Ika Septi
Ika Septi lainnya

penyuka musik, buku, film dan kerajinan tangan.

Selanjutnya

Tutup

Fesyen Artikel Utama

Tren Nail Art 2018, Aneh dan Mengundang Perdebatan

9 Oktober 2018   14:55 Diperbarui: 9 Oktober 2018   18:59 4501 12 10
Tren Nail Art 2018, Aneh dan Mengundang Perdebatan
Ilustrasi (Pixabay)

Kemarin ini saya sempat terbengong-bengong bagai sapi ompong ketika melihat anak tetangga yang berusia sekitar 9 tahunan bermain dandan-dandanan dengan temannya.

Bibir merah menyala, kelopak mata berpulas warna biru PERSIB, semburat blush on pink mewarnai pipi-pipi tembam mereka dan tak ketinggalan kuku pun dikuteks dengan warna ungu mengkilat.  

Apesnya semua perlengkapan make-up yang mereka pakai untuk bermain adalah milik ibunya, ya perlengkapan make up orisinil yang dibeli dengan uang bukan daun.

Beda dengan zaman dulu, saat kecil saya tidak mengenal permainan dandan-dandanan seperti itu paling banter hanya mewarnai kuku, itu pun dilakukan secara alami menggunakan tumbuhan bernama pacar air yang memiliki nama latin Impatiens balsamina Linn.

Cara membuatnya pun mudah yaitu dengan menumbuk beberapa lembar daun pacar air ditambah sejumput kapur.  

Beberapa teman ada yang menambahkan semut kedalamnya,  mereka berkeyakinan bahwa pengorbanan sang semut yang sangat berarti bagi dunia kecantikan itu akan memberi efek warna yang sempurna.

Hal tersebut belum dipastikan keabsahannya namun yang pasti melanggar hak asasi hewan yang bersangkutan dan bila ketahuan PETA (People for the Ethical Treatment of Animals) pasti bakal dilabrak sampai mangkrak, proyek Hambalang kalik mangkrak, weah.

Nah,  setelah daun-daun tersebut ditumbuk sampai halus barulah ditempelkan ke permukaan kuku sampai mengering.  Setelah mengering, baru dilepaskan.

Pewarnaan kuku alami lainnya adalah menggunakan henna. Henna adalah tumbuhan perdu yang hidup di Asia Barat Daya dan Afrika Timur Laut.  Dan sama halnya dengan pacar air, henna yang bernama latin Lawsonia inermis L ini adalah pewarna alami yang selain dapat mewarnai kuku juga dapat menjadi pewarna rambut.

Sumber : Facetofeet.com
Sumber : Facetofeet.com
Selain pacar air dan henna, cat kuku atau kuteks adalah pilihan lain dalam mewarnai kuku.  Kuteks muncul pertama kali di daerah Tiongkok sekitar tahun 3000 SM.  

Dulu kuteks dibuat dari lilin lebah, putih telur, gelatin, pewarna sayur, dan getah Arab. Dari zaman ke zaman bahan kuteks pun mengalami pembaharuan, dan kini kuteks di dominasi oleh bahan polimer organik dengan berbagai campuran zat aditif.

Seiring dengan berkembangnya bahan serta warna-warna kuteks, berkembang pula seni merias kuku yang kerap disebut nail art. 

Tahun 2018 ini banyak bermunculan gaya-gaya aneh dalam merias kuku. Tak hanya mengedepankan permainan warna namun sudah maju ke permainan bentuk.

Sebuah salon kuku yang berada di negerinya  Pak Vladimir Putin, Nail Sunny memiliki gaya-gaya absurd yang digadang-gadang selalu menduduki puncak tren nail art tahun 2018 ini.  

Salah satunya adalah the nail comb yaitu sisir nangkring di kuku.  Nail art ini dibuat dengan sistem ekstensi. Bila ditilik-tilik, nail art jenis ini lumayan juga karena dapat dijadikan sisir dengan syarat rambutnya harus yang sejenis dengan rambut milik Jared Letto ya.

Sumber : Unilad
Sumber : Unilad
Selain sisir, sikat gigi pun dapat dijadikan hiasan kuku. Tren ini nampaknya mengikuti nail art berbentuk gigi geraham yang telah populer sebelumnya, bagai berbalas pantun gitu. 

Nail art berbentuk gigi geraham itu terlihat sangat nyata, bahkan saking ingin terlihat nyatanya, tak ketinggalan lubang gigi pun terlihat disana. 

Mungkin nanti ada nail art sapu ijuk atau sikat baju. Sumber ; Allure.com.
Mungkin nanti ada nail art sapu ijuk atau sikat baju. Sumber ; Allure.com.
Sumber : Liputan6
Sumber : Liputan6
Dan yang paling menghebohkan dari seni merias kukunya Nail Sunny ini adalah nail art yang melibatkan semut hidup.  Ya, seekor semut hidup disisipkan di kuku ekstensi berbahan akrilik bening.  

Nail art ini sempat membuat heboh para penyayang binatang sampai-sampai PETA pun ikut angkat bicara.  Begitu mendapat cecaran sana-sini, Nail Sunny pun memberi klarifikasi bahwasannya semut-semut yang berada di dalam kuku itu dilepaskan setelah video yang diunggah di Instagram tersebut selesai dibuat. 

Ah, tapi tetap saja ya terlihat mengerikan melihat mahluk hidup terperangkap di kuku tanpa makanan dan suplai oksigen yang tipis.  

Semut berkeliaran di dalam kuku. Sumber : Insider
Semut berkeliaran di dalam kuku. Sumber : Insider
Menghias sesuatu termasuk kuku demi kecantikan dan kepuasan adalah hak semua orang, namun sejatinya tetap harus memperhatikan hal-hal yang mengikutinya.  

Jangan sampai  keindahan yang ingin kita ciptakan menyakiti diri sendiri, orang lain atau binatang sekalipun karena sejatinya keindahan itu mendatangkan kebahagiaan bukan kesengsaraan.

Sekian.

Referensi  : Grid.id, Glamour, Insider, SunnyNailInstagram, Unilad, Wikipedia.