Mohon tunggu...
Rodhiyah Nur I.
Rodhiyah Nur I. Mohon Tunggu... Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Malang

Menjadi baik

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Evaluasi Sebagai Ruang Perbaikan, Bukan Ruang Menghakimi

6 Mei 2020   03:32 Diperbarui: 6 Juli 2020   22:12 13 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Evaluasi Sebagai Ruang Perbaikan, Bukan Ruang Menghakimi
evaluation-5eb1ce59d541df6fe049c343.jpg

Definisi evaluasi menurut Rooijackers adalah suatu proses memberikan nilai berdasarkan data kuantitatif hasil pengukuran untuk keperluan pengambilan keputusan. Dari pendapat tersebut dapat dipahami bahwa evaluasi sebagai pengambil keputusan yang sifatnya menilai sesuatu yang dirasa kurang atau tidak pas, supaya menjadi lebih baik ke depannya berdasarkan tujuan program yang telah ditetapkan.


Yang perlu untuk dipahami bahwa evaluasi merupakan ruang perbaikan yang bertujuan jelas yaitu memperbaiki dan bukan menghakimi. Sudah seharusnya ketika memberikan evaluasi, memberikan juga tindak lanjutnya atau solusi terbaik yang dapat diambil.

Berdasarkan keterangan di atas, evaluasi mempunyai fungsi tidak hanya sebagai ruang perbaikan, melainkan juga sebagai:

  • Selektif, yaitu dapat memilih apakah program sudah memiliki kompetensi dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
  • Diagnosa, yaitu untuk menilai kelebihan dan kekurangan di dalam bidang kompetensi tertentu.
  • Penempatan, yaitu untuk meletakkan seseorang ke dalam posisi terbaiknya.
  • Pengukuran keberhasilan, yaitu mengukur tingkat keberhasilan suatu program (baik dari strategi, metode, sarana prasarana, pencapaian tujuan, dll).

Dalam dunia Pendidikan Anak Usia Dini terdapat prinsip evaluasi yang harus diperhatikan, yaitu:

  • Berhubungan dengan tujuan program pendidikan
  • Mendukung program berkelanjutan
  • Terdapat keterlibatan orang tua dengan pendidik
  • Menggunakan waktu, cara, dan alat yang tepat.

Melakukan evaluasi juga harus mengikuti prosedur. Prosedur evaluasi dalam Pendidikan Anak Usia Dini, yaitu:

  1. Menentukan tujuan
  2. Menentukan desain evaluasi
  3. Penyusunan instrumen evaluasi
  4. Pengumpulan data informasi
  5. Analisis dan interpretasi
  6. Tindak lanjut


Ada banyak instrumen yang digunakan untuk evaluasi. Dalam Pendidikan Anak Usia Dini, tidak ada evaluasi dari ujian atau tugas tulis, tetapi lebih melihat kepada aspek perkembangan, yaitu: 

  • Catatan anekdot: Evaluasi yang dilakukan setelah pembelajaran selesai dengan melihat apa saja yang dilakukan anak, tanpa terbatas perilaku tertentu,
  • Checklist: Evaluasi dengan menggunakan catatan yang menyeluruh dan tidak terbatas peristiwa tertentu, 
  • Time sampling record: Evaluasi perilaku tertentu yang sering terjadi dengan menggunakan waktu (minimal setiap 15 menit). Misalnya: perilaku menangis yang  dapat diamati dan dapat dihitung dengan mudah,
  • Event sampling record: Evaluasi dengan menentukan perilaku yang ingin diamati, kemudian mempersiapkan setting yang memungkinkan perilaku itu muncul, sehingga dapat diamati,
  • Potofolio: Evaluasi dengan melihat kumpulan hasil karya anak. Selain bisa menjadi bukti hasil belajar siswa, dapat juga memberikan gambaran tentang perkembangan dan hasil belajar anak dari waktu ke waktu, dan masih banyak lagi instrumen yang dapat digunakan. Semakin rinci pengukuran instrumennya, maka akan semakin akurat juga hasil penilainnya. Tentu saja hal tersebut tidak terlepas dari adanya tindak lanjut yang sesuai. 

Selain dalam dunia pendidikan, evaluasi juga bisa diterapkan dalam semua bidang kehidupan. Yang perlu untuk selalu diingat bahwa evaluasi merupakan ruang perbaikan dan bukan ruang menghakimi.

Semoga Bermanfaat!

VIDEO PILIHAN