Politik

Perbandingan Lirik Lagu #2019GantiPresiden dengan Data Sebenarnya

14 Juni 2018   02:10 Diperbarui: 14 Juni 2018   02:13 699 0 0

Pihak oposisi terus berusaha menyudutkan pemerintahan Presiden Joko  Widodo dengan berbagai cara. Salah satunya dengan lagu  #2019GantiPresiden.

Sebagian besar lirik lagu tersebut berisi  dengan kritikan dan nyinyiran kepada pemerintah. Namun, sayangnya banyak  yang tidak sesuai dengan kenyataannya.

Kita bisa koreksi  sendiri. Misalnya, dalam lirik itu tertulis, "Dulu kami hidup tak susah.  Mencari kerja sangat mudah [...] Di sana sini orang menjerit.  Harga-harga selangit hidup yang sulit [...] Beban hidup, kami sudah gak  sanggup. Pengennya cepet-cepet tahun depan... "

Tapi faktanya,  dengan menggunakan data terbaru, seminggu sebelum puasa, harga pangan  justru stabil (2018). Stabilitas harga pada beberapa tahun belakangan  justru lebih baik dari sebelumnya.

Tingkat kemiskinan juga terus  turun. Prosentase kemiskinan tahun 2017 sebesar 10,2 persen. Angka  tersebut merupakan titik terendah sejak tahun 1999. Dengan demikian,  bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, artinya dulu rakyat justru  lebih banyak yang miskin.

Kemudian, tertulis pula dalam lirik,  "Tetapi kini, pengangguran, semakin banyak gak karuan [...] Kerja,  kerja, kerja, buruh asing yang kerja
Anak-anak bangsa tetep nganggur aja [...] 10 juta lapangan kerja. Tetapi bukan untuk kita..."

Bila  diperiksa secara benar kenyataannya ternyata tidak seperti itu.  Faktanya, menurut data BPS pengangguran terbuka justru turun tiap  tahunnya. Pada Februari 2018 prosentase pengangguran terbuka 5,13  persen, angka tersebut turun 20 basis poin dibandingkan periode yang  sama di tahun sebelumnya. Angka pengangguran ini menjadi titik terendah  sejak krisis 1998.

Jumlah lapangan kerja juga terus bertambah.  Menurut data BPS juga selama tiga tahun terakhir terdapat tambahan  lapangan kerja 2,8 juta (2015), 2,4 juta (2016) dan 2,6 juta (2017).

Itu  artinya, Presiden Jokowi telah memenuhi janjinya untuk menyediakan  lapangan kerja sebanyak 2 juta per tahunnya. Sedangkan, jumlah Tenaga  Kerja Asing relatif kecil, yaitu 85 ribu.

Kemudian disebutkan bahwa, "Sembako naik, listrik naik
Di malam buta, BBM ikut naik (buset)..."

Faktanya,  justru harga BBM cenderung turun. Misalnya, premium pada tahun 2016  lalu seharga Rp. 7.300, menjadi Rp. 6.450 pada 2017.

Terakhir, dalam lirik ditulis, "Pajak mencekik usaha sulit. Tapi korupsi subur penguasanya makmur... "

Padahal  kalau kita periksa data, penerimaan pajak terhadap PDB cenderung turun.  Di sisi lain, indeks persepsi korupsi Indonesia semakin membaik. Pada  2014 lalu, indeks Indonesia di angka 34, sedangkan pada tahun 2017  menjadi 37.

Beberapa fakta di atas menunjukan bahwa lirik lagu  #2019GantiPresiden tersebut banyak yang tidak sesuai dengan faktanya.  Lirik itu pun juga tak sesuai dengan data yang valid.

Oleh  karena itu, bisa dikatakan bila lirik lagu itu hanya berisi provokasi  yang berusaha menyudutkan pemerintahan Presiden Jokowi saja, tidak  berdasarkan data dan kenyataan yang sebenarnya.