Mohon tunggu...
IDRIS APANDI
IDRIS APANDI Mohon Tunggu... Penikmat bacaan dan tulisan

Pemelajar sepanjang hayat.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Pembelajaran Berbasis Literasi dan Numerasi untuk Mewujudkan Karakter Pelajar Pancasilais

9 Juni 2021   15:55 Diperbarui: 9 Juni 2021   16:44 282 2 0 Mohon Tunggu...

PEMBELAJARAN BERBASIS LITERASI DAN NUMERASI UNTUK MEWUJUDKAN KARAKTER PELAJAR PANCASILAIS

Oleh: IDRIS APANDI

(Penulis Buku Strategi Pembelajaran Aktif Abad 21 dan HOTS)

Salah satu kebijakan Kemdikbudristek dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan adalah dengan melaksanakan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). AKM dijadikan sebagai pengganti Ujian Nasional (UN) yang telah dihapus sejak 2020. 

Tujuannya untuk memetakan kompetensi minimum peserta pada pada aspek literasi dan numerasi. Mengapa literasi dan numerasi? Karena berdasarkan hasil Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), rangking Indonesia masih rendah dalam hal kemampuan membaca, matematika, dan sains.

Studi pada tahun 2018 ini menilai 600.000 anak berusia 15 tahun dari 79 negara setiap tiga tahun sekali. Studi ini membandingkan kemampuan matematika, membaca, dan kinerja sains dari tiap anak. 

Untuk kategori kemampuan membaca, Indonesia berada pada peringkat 6 dari bawah alias peringkat 74 dengan skor rata-rata Indonesia adalah 371. Untuk kategori matematika, Indonesia berada di peringkat 7 dari bawah (73) dengan skor rata-rata 379. Lalu untuk kategori kinerja sains, Indonesia berada di peringkat 9 dari bawah (71), yakni dengan rata-rata skor 396. (Sumber: detik.com, 03/12/2019).

Peningkatan kompetensi guru menjadi sebuah hal yang mendesak untuk dilakukan secara masif karena guru merupakan ujung tombak pembelajaran. Peningkatan kompetensi guru harus fokus kepada peningkatan mutu proses pembelajaran sebagai jantung pelaksanaan kurikulum di sekolah. Oleh karena itu, materi pelatihan harus berorientasi kepada peningkatan mutu strategi dan metode pembelajaran.

Pada saat AKM, peserta didik yang menjadi sampling diberikan soal yang fokusnya untuk mengukur literasi dan numerasi. Walau demikian, sebelum peserta didik diberikan soal-soal AKM, guru terlebih dahulu harus melakukan proses pembelajaran yang berbasis literasi (membaca) dan numerasi (angka-angka). 

Dalam pembelajaran, peserta didik harus diarahkan untuk berpikir kritis dan analitis. Untuk mewujudkannya, guru harus sering memberikan bahan bacaan atau teks untuk baca, ditelaah, dan dibedah oleh peserta didik. 

Strategi pembelajaran berupa tanya jawab, diskusi, penugasan, inquiry, dan discovery disarankan untuk dterapkan oleh guru dalam pembelajaran.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN