Mohon tunggu...
IDRIS APANDI
IDRIS APANDI Mohon Tunggu... Widyaiswara dan Penulis

Widyaiswara Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Barat, Penulis Artikel dan Buku, Trainer Menulis, Pembicara Seminar-seminar Pendidikan. No. HP 0878-2163-7667

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Kepala Sekolah "Kaizen" dan Penjaminan Mutu Pendidikan

14 September 2018   21:08 Diperbarui: 14 September 2018   21:13 0 2 0 Mohon Tunggu...

KEPALA SEKOLAH "KAIZEN" DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN

Oleh:

IDRIS APANDI

(Widyaiswara Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan /LPMP Jawa Barat)

Pasal 1 ayat (1) Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala  Sekolah menyatakan bahwa "Kepala Sekolah adalah guru yang diberi tugas untuk memimpin dan mengelola satuan pendidikan yang meliputi taman kanak-kanak (TK), taman kanak-kanak luar biasa (TKLB), sekolah dasar (SD), sekolah dasar luar biasa (SDLB), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah pertama luar biasa (SMPLB), sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), sekolah menengah atas luar biasa (SMALB), atau Sekolah Indonesia di Luar Negeri."

Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 menjadikan kepala sekolah full sebagai pemimpin dan manajer sekolah, tidak lagi dibebani tugas mengajar. Hal ini bertujuan agar kepala sekolah dapat fokus melaksanakan tugasnya untuk meningkatkan mutu sekolah.  Pasal 15 ayat 1 menyatakan bahwa "Beban kerja Kepala Sekolah sepenuhnya untuk melaksanakan tugas pokok manajerial, pengembangan kewirausahaan, dan supervisi kepada guru dan tenaga kependidikan." Lalu pada ayat 2 dinyatakan bahwa "Beban kerja Kepala Sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk mengembangkan sekolah dan meningkatkan mutu sekolah berdasarkan 8 (delapan) standar nasional pendidikan."

Peran kepala sekolah sangat penting dan strategis dalam memimpin sekolah. Sebagai seorang pemimpin, kepala sekolah harus memiliki kompetensi. Pada pasal 1 ayat (3) dinyatakan bahwa "Kompetensi adalah pengetahuan, sikap dan keterampilan yang melekat pada dimensi kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial.

Menjadi kepala sekolah bukan tugas yang mudah. Selain harus siap secara fisik, juga harus secara mental, karena tantangan yang dihadapi sangat dinamis. Kepala sekolah harus mampu membina hubungan, baik secara vertikal (Dinas Pendidikan/Kemdikbud) maupun secara horizontal (rekan kerja, guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, masyarakat).

Untuk mempersiapkan kepala sekolah yang profesional, maka pemerintah telah menetapkan mekanisme rekruitmen calon kepala sekolah mulai dari seleksi administratif, seleksi akademik, sampai dengan diklat calon kepala sekolah sehingga benar-benar siap ketika suatu saat diangkat menjadi kepala sekolah.

Sebagai seorang pemimpin, kepala sekolah tentunya harus memiliki kreativitas dan inovasi agar mutu sekolah yang dipimpinnya dapat meningkat secara berkelanjutan. Kepala sekolah yang berhasil tentunya akan mendapatkan kesan yang positif, baik di hadapan atasannya (dinas pendidikan/ Kemdikbud) maupun guru, tenaga kependidikan, dan para siswa. Saya yakin, setiap kepala sekolah pada dasarnya ingin membuat perubahan dan ingin membuat sejarah yang mengesankan selama kepemimpinannya. Dan tentunya mereka lakukan melalui gaya kepemimpinannya masing-masing.

Sebagai seorang manajer, kepala sekolah harus pandai mengelola berbagai aspek manajerial, mulai dari kurikulum, kepegawaian, kesiswaan, keuangan, sarana dan prasarana, sistem informasi, hubungan masyarakat, dan sebagainya. Dalam melaksanakan tugas tersebut, tentunya dia tidak dapat bekerja sendiri, tetapi memerlukan bantuan tim, dan dia menjadi leader pada tim tersebut. Dia harus pandai mendelegasikan pekerjaan kepada para pembantunya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x