Mohon tunggu...
Iqbal Iftikar
Iqbal Iftikar Mohon Tunggu... Penulis Wannabe

Nothing was never anywhere

Selanjutnya

Tutup

Travel Artikel Utama

"Mosel bei Nittel", Pertemuan Tradisi Wine Jerman-Luxembourg

9 Mei 2018   14:55 Diperbarui: 24 Juni 2018   22:23 2279 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
"Mosel bei Nittel", Pertemuan Tradisi Wine Jerman-Luxembourg
Kartu pos DE-7120485. (postcrossing.com/postcards/DE-7120485)

Jerman, negara yang paling sering mengirimkan kartu pos versi Postcrossing. Tidak heran kalau saya hampir selalu menerima kartu pos dari Jerman setiap kali pak pos mampir ke rumah. Tapi, walau seperempat kartu yang saya terima berasal dari Jerman, semuanya saya terima dengan suka hati.

Berbicara tentang minuman khas Jerman, kebanyakan orang mengasosiasikannya dengan bir. Tidak diragukan lagi karena di tahun 2014, seluruh penduduk jerman menghabiskan lebih dari 8,4 milyar liter bir! Jumlah tersebut sama dengan 350.000 truk BBM Pertamina ukuran besar.

Tapi, yang tidak banyak orang tahu, Jerman juga merupakan negara produsen wine, minuman anggur yang identik dengan negara tetangganya, Prancis. Kebun anggur dan pabrik wine di Jerman terkonsentrasi di Jerman bagian barat dan berada di bantaran sungai-sungai. Total ada 13 daerah pembuat wine yang dinamakan sesuai nama sungai yang mengalirinya.

Di kartu pos yang saya terima, terlihat gambar aliran sungai Mosel yang melintasi kota Nittel. Sebuah perahu berjalan pelan di atas aliran sungai tersebut. Mari kita mengenal Mosel bei Nittel (sungai Mosel di kota Nittel) lebih lanjut!

Mosel, Sungai Wine Berkualitas

Mosel memang bukan sungai yang berhulu di Jerman. Mosel berawal dari gunung Vosges di Prancis timur, lalu mengalir ke perbatasan tiga negara (Prancis, Jerman dan Luxembourg). Dari sana, Mosel menjadi perbatasan alami antara Luxembourg dan Jerman di sebelah tenggara Luxembourg. Kemudian, Mosel mengalir lebih jauh sampai kota Koblenz untuk bermuara di sungai Rhine.

Kebun anggur di bantaran Mosel. Foto oleh Friedrich Petersdorff (sumber: educalingo.com)
Kebun anggur di bantaran Mosel. Foto oleh Friedrich Petersdorff (sumber: educalingo.com)
Iklim kontinental yang dingin dan cahaya matahari yang melimpah di sepanjang musim membuat aliran Mosel menjadi tempat yang tepat untuk menanam anggur. Bersama dua anak sungainya, Saar dan Ruwer, terbentuklah daerah penghasil wine Mosel. Secara nasional, Mosel merupakan daerah nomor 3 dalam kuantitas produksi wine. Namun, beberapa ahli berpendapat bahwa wine dari Mosel memiliki cita rasa nomor 1 di dunia internasional.

Untuk menghasilkan wine berkualitas, Iklim di barat Jerman didukung dengan keadaan geografis daerah aliran sungai Mosel sendiri. Bantaran sungai Mosel mayoritas terdiri dari lahan curam dan bertanah sedimen yang kaya mineral. Lahan curam sangat cocok untuk ditanami anggur karena cahaya matahari akan menyinari tanaman secara merata di pagi hari. Selain itu, deposit mineral di tanah dapat membantu proses pematangan tanaman anggur.

Jenis anggur yang menjadi komoditas utama di Mosel adalah anggur Riesling, Elbling dan Muller-Thurgau, semuanya dari spesies anggur putih (Vitis vinivera). Varietas Riesling sendiri menjadi primadona dari Mosel karena menghasilkan white wine yang ringan, berkadar alkohol rendah, memiliki rasa asam cukup tinggi dan memiliki aroma bunga yang kuat.

Dengan ciri khas tersebut, maka tidak heran hampir 60 persen dari lahan anggur di Mosel ditanami anggur jenis Riesling. 40 persen kebun anggur lainnya ditanami berbagai macam jenis anggur, sebagian merupakan hasil persilangan anggur Riesling.

Nittel, Simpul Wine Dua Negara

Budi daya anggur di Mosel bisa ditelusuri sampai zaman kekaisaran Romawi 2000 tahun yang lalu berawal dari kota Trier. Industri wine terus berkembang sepanjang sungai untuk memenuhi kebutuhan tentara Romawi. Setelah keruntuhan Romawi, di Abad Pertengahan, penduduk desa di sekitar sungai mulai mencanangkan pembentukan Winzerdörfer atau desa wine.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN