Mohon tunggu...
Igoendonesia
Igoendonesia Mohon Tunggu... Petani - Catatan Seorang Petualang

Lovers, Adventurer. Kini tinggal di Purbalingga, Jawa Tengah.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Kunti dan Kesedihan Ibu yang Membuang Anaknya

19 Mei 2014   23:25 Diperbarui: 23 Juni 2015   22:21 1633
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
1400491393892944620

[caption id="attachment_324499" align="aligncenter" width="300" caption="Kunti Membuang Anaknya di Sungai (foto : www.starplus.in)"][/caption]

Pada suatu hari, ditengah terik Sang Surya, seorang putri jelita tengah duduk bersimpuh di tepian sungai. Berada diantara bebatuan, Sang Putri rupanya tengah dilanda kesedihan mendalam. Air mata bercucuran bak arus sungai yang mengalir deras, membasahi wajahnya yang rupawan.

Ada bayi merah yang juga tengah menangis ada dipangkuannya, meski dengan alasan yang berbeda. Tangis ibu muda itu seolah berkolaborasi dengan tangis anaknya yang baru dilahirkanya, untuk menyaingi suara dari gemuruh air sungai.

Sang Putri kemudian menyeka air matanya. Ia mencoba untuk tegar dan menahan isak tangis yang menyesakan dadanya. Jabang bayi itu perlahan dimasukan ke sebuah keranjang. Ia kembali memandangi wajah anak lelakinya yang baru lahir itu dengan kesedihan yang mendalam.

Anaknya masih menangis dan semakin lama tangisnya semakin keras. Bayi laki-laki tampan itu sepertinya ingin seluruh dunia tahu kehadiranya.

Sang putri pun kebingungan, Ia kemudian menyanyikan sebuah lagu pengantar tidur untuk menenangkan anaknya. Lagu yang dinyanyikannya dengan penuh perasaan dan kesedihan, diiringi orkestra sungai.

Surya Dev So Gaye

Surya dev so gaye, chhaya andhera

Mentari telah tidur, hadirlah kegelapan

Chup-chaap yeh gagan so gayi hai dhara

Diam-diam langit tertidur, bumi juga tertidur

Tu bhi so jaa, laal mere

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun