Mohon tunggu...
Ihsan Natakusumah
Ihsan Natakusumah Mohon Tunggu... Laku urip

Berbuat Baik

Selanjutnya

Tutup

Keamanan

Tak Ada Ruang untuk Referendum, Papua Bagian Sah dari Indonesia

10 September 2019   06:15 Diperbarui: 10 September 2019   06:38 0 1 1 Mohon Tunggu...

Upaya memperjuangkan kemerdekaan Papua pasti hanya akan berakhir sia-sia. Hal ini hanya akan merugikan masyarakat Papua sendiri.

Hal itu karena sudah tidak ada jalan bagi masyarakat Papua melakukan referendum atau jajak pendapat untuk memisahkan diri dari Indonesia. Menyusul sikap Pemerintah yang secara tegas menyatakan tidak akan melepas wilayah Bumi Cenderawasih itu.

Pendapat seperti itu sebagaimana diungkapkan oleh Rohaniawan Katolik sekaligus budayawan, Romo Franz Magnis Suseno.

Menurut Romo Franz Magnis Suseno, meminta referendum dan mengharapkan Papua merdeka adalah jalan buntu total, sementara memperjuangkan kemerdekaan dengan cara kekerasan hanya akan berakhir dengan kematian fisik orang asli Papua.

Selain itu, dunia internasional juga tidak mendukung rencana Papua Merdeka. Di sisi lain, Indonesia pasti tidak akan pernah melepasnya.

Saat ini, yang dibutuhkan oleh mereka adalah rasa keadilan yang dihadirkan oleh Pemerintah atas berbagai pelanggaran HAM yang selama ini terjadi di Papua.

Oleh karena itu, dirinya mengusulkan Pemerintah membentuk komisi independen untuk mengungkap fakta mengenai apa yang sebenarnya terjadi di Papua, sembari terus melakukan pemerataan pembangunan di wilayah paling timur Indonesia itu.

Pendapat Romo di atas bisa menjadi rujukan bagi kita untuk menyelesaikan masalah Papua. harusnya kita sadari bersama bahwa tak ada ruang bagi referendum atau kemerdekaan bagi Papua.

Karena bagaimanapun wilayah Papua adalah bagian sah dari NKRI. Dalam kondisi apapun, Papua tetap Indonesia.

Mari kita rangkul Papua, jangan didiskriminasi dan dibeda-bedakan. Kita dan Papua pada dasarnya tidak berbeda. Maka pembangunan dan pemerataan harus dihadirkan untuk mendekati keadilan bersama.

Inilah jalan terbaik untuk menyelesaikan isu Papua saat ini. Setuju?