Mohon tunggu...
Ika Septi
Ika Septi Mohon Tunggu... Lainnya - Lainnya

Penyuka musik, buku, kuliner, dan film.

Selanjutnya

Tutup

Music Artikel Utama

Pendidikan di Mata Beberapa Musisi Rock Dunia

20 Mei 2017   17:29 Diperbarui: 16 November 2023   17:08 865
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Greg Graffin. Sumber :thebrpage

Kacamata tebal, rambut berminyak dengan belahan tengah atau pinggir yang tersisir rapi, kaus polo dikancing sampai leher dan celana kain adalah tampilan wajib mereka. 

Menenteng buku tebal sekaligus menggendong backpack yang penuh sesak dengan buku dan benda-benda wajib lainnya pun melengkapi gaya jenius dan berpendidikan yang mereka sandang. 

Digenapi dengan tidak bersosialisasi dan selalu tertutup. Itulah stereotip remaja pintar yang selalu mengutamakan pelajaran dari apa pun di dunia ini dalam beberapa film remaja yang kerap saya tonton. Karena keistimewaan itulah teman-teman mereka seringkali menjulukinya dengan sebutan geek ataupun nerd.

Di dunia nyata, mungkin ada beberapa yang demikian, namun tak dapat dipungkiri pula bahwa ada orang-orang jenius dan berpendidikan tinggi yang berpenampilan cool layaknya rockstar. Ya, karena mereka memanglah rockstar itu sesungguhnya.

Seperti yang diketahui, selama ini musisi rock itu identik dengan putus sekolah atau hanya mengecap pendidikan yang ala kadarnya. 

Setelah meraih popularitas, banyak dari mereka yang meninggalkan bangku sekolah begitu saja. Namun, ternyata tidak demikian dengan beberapa musisi rock ini. Karena selain bergelut dengan dunia musik, mereka masih peduli akan pendidikan. 

Bahkan, beberapa di antaranya memiliki gelar doktor. Dan sedikit mengejutkan bahwa beberapa doktor itu datang dari genre punk.  

Bila mendengar kata punk, hal-hal buruk nan aneh pasti langsung berkelebat di pikiran. Dari gaya hidup yang suka-suka, dandanan yang cenderung menyeramkan dan pendidikan yang dinomorbelakangkan. Namun, hal itu tak terjadi pada frontman band punk asal California, Bad Religion, yaitu Greg Graffin. 

Pria yang kini berusia 52 tahun ini mendapat gelar doktornya dari Universitas Cornell jurusan Zoology. Vokalis, musisi multi instrument, penulis lagu dan penulis buku ini kini aktif mengajar di UNCLA. 

Ia pun pernah mendapatkan penghargaan Society of Vertebrate Paleontologists and Harvard's Cultural Humanism Committee atas semua dedikasinya pada dunia pendidikan berdasarkan keilmuan yang ia geluti.Selain Graffin, Milo Aukerman yang merupakan vokalis band punk The Descendents pun demikian. Pria berusia 54 tahun ini adalah profesor biokimia lulusan Universitas Wisconsin–Madison. 

Ketika mengejar gelar doktoralnya, Aukerman memutuskan untuk berhenti bermusik dengan ditandai rilisnya album bertajuk Milo Goes to College. Namun kabarnya, profesor yang kini bekerja di Universitas Delaware ini akan kembali menggeluti dunia musik yang pernah ia tinggalkan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Music Selengkapnya
Lihat Music Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun