Mohon tunggu...
Ihsan Imaduddin
Ihsan Imaduddin Mohon Tunggu... Jurnalis

Semangat Tekad dan Berjuang adalah Tenaga Dahsyat

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi

Tiang Listrik di Tengah Jalan, PLN: Kami Nunggu Pengelola Surati Kami

6 Desember 2019   15:53 Diperbarui: 6 Desember 2019   16:03 14 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tiang Listrik di Tengah Jalan, PLN: Kami Nunggu Pengelola Surati Kami
Tiang listrik di tengah jalan dikawasan Rimba Jaya | dokpri

Tanjungpinang - Hampir setiap malam kawasan Rimba Jaya dipadati oleh pengunjung. Namun, dengan padatnya pengunjung, ada satu hal yang bisa membuat nyawa pengunjung Rimba Jaya terancam. Yakni, berdirinya tiang listrik di tengah tengah jalan, tepatnya berada di depan Cafe Legacies.Salah satu pengunjung Rimba Jaya, Alfian yang dijumpai awak media ini, mengeluhkan kondisi ini.

"Tiang listrik ini sudah lama di tengah jalan, tapi PLN tidak ada tindakan. Bahaya juga ini. Apalagi tiap malam disini ramai yang berkunjungkan. Semoga ditindak lanjuti." Ujarnya sambil berlalu, Kamis (5/11/2019) malam.

Sementara itu, pengelola kawasan Rimba Jaya  Richard juga mengesalkan hal itu. Menurut dia, pihaknya sudah berungkali meminta pihak PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Tanjungpinang agar dapat dipindahkan.

"Saya kesal, sudah berapa kali saya minta atau ajukan agar tiang itu dipindahin sama PLN tapi sampai sekarang belum ada juga," ujar Richard, Kamis (5/12/2019) malam.

Richard menuturkan bahwa keberadaan tiang listrik di tengah jalan itu sangatlah membahayakan bagi pengunjung Rimba Jaya. Selain ditengah-tengah jalan, juga didapati banyak kabel yang melekat di tiang itu.

"Itu sangat bahaya, bayak kabel yang melekat disitu, gimana kalau orang tambrak kan bahaya. Oleh karena itu, saya berharap mereka (PLN) dapat memindahkan tiang tersebut," Pintanya.

Di tempat terpisah, Manager Jaringan PLN Cabang Tanjungpinang, Ari Hikmawan bahwa pihak Rimba Jaya belum ada menyurati ke PLN secara resmi, namun cuma melalui telfon saja.

"Mereka (Rimba Jaya) belum ada menyurati ke kita. Sebenarnya sih ada, sempat nelfon ke tim saya. Namun setelah nelfon belum ada laporan kembali. Baru sekedar menghubungi sih. Surat resmi belum saya terima." Ujarnya ketika ditemui dikantornya, Jum'at (6/12/2019).

Dia menjelaskan bahwa di PLN ada prosedurnya. Yakni Pemohon sebagai pihak kedua menyurati PLN sebagai pihak kesatu untuk memindahkan aset PLN yang mengganggu.

"Lalu setelah itu kita kirim kan surat balasan beserta Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang harus dibayarkan pemohon ke PLN melalui Bank." Sebutnya.

Kemudian, setelah itu PLN akan membuat nomor register dan akan minta rekanan pihak ketiga untuk bekerja.

"Kenapa biaya dilimpahkan kepemohoh? Karena kan pekerjaannya memakan waktu yang lama  jadi akan ada pelanggan yang lain padam. Dan tak bisa menyalurkan ke pelanggan. Jadi ya itu untuk kompensasi." Tutupnya.

VIDEO PILIHAN