Ika Septi
Ika Septi lainnya

penyuka musik, buku, film dan kerajinan tangan.

Selanjutnya

Tutup

Kuliner Artikel Utama

Menikmati Legitnya Donat di Antara Misteri Asal Usulnya

26 September 2018   15:51 Diperbarui: 29 September 2018   20:05 1631 12 7
Menikmati Legitnya Donat di Antara Misteri Asal Usulnya
Ilustrasi (Pexels)

Entah berapa banyak film produksi Hollywood yang telah saya tonton dan di dalamnya terdapat scene dimana ada beberapa polisi patroli sedang membeli dan menyantap donat.

Ya, makanan yang berbentuk cincin ini memang sangat identik dengan polisi Amerika, kabarnya karena resto donat lah satu-satunya resto yang buka hingga dini hari, dimana para polisi yang sedang ronda malam hingga pagi bisa mengunjunginya ketika lapar menghampiri.

Donat yang merupakan kudapan cepat saji itu, gak bikin repot ketika menyantapnya. Bila tiba-tiba ada panggilan tugas secara mendadak, donat tinggal di bawa untuk di santap kemudian. 

Donat yang asal usulnya masih sedikit misterius semisterius sisi gelap bulan itu merupakan kudapan yang mengenyangkan dengan kadar lemak sekitar 20 sampai 25 % dari berat donatnya sendiri. Pantas saja perut Hommer Simpson buncit, karena Ayah dari Bart Simpson itu adalah penggila donat nomor wahid.

Di Indonesia sendiri, kini telah banyak tumbuh gerai-gerai donat. Dulu yang paling top adalah Dunkin' Donuts. Brand yang di bawa ke Indonesia sejak tahun 1985 itu hingga kini masih memiliki fans-nya tersendiri.

Untuk donat lokal, J.Co adalah jawaranya. Gerai donat milik sang penata rambut Johny Andrean itu sukses menancapkan taringnya di dunia perkulineran Indonesia. Satu lagi donat lokal yang mulai banyak peminatnya adalah Donat Madu. Gerainya tumbuh secara masif di mana-mana.

Sebenarnya darimanakah asal donat?  Asal usul donat lahir di dunia ini masih misterius alias simpang-siur. Ada beberapa versi kisah yang masih diperdebatkan keabsahannya tentang asal-muasal donat.  Kisah pertama, donat sudah ada sejak zaman prasejarah merunut sebuah penemuan kue berlubang tengah yang telah membatu diantara artefak-artefak peninggalan suku Indian primitif.

Kisah kedua adalah donat dibawa oleh imigran Belanda ke Amerika Utara sekitar abad 16 -17-an.  Para imigran ini hobi sekali membuat kue khas Belanda yang bernama olykoeks atau yang kerap disebut kue minyak.

Ilustrasi : Statusfan.com
Ilustrasi : Statusfan.com
Mengapa disebut kue minyak, karena mereka mengolah kue berbentuk bulat ini dengan menggorengnya di minyak hingga kuning keemasan.  Lalu lama kelamaan kue ini pun mengalami asimilasi dengan budaya Amerika sehingga menghasilkan kue donat yang seperti sekarang ini. Nama donat yang berasal dari kata dough-nut sendiri pertama kali disebutkan di sebuah buku bertajuk "History of New York" yang ditulis oleh Washington Irving pada tahun 1809 silam.

Sedangkan kisah ketiga adalah donat ditemukan oleh seorang kapten kapal asal Denmark bernama  Hanson Gregory.  Suatu kali ia pergi melaut dan badai menyerang tanpa ampun sehingga membuat kapal yang ia nahkodai terombang-ambing tak menentu.

Sang kapten yang tengah menikmati kue goreng yang terbuat dari terigu, telur, dan mentega itu pun langsung menancapkan kue tesebut ke atas kemudi sementara ia mengendalikan kapalnya yang tengah diterpa badai. Setelah badai reda, kapten Gregory mengambil kue yang ia tancapkan sebelumnya dan mengagumi hasil karyanya tersebut sehingga ia pun meminta koki kapal uintuk kemudian membuat kue berbentuk bulat dengan lubang ditengahnya.

Namun kisah terakhir ini tidak sepenuhnya diamini oleh banyak pihak, termasuk Thomas A. Lehnman, direktur sebuah perusahaan kue di Amerika.  Ia memberikan versi lain mengapa donat memiliki lubang di tengahnya. Menurutnya, donat yang dibuat dengan menggunakan ragi dapat dibuat dengan mudah sekali tanpa lubang.  Namun, donat tanpa lubang akan cenderung terlalu mengembang, sehingga berubah seperti bola. Nah, agar lebih mudah dan hasilnya juga menawan, koki zaman dulu menyadari perlunya membuat lubang di tengah kue.

Kini bentuk dan bahan-bahan pembuatan donat telah berkembang sedemikian rupa. Tidak hanya bulat dan berlubang ditengahnya, donat pun tampil ciamik berupa bulatan tanpa lubang, segitiga, oval, hati, bahkan berbentuk alphabet dengan topping yang beraneka macam. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuatnya pun kini lebih bervariasi yaitu kentang, labu kuning, atau yang kemarin sempat menjadi tren yaitu donat dengan bahan mie instan.

Terlepas dari semua kisah asal usul kue yang sangat populer tersebut, kini donat dapat dinikmati oleh para umat manusia dimana pun berada, baik dengan mengolahnya sendiri atau membeli yang sudah jadi. 

Saya sendiri sempat frustasi ketika mengeksekusi beberapa resep donat yang bertebaran di internet pun di buku-buku resep yang saya miliki.  Betapa tidak beberapa kali percobaan, donat yang saya buat tidak pernah semulus dan semenggairahkan donat bikinan orang lain.

Saya pun menyimpulkan bahwa saya kena kutukan donat sama seperti kutukan bolu kukus yang gak bisa merekah sempurna.  Namun setelah berkontemplasi sambil menikmati setengah lusin donat milik Om Johny Andrean saya pun menguatkan tekad untuk terus mencoba.

Tuhan tahu tapi menunggu, menunggu saya muntab eh menunggu keteguhan dan kegigihan hati untuk terus mencoba resep-resep tersebut sampai berhasil. Dan akhirnya sampailah saya pada momen dimana donat yang saya buat menggembang sempurna.

Nah, berikut resep donat pasir dan donat kentang yang pernah saya buat.

Dokpri
Dokpri
.RESEP DONAT PASIR

Bahan A :

  • 225 tepung terigu protein tinggi, di sarankan nya sih tepung komachi made in Japan.
  • 7 gr ragi instan
  • 1/8 sdt garam
  • 150 ml air
  • Bahan B :
  • 50 gr tepung terigu protein tinggi
  • 30 gr gula
  • 15 gr susu bubuk fullcream
  • 35 gr mentega putih, saya memakai margarin biasa
  • 1/2 bagian telur yang dikocok lepas

Cara membuatnya :

  • Campur rata bahan A dalam wadah, tutup dengan serbet. Istirahatkan 90 menit.
  • Campur bahan B, lalu satukan dengan bahan A, uleni sampai kalis elastis. Istirahatkan 15 menit. Cetak donat, istirahat kan lagi 10 menit. Goreng di minyak panas sampai kekuningan.
  • Disarankan minyak untuk menggorengnya adalah minyak padat yang tujuannya agar tidak banyak di serap oleh si donat. Tapi apa boleh di kata, minyak padat tinggal kenangan, yang ada minyak biasa, tak apa, agar hasilnya lebih glossy bagaikan bibir berpoles lip gloss  heuheu.
  • Panas-panas gulingkan di Palm suiker.
    Dokpri
    Dokpri

RESEP DONAT LABU KUNING

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2