Mohon tunggu...
IDRIS APANDI
IDRIS APANDI Mohon Tunggu... Penikmat bacaan dan tulisan

Pemelajar sepanjang hayat.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Membuat Soal HOTS yang Tepat Melalui Penguatan Kemampuan Literasi

28 Juli 2019   10:35 Diperbarui: 28 Juli 2019   13:09 13356 0 0 Mohon Tunggu...

Sejalan dengan implementasi kurikulum 2013, salah satu harapan yang dibebankan kepada guru adalah guru mampu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan menilai hasil belajar peserta didik secara Higher Order Thinking Skills (HOTS) agar kualitas lulusan dapat meningkat dan kompetitif karena berdasarkan kompetisi di ajang internasional seperti PISA dan TIMMS, siswa-siswa Indonesia kesulitan dalam menjawab soal-soal HOTS. 

Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah melakukan beberapa upaya, yaitu disamping menyusun buku pedoman HOTS juga menyelenggarakan pelatihan HOTS bagi guru-guru.

Salah satu hal yang penting yang perlu dikuasai oleh guru adalah penilaian yang berorientasi HOTS, karena penilaian HOTS merupakan muara dari perencanaan dan pembelajaran HOTS. 

Walau pun penilaian dilakukan pada aspek kognitif, sikap, dan psikomotor, tetapi yang paling banyak difokuskan adalah pada aspek kognitif, khususnya pada penulisan soal Pilihan Ganda (PG) dan uraian, karena dua model tes tulis ini menjadi instrumen yang relevan dan tepat untuk mengukur hasil belajar peserta didik pada aspek kognitif yang menekankan keterampilan berpikir kritis, yaitu menganalisis (C-4), mengevaluasi (C-5), dan mencipta (C-6).

Menyusun soal HOTS bukan hal yang mudah, karena soal yang dibuat harus diawali dengan stimulus yang menjadi pengantar soal HOTS tersebut. Stimulus tersebut harus berfungsi dengan baik sebagai bahan untuk dianalisis, dihubungkan, dikaitkan oleh peserta didik untuk menyusun (mengonstruksi) jawaban, bernilai kebaruan, tidak mengarahkan peserta untuk memilih pilihan jawaban tertentu karena kalau pernah diberikan sebelumnya kepada peserta didik yang sama, soal tersebut tidak lagi termasuk ke dalam kategori HOTS, tetapi LOTS (Lower Order Thinking Skills).

Secara prosedural, penulisan soal HOTS diawali dengan analisis Kompetensi Dasar (KD), lalu dijabarkan menjadi kisi-kisi soal, kemudian diuraikan menjadi kartu soal, dan berikutnya dibuat menjadi soal yang utuh. Hal paling mendasar yang perlu diperhatikan adalah guru perlu cermat memilih stimulus yang cocok, menarik, dan menantang siswa untuk menyelesaikannya.

Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menulis stimulus soal HOTS adalah melalui penguatan literasi. Maksud literasi disini adalah bukan hanya dalam konteks membaca dan menulis, tetapi juga jenis literasi yang lainnya, seperti literasi informasi, literasi lingkungan, literasi seni dan budaya, literasi sains, literasi IPTEK, dan sebagainya. 

Mengapa demikian? Karena berbagai kemampuan literasi tersebut akan sangat menunjang dan memperkaya redaksi dan variasi soal HOTS yang dibuat oleh.

Saat guru banyak membaca, berdiskusi dengan rekan sejawat, dan mengobservasi, maka wawasannya dan pengalamannya pun akan bertambah, dan bisa mendukung dalam membuat stimulus soal HOTS. 

Literasi informasi akan menunjang guru dalam membuat soal yang aktual dan kontekstual, kecuali yang berkaitan dengan sejarah. Berita, gambar, foto, masih relevan menggunakan sumber atau koleksi yang lama.

Misalnya saat guru akan membuat soal yang berkaitan dengan analisis terkait dengan penegakkan dan perlindungan HAM di Indonesia, maka stimulus yang digunakan akan lebih relevan dan kontekstual jika berita, gambar, foto yang dimunculkan terkait dengan kerusuhan tanggal 21 dan 22 Mei 2019 dibandingkan berita, gambar, foto kerusuhan Mei 1998. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x