Mohon tunggu...
Ika Maya Susanti
Ika Maya Susanti Mohon Tunggu... Penulis - Penulis lepas dan pemilik blog https://www.blogimsusanti.com

Lulusan Pendidikan Ekonomi. Pernah menjadi reporter, dosen, dan guru untuk tingkat PAUD, SD, dan SMA. Saat ini menekuni dunia kepenulisan.

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Pernah Diramal Orang Tionghoa, Antara Tidak Percaya tapi Nyata

1 Februari 2022   11:16 Diperbarui: 1 Februari 2022   11:17 1183
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Berlatar gapura di klenteng yang ada di Senggarang, Tanjungpinang. Foto: dokumen pribadi

Dulu saat menjadi reporter, ada masanya saya banyak bersentuhan dengan budaya Tionghoa. Penyebabnya karena saya mendapat bagian mengisi halaman Nagoya Jodoh yang mengangkat tema budaya etnis tersebut. 

Waktu itu banyak hal baru dan menarik saya alami. Satu di antaranya adalah urusan ramal-meramal.

Pernah sebanyak tiga kali saya diramal dengan cara yang berbeda. 

Cara yang pertama adalah ketika saya meliput ke sebuah Tua Pek Kong di daerah Pulang Rempang. 

Selain sebagai tempat ibadah, di kelenteng itu juga terdapat alat untuk pua pue dan ciam si. 

Pua pue berbentuk lingkaran yang dibelah menjadi dua bagian sehingga masing-masing menyerupai bilahan bulan sabit. Alat ini digunakan sebagai petunjuk apakah sesuatu yang akan dilakukan bagus atau tidak apabila dikerjakan kemudian.

Sedangkan cim si bentuknya berupa batangan-batangan kayu, diletakkan dalam sebuah wadah, yang setiap batangnya terdapat nomor hingga berjumlah 72. Seseorang yang ingin meminta petunjuk terhadap masalah yang sedang dihadapinya, bisa melakukan cara ciam si.

Apabila seseorang ingin meminta petunjuk, ia bisa mengocok wadah tersebut hingga satu batang keluar. 

Nomor yang terbaca dari batang tersebut kemudian dicocokkan dengan isi dari laci cim si. Setiap laci memiliki nomor yang berisikan kertas panjang dengan isi berbeda-beda. 

Misalnya ada seseorang punya masalah, kemudian dia bisa datang ke sini untuk minta petunjuk masalahnya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun