Mohon tunggu...
Iip  Syarip Hidayat
Iip Syarip Hidayat Mohon Tunggu... Seorang guru pembelajar

Belajar dan terus belajar, Menulis merupakan sebuah Hobby. email :iipsyarip1@gmail.com Fb. Iip Syarip Hidayat

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Jangan Pisahkan Agama, Negara, dan Pendidikan

21 Januari 2020   01:40 Diperbarui: 21 Januari 2020   01:47 142 1 1 Mohon Tunggu...

Ketika kita berbicara tentang Agama, Negara  juga pendidikan, antara ketiganya punya kerekaitan satu sama lain. Karena berkat agamalah negara ini ada dan juga berkat pendidikanlah negera ini bisa maju. Banyak cendikiawan yang berpendapat akan hal ini seeprti Bernad lewis ( 2005:150) merumuskan bahwa unsur pokok suatu peradaban adalah agama. Agama adalah factor penting yang menentukan karakteristi suatu peradaban.

 Selain agama, faktor terpenting lainya dalam membangun peradaban bangsa adalah tradisi keilmuan, senada dengan hal ini Adin Husain (2005:xxxii) menjelaskan bahwa politik, ekonomi, informasi, yang berbasis kelimuan yang tinggi adalah sector penting dalam membangun peradaban bangsa.

Ketika melirik sejarah umat islam, kejayaan umat islam, terletak pada tingginya perdaban yang diupayakan melalui pengembangan ilmu pengetahuanyang mengalami puncaknya pada Dinasti abbasiyah (750 M- 1258M). begitu juga dengan kejayaan Bangsa  Eropa dan Amerika, mereka merupakan bangsa yang berperadaban tinggi sampai sekarang mereka cinta terhadap ilmu ( jaih Mubarak, 2008: 18). Selama lebih dari satu decade, islam pernah Berjaya. Dinasti Abbasiyah eksis, puncak keemasan ilsam pada masa ini. Moralitas elite, dansejumlah khalifah yang terlalu cinta dunia awal kehancuran peradaban islam.

Lalu apa kaitan dengan pendidikan ?

Djawad dahlan (2007: 42) menjelaskan : pendidikan adalah penyemaian dan penanaman adab (ta'dib) secara utuh, dalam upaya mencontoh utusan Alloh, Nabi Muhammad Saw. Sehingga menjadi manusia sempurna. Pendidikan dimaknai sebagai upaya menumbuhkan mnausia menuju dunia lain yang lebih tinggi, tidak sekedar berada dalam hidup instintif.

            Artinya pendidikan mempunyai peran penting dalam membnagun sebuah bangsa, karena kemerosotan pendidikan dan teklonolgi mejadi salahs atu sebab utama kemunduran suatu bansga. Sejarah mencatat bahwa pendidikan menjadi jatuh bnagunya suatu peradaban bangsa. Qs al _ a'raf 96 tegas menjelaskan bahwa " mereka mendustakan ajaran- ajaran Alloh maka kaim azab mereka karena perbuatan mereka sendiri.".

Paparan diatas merupakan gambaran bagaiamana hubungan Agama, agama dan Pendidikan. Sehingga hal inilah yang mendasari bahwa ketika bernegara kita jangn jauh dari agama, begitupun pendidkkan. Namun seiring perekembangan zaman, banyak pandangan yang mengagggap bahwa jangn bawa- bawa agama ketika berbicara negara. Ini yang sangat keliru, justru ketika kita bicara negara, politik, pemerintah, maka disitulah harus dikaitkan kedalam agama. Apakah negara pemerintah dalam menjalankan kekuasanaya sudah sesuai syariat agama ? karena kalau keluar dari syariat agama ini yang bahaya. Sejarah yang diatas akan bisa terulang.  Karena falsafah negara kita adalah Pancasila dimana point pertama adalah ketuhanan yang maha Esa. Artinya adalah agama yang berada diposisi pertama sebelum yang lain.

Begitupun ketika kita mencoba berbicara politik ataupuan sedikit menyinggung ke pemerintahan, justru point penting dalam mengkritik dasarnya adalah agama. Bahkan akan sangat berbahaya jika sebuah pemerintahan tidak mau dikritik oleh rakyatnya.

Ada pula yang berpendapat bahwa seorang rakyat biasa tidak boleh melek Al qur'an,  hadits dan juga berita politik. Cukup kerja yang rajin, laksanakan apa yang menjadi tanggung jawab serta jangan banyak berkomentar maslah tersebut karena itu di luar bagian kita katanya.  Menurutku ini sangat keliru, ini menggiring rakyat dalam pembodohan dan  menumpulkan intlektualitas berfikir , menggap bahwa hanya politikus saja yang berhak berbicara politik, atau ulama saja yang berhak berbicara Al quran dan hadits.  Ini sangat keliru, karena doktrin inilah yang melekat kuat bahwa sudahlah rakyat biasa diam saja, tidak usah biacara agama, negara dan juga pendidikan.  Artinya ketika berbicara politik maka menurutnya jangan bawa agama dan lainya. 

Rosululloh sendiri menyuruh kita mencintai agama dan negara " Hubbul wathon minal iman" artinya mencibtai agama sebgian dari pada iman, tetapi jangan pisahkan antara agama dan negara. Apalagi melarang orang lain membahas Al quran dan juga politik, karena disitulah kita belajar, bukankah kita diwajibkan belajar apa pun termasuk politik dan lainya. Seprti kita ketahui Rouslulloh adalah seorang negarawan, pilotikus, pemimpin perang, bisnismen dan juga pemimpin bagi umatnya sampai sekarang. Maka itulah patut kita contoh, kalau tidak mencontoh Rouslulloh maka kita akan mencontoh siapa ? bukankah Rosul diturunkan untuk menjadi suri tauladan bagi umatnya ?

Ini zaman modern, dimana semua orang bisa mengakses pengetahuan, agama dan pendidikan dengan sanagt cepat.  Tidak bisa tiba- tiba manusia harus terhindar dari berita dan juga pengetahuan. Karena Alloh langsung yang menyuruh kita bernegara dan mecintai tanah airnya. Seorang negarawan yang baik adalah seorang yang menerima kritikan dari sispapun. Jika ada beberapa kelompok yang ingin memisahkan antara negara, agama, dan pendidikan ini sangat bahaya.  Karena ketiganya satu kesatuan. Ketika kita ingin membangun suatu bangsa maka, agama harus dihadirkan yang didalamnya terdapat pendididikan. Karena belajar dari sejarah bahwa runtuhnya peradabann suatu bangsa akibat dijauhkannya agama, dan sebaliknya, maju dan berdirinya suatu bangsa yang kokoh maka agamadan pnedidikan harus dikedepankan. Supaya anatra agama, negara dan pendidikan akan singkron bukan malah terpisah. Semoga ketika kita mencintai agama akan timbul rasa cinta kita terhadap negara.

Semoga bermanfaat.

Iip Syarip Hidayat

Sumber

Nurikhsan, a. j. (2016). Membangun Peradaban. Bandung : PT Refika Aditama .

VIDEO PILIHAN