Igoendonesia
Igoendonesia Petani

Lovers, Adventurer. Kini tinggal di Purbalingga, Jawa Tengah.

Selanjutnya

Tutup

Fesyen Pilihan

Busana Para Remaja Seharga Rumah yang Bikin Elus Dada

2 Agustus 2018   10:29 Diperbarui: 2 Agustus 2018   10:47 674 3 2
Busana Para Remaja Seharga Rumah yang Bikin Elus Dada
Outfit Remaja Ratusan Juta (sumber : liputan6.com)


Belakangan ini viral di mediya sosyal video yang berisi interview remaja pria ibukota tentang harga fashion yang dipakainya dari kaki hingga ujung kepala. Setelah menontonya, saya menyadari realita hidup ini memang seringkali tak adil. Para remaja itu, harga busananya melebihi harga rumah yang saya tempati. 

Eh, sobat-sobatku sesama misquen sudah pada nonton belum? Kalau belum, tonton deh di sini

Setelah siapkan kuota internet, siapkan hati dan dada untuk dielus melihat realita hidup yang kejam, bahwa, duit 300 jutaan senilai rumah yang tidak mampu kita beli cash sehingga harus kredit di bank hingga puluhan tahun itu, bagi mereka layaknya uang jajan sahaja. Duit segitu hanya digunakan untuk beli fashion yang dipakai buat main doang! 

Ya, duit-duit mereka sih, tapi kok diri ini serasa jadi remah rengginang di kaleng Khong Guan sisa lebaran yah.

Hamba yang beli celana jeans sudah diskon 50 persen atau beli 2 dapat satu saja harus mikir dua kali, mereka enteng saja bilang harga celananya berjut-jut. Saya ini pakai sepatu yang ratusan ribu saja rasanya sayang harus diinjak, eh sepatu mereka yang menurut saya modelnya wagu itu, harganya bisa puluhan juta. Kaos oblong atau topi mereka harganya satu biji melebihi gaji bulanan ASN golongan III. Jam tangannya, Masya Allah, bisa dapet mobil yang sehari-hari hamba pakai tak cuma satu, dua!.

Selain bertanya-tanya, anak siapa sih mereka dan duit darimana, ada satu hal yang membuat miris bahwa kesenjangan ekonomi di negeri ini masih menjadi persoalan akut. Kue ekonomi yang lezat hanya dinikmati segelintir orang dan sisanya berebut 'runtukan' peyek.

Ada yang enteng pamer harta milyaran, ada yang gajinya UMR saja tak sampai. Ada yang bajunya ratusan juta, ada yang sehari-hari pakai kaos partai. Ada yang hidup di apartemen elit, masih ada yang hidup di kolong jembatan. Ada yang kemana-mana pakai jet pribadi, masih ada manusia gerobak.

Akhirnya, sebagai penghibur dan agar tulisan ini ada hikmahnya marilah kita syukuri saja apa yang dikaruniakan Tuhan buat kita. Sedikit atau banyak kita nikmati. Sambil kita berdoa agar Tuhan memberikan jalan yang lebih baik bagi kita, membuka mata pemimpin kita agar bisa memanfaatkan kekayaan negeri ini sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat secara adil dan merata.

Demikian, dan akhirnya lagi, mari kita hayati pesan Mbak Via Vallen : "kuat dilakoni yen ra kuat ditinggal ngopi".