Mohon tunggu...
Ika Septi
Ika Septi Mohon Tunggu... Lainnya - Lainnya

Penyuka musik, buku, kuliner, dan film.

Selanjutnya

Tutup

Beauty Artikel Utama

Menyelisik Perjalanan "Si Belang-belang", Motif yang Dulu Pernah Dicitrakan Buruk

2 Juni 2020   14:30 Diperbarui: 2 Juni 2020   20:03 1218
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

"I'm ten years old, my life's half over. And I don't even know if I'm black with white stripes or white with black stripes."

Begitulah yang dikatakan Marty, Si Zebra cerewet di film Madagascar.  Iyak, Marty yang seluruh hidupnya bergelut dengan motif belang-belang saja masih bingung dengan kebelang-belangannya apalagi saya yang hanya memiliki beberapa helai baju bermotif belang. 

Ini belang-belang apaasihh.

Belang-belang atau garis-garis merupakan pola kain tertua yang di dapatkan sebagai konsekuensi alami dari variabilitas warna benang wol yang dianyam menjadi selembar kain.  Motif ini ditemukan dalam berbagai budaya di seluruh dunia.

Dalam dunia fesyen, motif belang memiliki tempat tersendiri sebagai motif klasik yang akan selalu ada dari zaman ke zamannya. Walaupun dalam sejarahnya, si belang-belang ini pernah menjadi motif yang bisa membuat sang pemakai dicurigai bahkan dihilangkan nyawanya.

Hal inilah yang terjadi pada seorang tukang sepatu di Rouen, Perancis. Pada tahun 1310, ia dihukum mati hanya karena kegep mengenakan pakaian bermotif belang-belang, duh!

Ya, begitulah yang diungkapkan Michel Pastoureau dalam bukunya yang berjudul  "The Devil's Cloth: A History of Stripes."

Di abad pertengahan memakai pakaian bermotif belang adalah sebuah tindakan yang berbahaya. Mengapa? Karena pada saat itu motif belang dianggap rendah dan hanya dipakai oleh orang-orang buangan sosial seperti penjahat, pelaku prostitusi, orang gila, penderita lepra, pesulap bahkan para badut, atas perintah ya bukan secara sukarela.

Belang-belang pada pakaian mereka tidak dapat diabaikan begitu saja karena pola itu digunakan oleh individu yang enggan hidup sesuai dengan aturan sosial yang ada.  Saat itu motif belang-belang kerap diasosiasikan sebagai perwujudan iblis, hiyy.

Maka tak heran bila motif belang dijadikan pakaian para tahanan seperti yang kerap dikenakan Daltons Bersaudara setelah dijebloskan ke penjara oleh Lucky Luke dan kudanya yang pandai mecuci baju dan bermain catur, Jolly Jumper, yihaaaaa!!

Ilustrasi : onedio
Ilustrasi : onedio
Penjara Auburn di kota New York tercatat sebagai penjara pertama di Amerika yang menggunakan pakaian bermotif belang hitam putih bagi para tahanannya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Beauty Selengkapnya
Lihat Beauty Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun