Mohon tunggu...
Ika Septi
Ika Septi Mohon Tunggu... Lainnya

penyuka musik, buku, film dan kerajinan tangan.

Selanjutnya

Tutup

Humor Pilihan

Manfaat Kutu Rambut

20 Juli 2018   17:01 Diperbarui: 20 Juli 2018   17:04 1564 11 10 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Manfaat Kutu Rambut
Ilustrasi : Alodokter

Jam 12 teng tadi ketika matahari berada tepat di ubun-ubun,  saya disuguhi sebuah hiburan berupa  flash mob.  Ya, flash mob beranggotakan barisan kutu rambut yang mengaku telah berdaulat di atas kepala anak tetangga. 

Indah sekali koreografinya, bikin merinding disko plus nafsu angkara murka untuk membumi hanguskan mereka dengan  senjata pemusnah masal,  p*ditox.  Tapi sayang, kemurkaan saya tidak dapat dilanjutkan karena, orang tua si anak sudah berketetapan hati bahwa obat kutu bukanlah solusi terbaik bagi masalah anaknya.  Beliau yang terhormat bersabda bahwa obat kutu rambut hanya akan membuat rambut anaknya mengalami kerontokan yang masif. Masa sih?Saya, anda, dan semua umat manusia di bumi Indonesia yang tengah menantikan perhelatan Asian Games pasti tahu lah hewan yang bernama kutu, yaaa kaaan? Hewan parasit kecil ini hobi sekali bermukim di kepala manusia atau bulu hewan, mengkavling-kavling wilayah tanpa izin Pak Lurah. Mereka, para kutu ini sunguh mengganggu ketentraman umat manusia, selain menumbuhkan rasa gatal yang tak terperi mereka pun dengan riang gembira menyedot darah manusia yang membuat Edward Cullen langsung mati gaya. 

Kita mungkin pernah  bertanya-tanya, bukan kepada rumput yang bergoyang apalagi kepada semut-semut merah yang berjalan di dinding dengan tatapan curiga, tapi kepada siapa saja yang mau menjawab, mengapa kutu harus diciptakan? Alih-alih ada manfaatnya, mereka malah hanya membuat masalah.   Ternyata pertanyaan itu pun langsung terjawab bahwa jajaran kutu memiliki sisi positif yang selama ini tidak disadari umat manusia sepenuhnya.

Membawa hoki.  Apaaaa? Mata melotot, mulut menganga bagai gua.  Yap, hoki yang bukan sekedar tulisan di gerobak bakso tahu aci, melainkan keberuntungan.   Tahu Michael Peter Balzary gak? Nggak? Samaaa hehe, tapi begitu nama panggungnya disebut walau bukan oleh Mbah Dukun,  pasti  para pecinta musik rock mengangguk berjamaah.  

Mas Michael itu ternyata adalah nama lahir dari "Flea", bassist dari band yang terkenal dengan kepedasannya yaitu  Red Hot Chilli Peppers (RHCP). Nama "kutu" itu lah yang telah membuatnya menjadi bassist yang mudah dikenal disamping aksinya yang bak kutu loncat dan kemampuannya yang tak usah dipertanyakan lagi dalam betot membetot bass.  Kalau saja dulu Flea  memakai nama Mosquito, Crocodile atau Chicken mungkin nasibnya hanya berakhir menjadi bintang iklan obat nyamuk bakar, celana dalam atau ayam krispi.

Kutu memiliki andil yang cukup besar dalam dunia perfileman Indonesia.  Lihat saja judul-judul film Horor kita yang meraup untung lumayan ehem seperti "Kutu kan Arwah Santet" nya mendiang Jupe atau "Kutu kan Nyi Roro Kidul"-nya mendiang Tante Suzana.

Memberi peruntungan pada pengusaha dan karyawan perusahaan obat kutu dan sisir kerep.  Dengan keberadaan kutu yang sangat menganggu itu, maka berdirilah perusahaan multinasional pemberantas silsilah kutu di kepala.  Mereka dengan gesit akan terus berinovasi membuat produk yang ampuh tiada tara, saking ampuhnya para kutu itu bisa mati suri untuk kembali di bangkitkan beberapa waktu kedepan dengan menggunakan shampoo yang diproduksi oleh anak perusahaannya. Weleh, konspirasi. #eh.

Menurut sebuah penelitian, kutu  menghasilkan arus megaelektrik yaitu arus di dalam otak yang dapat membuat orang berpikir secara responsif atau cepat tanggap. Semakin banyak kutu di kepala maka makin responsiflah para pengidapnya, responsif dalam menggaruk. 

Kutu mengingatkan umat manusia untuk selalu menjaga kebersihan, karena bila kita selalu menjaga kebersihan maka tidak akan ada kutu yang ingin bermukim, gelar tikar, pasang tenda di kepala.  Bagaimana pun juga bersih itu pangkal sehat. Sehat di bagian kepala tanpa kutu serta sehat di bagian dompet  karena tidak usah membeli senjata pemusnah massal untuk para kutu yang baik hati dan tidak sombong itu.

Nah umat manusia. Marilah kita berbaik sangka kepada kutu. Jangan membumihanguskan mereka secara membabi buta karena ternyata  mereka ini memiliki sisi positif yang patut di apresiasi.  Kalau bisa sekalian saja kita bangun peternakan atau mendirikan apartemen yang layak di kepala  plus mensosialisasikan motto "Banyak anak banyak rejeki". Kutu senang, kita tendang eh tenang tentram adil dan sentosa.

Sekian.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x