari 2019, aku menerima pengumuman hasil seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil dan namaku tertera di sana. Aku juga terus berusaha mewujudku mimpiku menjadi penulis. Tahun ini, buku pertamaku, Antologi cerpen, dengan judul "Kesempatan Berdua" berhasil terbit. Karena itu, sampai saat ini aku tidak pernah melepaskan mimpi-mimpiku. Dengan keyakinan yang kuat, perlahan pasti akan terwujud.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x